
Merasa sudah cukup lama berada di ruang dimensinya Xiao Li memutuskan keluar bersama Igon dan Putih.
Mereka sedang merundingkan kemana tujuan pertama mereka.
Kalian pasti masih belum tahu siapa itu Putih bukan?
Putih adalah ular yang Xiao Li temukan di hutan kabut karena Xiao Li bingung ingin memberi nama apa jadi dia beri nama putih saja sesuai dengan warna kulitnya dan lebih mudah di ingat.
Xiao Li memutuskan ingin berkunjung ke tempat Niao Nian terlebih dahulu dia penasaran seperti apa kota tempat Black Scorpio lahir dan sehebat apa Black Scorpio sekarang?
_________________________________________
Di dalam hutan perbatasan antara Kekaisaran Han dan Kekaisaran Lee hutan ini bisa di bilang sangat sepi, atau mungkin Xiao Li salah mengambil jalan? Patut di pertanyakan.
Di tengah tengah ketenangan Xiao Li tiba tiba terdengar suara dentingan pedang beserta teriakan kesakitan.....
Trang!
Sring!
Argh!
"Igon suara itu sangat mengganggu" kesal Xiao Li sambil menghentak hentakkan kakinya dan menutup telinganya, jujur saja suara itu sangat mengganggu ketenangan Xiao Li.
"Bukankah harusnya itu menjadi sebuah hiburan yang menyenangkan?" Tanya Putih tidak mengerti keadaan.
"Kau benar ular" terjeda "kau bisa menjadikan mereka sebagai samsak hidup Li'er itu pasti sangat menyenangkan itung itung untuk uji coba sehebat apa kemampuanmu saat ini" saran Igon yang membuat mata Xiak Li berbinar cerah.
"Good idea" ucap Xiao Li sambil menjentikan jarinya dan berlari menghampiri suara berisik di depan sana diikuti Igon dan Putih.
Sesampainya di dekat lokasi pertarungan...
"Astaga paman kau tega sekali" pekik Xiao Li dengan nada sok kagetnya padahal raut wajahnya datar.
"Hai nona cantik maukah kau bermain dengan kami"
"Nona jangan ikut campur urusan kami sungguh merepotkan"
"Nona diamlah di sana setelah kami selesai kami akan bermain denganmu" ucap para penjahat berbaju serba hitam secara bersautan.
Namun ekspresi Xiao Li tidak menunjukan rasa takut bahkan datar dan cenderung meremehkan.
__ADS_1
Xiao Li hanya diam tapi pandangannya tertuju pada lelaki yang sangat diingatnya dia sedang sibuk menyerang sambil melindungi seorang wanita di belakangnya...
'Huh merepotkan' batin Xiao Li jengah.
"Hei paman bukankah urusan kalian sudah selesai? Kapan kalian akan bermain denganku?" Tanya Xiao Li pada segerombol pembunuh bayaran yang berjumlah sekitar lima puluh orang dan sudah berhasil membunuh seluruh prajurit beserta pelayan yang ada kecuali lelaki itu dan wanita merepotkan dibelakang.
"Hah... kau ternyata tidak sabaran yah nona" kata salah satu dari mereka mulai mendekati Xiao Li, sedangkan Igon dan Putih ahh jangan di tanya sedari awal mereka hanya fokus menonton sambil memakan popcron di atas pohon tanpa berminat membantu sedikitpun.
(Ajaran siapa coba tingkah mereka ini)
Xiao Li tanpa babibu langsung mengeluarkan pedangnya dan langsung memotong tubuh pembunuh di hadapannya menjadi beberapa potongan.
"Ahh... sangat menyenangkan" gumam Xiao Li sambil terus menebas setiap manusia yang tertangkap oleh penglihatannya.
"Tidak ada satupun tikus yang bisa lolos dari tebasan pedangku" ucap Xiao Li sambil terus mengayunkan pedangnya tanpa memperdulikan baju putih polosnya yang kini sudah berubah warna menjadi merah akibat percikan darah.
Tidak butuh waktu lama seluruh pembunuh bayaran tersebut sudah habis terbunuh oleh Xiao Li tapi Xiao Li masih merasa belum puas sampai ayunan pedangnya berhenti pada leher laki laki itu.
