
Pagi hari saat sinar hangat mentari menerobos ke dalam sebuah peraduan yang dapat dikatakan layak untuk seorang pangeran.
Mata indahnya mulai terbuka dia berharap pagi ini akan seperti pagi pagi sebelumnya.
Saat kelopak matanya terbuka dia akan melihat senyum hangat ibu asuh kesayangannya.
Namun nihil pagi ini ibu asuh tidak datang untuk memberinya senyum hangat itu.
Pangeran Zhengge kecil turun dari peraduannya dan berlari ke arah kediaman tempat ibu asuhnya tinggal... dia juga tidak menemukan ibu asuhnya disana.
Pangeran Zhengge kecil keluar dan berlari lagi ke arah taman yang sering di kunjunginya bersama ibu asuhnya... dimana ibu asuhnya? dia tidak menemukannya di sana.
Pangeran Zhengge kecil terus berlari ke semua tempat yang pernah dia kunjungi bersama ibu asuhnya, lagi lagi sosok yang dia cari tidak di temukannya.
Dia mulai panik nafasnya sudah tidak beraturan dia takut bila ketakutan terbesarnya benar benar terjadi.
Kehilangan ibu asuhnya... adalah mimpi terburuk dalam kehidupannya.
#FLASH BACK OF#
"Jadi?" Tanya Xiao Li yang merasa jengah dengan kisah pilu nan mengharukan itu, bukan membuatnya merasa iba maupun bersedih tapi justru membuat rasa kantuknya semakin menjadi.
Jika kisah pilu? Jessi di masa depan sudah sering mengalaminya di tinggal selamanya oleh ibu asuhnya karena ayah dan ibu kandungnya tidak sempat untuk sekedar menjenguknya.
Di tinggalkan oleh orang orang yang dia sayangi, Jessi sudah terlalu sering merasakan sakitnya.
Dihujat dan di tindas? Jangan di tanya lagi, masa kecil Jessi penuh dengan intrik sandiwara keluarga yang menuntut Jessi untuk berjiwa tegar dan berfisik baja.
Karena dulu paman dan bibinya di masa depan sering menyiksanya secara fisik maupun psikis hingga membentuk sifat Jessi yang seperti sekarang.
__ADS_1
Mental Jessi yang sudah di tempa sejak kecil yang membuat dia selalu kukuh dalam pendiriannya, serta membuatnya manjadi pribadi yang tidak mudah untuk di manfaatkan.
Walaupun sudah berpindah raga dan waktu tapi sifat alami Jessi tidak akan hilang semudah itu.
"Jadi?" Tanya Liu sambil mengerutkan dahi, dia merasa aneh kenapa gadis satu ini tidak seperti anggota Black Scorpio yang lainnya?
Padahal tim yang datang bersama Xiao Li bisa terharu bahkan ada yang sampai menangis mendengar kisah Liu tapi tidak dengan Xiao Li dia justru terlihat bosan bahkan mengantuk. Gadis seperti apa yang ada di dapannya ini?
"Arghh" memutar bola mata "tujuan sebenarnya kami di panggil kesini untuk apa?" Ucapnya sedikit ngegas.
Xiao Li paling benci dengan sesuatu yg di jelaskan dengan bertele tele, menurutnya hal itu sangat sangat membuang waktu yang berharga....
Ingatlah prinsip hidup Xiao Li waktu adalah uang dan uang adalah media balas dendam.
Benarkan? tak ada uang tak ada harta, tak ada harta sama dengan tak ada kasta, dengan kata lain uang adalah segalanya.
"Oh maaf sebelumnya" terjeda "kami meminta kalian datang kemari untuk membantu Pangeran Zhengge membatalkan pertunangannya dengan putri dari kerajaan Fai...." terpotong.
"Benar sekali bagaimana nona bisa tau?" Tanya Liu penuh binar.
"Mudah di tebak..." menjentikan jari "aku dengar kerajaan Fai dan kerajaan Lei sedang perang dingin" jawan Xiao Li sambil mengelus dagunya.
"Kapan hari pertunangannya?" Tanya Xiao Li lagi berusaha mengorek data sambil menyusun rencana.
"Dua bulan lagi nona" jawab Liu.
"Ah... itu mudah" tersenyum simpul "bagaimana kalau kita hancurkan pestanya dengan membantai seluruh rombongan dari kerajaan Fai" usul Xiao Li dengan smirk khas miliknya.
"Nona itu akan memicu peperangan" ucap Liu terkejut dengan ide gila Xiao Li.
__ADS_1
"Ya sudah hancurkan sekalian kerajaan Fei itu bukan hal yang serius bagi kami" sanggah Xiao Li.
"Tapi kerajaan Fei di dukung oleh Kaisar Lee apalagi keberadaan Jendral Jing Min di samping Kaisar Lee membuat pertahanan mereka tidak dapat di remehkan" elak Liu semakin khawatir dengan ide gila Xiao Li.
"Ahh... baiklah aku menyerah dengan ide gilaku" ucap Xiao Li yang ikut frustasi karena jawaban Liu.
"Tunggu masih ada satu cara" ucap Dai Dai dari tim tiga.
Xiao Li menatap serius Dai Dai berharap ide yang Dai Dai miliki lebih gila dari ide idenya.
"Bagaimana jika...."
■
■
■
mon maap yak udah ceritanya pendek upnya ngaret lagi🐈
badan lagi meriang jadi nggak memungkinkan buat pegang hp lama lama....
sumpah mata jadi perih kasih banget😥
kalian tau nggak aku ngetik cerita ini sambil nangis nangis karena mata aku udah perih banget + panas lagi...
maap yaa...
jangan lupa dukung author dengan
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE♡♡