
"Hei paman lanjutkanlah urusanmu aku hanya akan menjadi penonton dari atas sini" ucap Xiao Li dengan semangkuk popcron yang entah sejak kapan berada di tangannya.
"Gadis itu benar lebih baik kita selesaikan tugas ini terlebih dahulu setelah itu baru urus gadis yang ada di atas pohon" ucap salah satu orang yang berbaju hitam yang Xiao Li yakini adalah pembunuh bayaran.
*Trang!
Crash!
Bugh*!
Suara dentingan pedang dan pukulan. sedangkan Xiao Li dengan asiknya menikmati suguhan pertunjukan yang tidak seimbang tersebut.
Awalnya memang menarik tapi lama lama menjadi sangat membosankan.
Sedangkan Igon jangan di tanya lagi dia sudah terbang di alam mimpi. Tertidur nyenyak di bahu Xiao Li.
Xiao Li yang merasa bosan mulai menguap lebar hingga tidak menyadari kedatangan dua orang lelaki yang kini sedang fokus mengawasi pertarungan.
Mereka juga tidak menyadari keberadaan Xiao Li. Karena mereka terlalu fokus dengan pertarungan satu banding dua puluh sangat tak seimbang bukan.
Xiao Li yang mulai sangat sangat bosan hampir saja tertidur namun belum sempat mata Xiao Li tertutup sempurna terdengar suara rintihan.
"Ugh..." rintih Pangeran Zhu Han memegangi lengan dan perutnya yang tertusuk bersamaan.
"Astaga merepotkan" gumam Xiao Li memindahkan sandaran Igon ke batang pohon dan melompat turun.
"Apa kau ingin mengotori tanganmu untuk melawan kami nona?" Tanya salah satu pembunuh bayaran yang ada di dekat Xiao Li.
Sedangkan Xiao Li yang mendengar perkataan pembunuh bayaran tersebut memandang kasihan pada tangan mulusnya membuat orang yang melihat tingkah Xiao Li sweatdrop.
Berbeda halnya dengan kedua lelaki yang sedang bersembunyi terkejut melihat kehadiran Xiao Li yang tiba tiba.
"Kau benar paman tanganku akan kotor nanti" ucap Xiao Li dengan imutnya membuat para pembunuh bayaran blushing.
"Baiklah kalau begitu aku akan membereskan kalian tanpa menyentuh" gumam Xiao Li yang masih bisa di dengar oleh Pangeran Zhu Han dan beberapa pembunuh bayaran yang berada di dekatnya.
Hahahaha.... tawa dari para pembunuh bayaran sedangkan Xiao Li hanya bersenandung, tak butuh waktu lama datanglah beberapa hewan buas dan spirit beast yang langsung mengoyak habis para pembunuh bayaran tanpa tersisa.
"Ugh.." rintih Pangeran Zhu Han dan terjatuh lemas.
Xiao Li yang melihat Pangeran Zhu Han kesakitan hanya memandangnya datar selang beberapa detik muncullah dua orang lelaki yang mengawasi pertarungan dari kegelapan.
"Zhu'er bertahanlah" kata salah satu dari kedua laki laki tersebut yang tidak lain adalah Pamgeran Lien Han dengan bercucuran air mata.
__ADS_1
Sedangkan sosok satunya tetap membisu namun tidak menyembunyikan ekspresi paniknya dia adalah Pangeran Lan Han.
"Jess bantu kami" gumam Pangeran Lan Han yang masih bisa di dengar oleh Xiao Li/ Jessi.
"Kau tau apa alasanku tetap diam Gavin aku sudah menyaksikan pertarungan ini sejak awal namun aku hanya diam kau tau mengapa?" Jawab Xiao Li dengan nada sinisnya.
"Ya aku tau Jess tapi kumohon bantu kami" tangis Pangeran Lien Han semakin menjadi sedangkan Pangeran Lan Han merasa bingung dengan percakapan antara adik dan tunangannya tersebut pasalnya mereka saling menyebut nama yang sama sekali tidak Pangeran Lan Han kenali.
"Aku benci dengan laki laki yang tidak bisa menepati kata katanya, kau ingat malam itu apa janjimu? Tapi sampai sekarang tak ada satupun informasi yang datang" ucap Xiao Li mulai jengah memutuskan untuk pergi.
Namu sebelum Xiao Li melangkah jauh tangannya sudah keburu di tahan oleh Pangeran Lien Han/ Gavin.
"Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi" ucap Pangeran Lien Han/ Gavin bersujud di hadapan Xiao Li.
"Cih" kesal Xiao Li "ingat jika kau melakukan kesalahan yang sama lagi dan lagi kau akan tau akibatnya" ancam Xiao Li berbalik mendekati Pangeran Zhu Han sambil memegang botol porselen yang entah sejak kapan berada di tangannya.
Xiao Li membuka tutup botol porselen tersebut membuat aroma wangi khas rempah rempah beterbangan kemana mana.