"Apa kau juga akan membunuhku?" Tanyanya sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Ah... terlalu lemah membosankan" ucap Xiao Li menarik kembali pedangnya dan menyimpannya kembali.
"Tentu saja untuk bermain lalu apa lagi Jendral Jing" jawab Xiao Li sambil memandang korban kegabutannya yang kini sudah tidak berbentuk.
"Hahaha... kau sangat keji untuk seorang nona muda" ucap laki laki tersebut yang ternyata adalah Jendral Jing Min.
Wanita di belakang Jendral Jing Min yang baru saja menyadari keadaan sekitar apalagi dengan tumpukan daging cincang yang berada tidak jauh darinya membuat perutnya serasa diaduk aduk.
"Aaaaaa" teriaknya lalu pingsan.
"Lemah" cibir Xiao Li "tunggu apakah dia istrimu?" Tanya Xiao Li dengan tatapan menyelidik.
"Hei aku belum mempuanyai istri dan dia bukan istriku" jawab Jendral Jing Min yang masih berdiri ditempat diam dan tampak tidak ingin menyentuh wanita yang terbaring pingsan di belakangnya.
"Lalu?" Xiao Li
"Dia adalah selir baru di...." Jendral Jing.
"Dasar laki laki tidak tau diri mentang mentang sudah berkasta penuh harta bisa seenak jidat main wanita" potong Xiao Li sebal mengeluarkan unek uneknya "tunggu Nian tau atau tidak?"
"Iya permaisuri tau dan dia hanya diam tidak pernah merespon apapun tindakan Kaisar Lee dan setelah kejadian di tempat Kaisar Han beberapa bulan lalu permaisuri selalu mengurung diri di dalam paviliunnya bahkan mendepak keluar seluruh pelayan dan hanya menyisakan beberapa saja" jelas Jendral Jing Min panjang lebar.
__ADS_1
Xiao Li menampilkan senyum aneh saat mendengar penjelasan dari Jing Min, Xiao Li sangat peka akan hal ini pasti Niao Nian tidak akan memperdulikan laki laki yang modelnya seperti Kaisar Lee yang memiliki segudang wanita karena di mata Niao Nian laki laki seperti itu adalah satu dari sekian banyak model lelaki yang amat di bencinya.
Dan lagi Niao Nian bukan orang yang bisa anteng di satu tempat yang sama jadi tentang Niao Nian yang selalu mengurung diri di dalam paviliun itu hanya mitos.
"Ada apa dengan senyum anehmu itu?" Tanya Jendral Jing Min sambil melambai lambai ke arah Xiao Li.
"Tidak aku hanya sedang mengevaluasi apakah semua ceritamu tadi benar" jawab Xiao Li dengan senyum aneh khasnya.
Xiao Li dan Jendral Jing terlarut dalam suasana mereka terlalu fokus bercengkrama hingga melupakan keberadaan selir Kaisar Lee.
"He kapan kau akan pergi dari hutan ini?" Tanya Xiao Li.
"Setelah kaisar mengirimkan bala bantuannya aku terlalu malas untuk menyentuhnya" jawab Jendral Jing.
Tidak perlu menunggu terlalu lama lagi segerombol wanita bertopeng dengan tato kalajengking dipergelangan tangan mereka datang mendekati lokasi Xiao Li dan Jendral Jing Min.
"Hai lama tak jumpa" sapa salah satu dari gerombolan tersebut yang mungkin adalah pemimpin dari mereka karena tato yang dimilikinya berbeda dari yang lain.
"long time no see, see you soon" jawab Xiao Li dengan senyum anehnya, Xiao Li tau kalau itu adalah salah satu sahabat absurdnya.
'Astaga sungguh gila' batin Xiao Li sebenarnya ingin tertawa tapi di tahannya.
Bagaimana tidak lucu Permaisuri Kaisar Lee datang sendiri untuk menjeput selir baru yang akan memenuhi harem dan bikin puyeng kepala, tidak habis pikir apa isi otak manusia satu ini??
(Jendral Jing Min)
■
■
■
hhe up lagi nih♡
JANGAN LUPA LIKENYA♡
KARENA LIKE ITU GRATIS:V
(apasih nggak jelas authornya gila🙄)
__ADS_1