Xiao Li mengeluarkan satu butir pil dari botol poreselen tersebut lalu meminumkannya pada Pangeran Zhu Han.
Luka yang di derita Pangeran Zhu Han perlahan berangsur pulih namun saat ini Pangeran Zhu Han belum sadarkan diri.
"Katakan" ucap Xiao Li dingin.
"Sebenarnya ini adalah kisah lama" ucap Pangeran Lien Han menunduk sedih.
☆FLASH BACK ON☆
Di sebuah lorong panjang istana Kaisar Han terlihat seorang anak kecil usianya sekitar 7 tahun tengah berjalan jalan agar dirinya cepat lelah dan tertidur karena malam ini sudah cukup larut.
Anak kecil itu adalah Pangeran Lien Han. Saat Pangeran Lien Han tiba di persimpangan lorong dia mendengar teriakan dari seorang yang amat di kenalnya.
Refleks Pangeran Lien Han langsung berhenti dan mendengarkan pertengkaran orang orang tersebut.
"Tidak behenti di sana... anda bukanlah yang mulia" teriak wanita tersebut yang merupakan Permaisuri Kaisar Han terdahulu.
"Tebakanmu tepat sekali Permaisuri hanya dengan sekali lihat kau sudah menyadarinya" ucap lelaki tersebut membuka topeng wajah yang mirip dengan wajah Kaisar Han dan kini terlihat wajah asli dari orang tersebut.
"K kau Tuan Muda anak dari Perdana Mentri Qin" ucap Permaisuri tergagap sambil menunjuk orang didepannya.
"Yap tepat karena kau telah mengenaliku dan menebak dengan benar kau bisa menanyakan 3 pertanyaan sebelum ajalmu tiba" ucap Tuan Muda tersebut.
"Pangeran ketiga adalah anakmu bukan?" Teriak Permaisuri murka karena Kaisar Han tidak pernah menyentuh maupun mendatangi selirnya.
__ADS_1
"Tepat sekali dan setelah kematianmu nanti Selir An Ding akan menjadi Permaisuri selanjutnya" Jawab Tuan Muda tersebut.
"Tidak suamiku tidak akan membiarkannya" teriak Permaisuri mulai meneteskan air mata.
"Suami mu? Hahaha... dia sudah ku buang jauh jauh di hutan kabut mungkin sekarang sudah tinggal nama" jawab Tuan Muda itu bangga.
"Tidak tidak mungkin" lirih Permaisuri jatuh terduduk dilantai karena kakinya sudah tidak sanggup menopang tubuhnya lagi.
"Kau sudah hidup cukup lama Permaisuri sekarang saatnya kau menemui suamimu tercinta" Ucap Tuan muda tersebut mengeluarkan pedangnya dan menusukkannya tepat di jantung Permaisuri hingga permaisuri tewas di tempat.
Sedangkan Pangeran Lien Han yang menyaksikan kejadian itu shock karena melihat ibundanya mati di depan matanya sendiri.
Mulai saat itu Pangeran Lien Han yang tadinya terkenal dengan kejeniusannya menjadi idiot karena difikirannya saat itu jika dia masih menjadi anak anak maka ibundanya akan selalu bersamanya.
Setelah kematian Permaisuri terdahulu Selir An Ding diangkat menjadi Permaisuri dan Pangeran Zhu Han diangkat menjadi Pangeran Putra Mahkota Oleh Kaisar Han palsu dan ketiga Pangeran anak dari Permaisuri terdahulu di tempatkan di paviliun yang paling terpencil bahkan untuk pelayan maupun prajurit kerajaanpun hampir tidak pernah terlihat berlalu lalang di sekitar paviliunnya.
Dan sejak saat itu pula ketiga Pangeran tersebut menjadi bahan olokan dan selalu di tindas oleh para selir maupun gundik.
Bahkan Permaisuri An Ding dengan teganya meminumkan racun yang membuat dua pangeran tidak bisa berkultivasi dan membuat pangeran Lan Han bisu.
Tapi beruntungnya Pangeran Lien Han tidak di racuni karena dia sudah cukup idiot dan tinggal menyiksanya saja menurut Permaisuri An Ding.
☆FLASH BACK OF☆
"What lo gobl*k apa tol*l sih... trus buat apa lo nyuruh gue buat nylametin dia" pekik Xiao Li ikut tak terima dengan perlakuan buruk Permaisuri An Ding terhadap ketiga pangeran.
Tanpa mereka sadari Pangeran Zhu Han juga telah siuman tapi dia memilih untuk tetap berpura pura pingsan.
"Karena kata ibunda kita semua tetap harus menjaga satu sama lain kita ini saudara" lirih Pangeran Lien Han meremas ujung bajunya.
"Terserah kau saja" kata Xiao Li malas menanggapi.
"Tapi..." belum sempat Pangeran Lien Han melanjutkan kata katanya terpotong karena suara benda jatuh.
BRUK!!
☆
☆
☆
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE♥
__ADS_1