Future Princess

Future Princess
22. Misteri Hutan Kabut


__ADS_3

Rombongan tersebut berhenti tepat di hadapan Xiao Li. Tandu yang tadinya tertutup rapat kini terbuka keluarlah seorang wanita dengan pakaian dan riasan kepala yang berat dan lebih ribet dari milik Xiao Li.


Xiao Li hanya menggunakan hanfu berwarna putih yang berbahan ringan dengan rambut di gerai.


Xiao Li sedikit mengerutkan keningnya dia seperti mengenal wanita yang sekarang berdiri di depannya.


"Kyaaa" teriak Xiao Li dan wanita itu bersamaan.


"Jessi aku rinduuuu" teriak wanita itu yang tak lain adalah Permaisuri Niao Nian dengan lebaynya.


"Jangan rindu rindu itu berat kamu tak akan kuat biar dia saja" balas Xiao Li tak kalah lebay sambil menunjuk salah satu entah mungkin seorang jendral yang berdiri di samping Kaisar Lee.


Xiao Li dan Permaisuri Niao Nian lalu berpelukan namun di sela acara pelukan mereka Xiao Li dan Niao Nian saling berbisik.


"Babang ayas mana sky?" Tanya Xiao Li.


"Di markas Black Scorpio di usir dia ama abangnya" jawab Niao Nian.


"Lah guekan juga kangen ama tu makhluk tapi dianya malah nggak ikut" ucap Xiao Li dengan nada manjanya "eh tapi abangnya serem juga ya main usir usir senak jidat" terjeda "lo sama tuh S-U-A-M-I udah ngapain aja? Udah pernah ena ena nih pesti kepo gue" bisik Xiao Li dengan ambigunya.


"Ena ena gundulmu... gini gini gue masih tersegel ok" ucap Niao Nian sambil menjitak kepala Xiao Li.


"Adududu sakit mak ya maap kali mana aing tau situ masih segelan siapa tau ajakan di bobol paksa waktu nggak sadar" gerutu Xiao dengan nada yang semakin rendah tapi masih bisa di dengar oleh ketiga pangeran maupun kaisar beserta antek anteknya.


"Lo berdua ambigu banget si bisa ke inti maslah nggak sekarang" serobot Pangeran Lien gemas dia tau jika kedua makhluk itu bertemu akan sangat mengulur waktu.


Pangeran Lien Han yang kini terlihat lebih tampan karena tampang idiotnya yang sudah berganti menjadi kesal.


Sebenarnya bukan ketamvanan Pangeran Lien yang membuat Kaisar dan antek anteknya melongo tak percaya melainkan karena sikap idiotnya yang ternyata hanya sebuah topeng palsu belaka.


"Tunggu dulu tujuan kalean kalen kesini ngapain?" Tanya Xiao Li kepada Niao Nian.


"Tau" jawab Niao Nian malas karena sebenarnya dia tidak ingin datang kemari kedatangannya itu hanya karena ancaman dari Kaisar Lee.


Niao Nian akan kehilangan kepalanya bila tidak menuruti perintah.... siapa yang mau cobak orang enak enak idup malah di suruh mat* yaudah mending Niao Nian nurut aja.


"Fine" kata Xiao Li dia langsung menunjukan sebuah peta hologram serta rekaman yang di perlihatkan pada ketiga pangeran beberapa hari lalu.

__ADS_1


"Hmm ini sedikit sulit bila kabut itu memang tidak beracun lalu apa yang membunuh mereka yang mencoba masuk ke hutan kabut" kata Niao Nian saat membaca laporan tambahan.


"Jawabannya kita cek aja dulu" ucap Xiao Li memandang misterius salah satu antek antek Kaisar Lee.


Niao Nian dan Pangeran Lien mengikuti arah pandang Xiao Li mereka ikut tersenyum misterius.


'Yes dapet kelinci imut tanpa harus ribet' batin mereka bertiga sedangkan yang lain memandang aneh ketiga manusia yang sedari tadi berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak mereka mengerti.


Xiao Li dan Niao Nian saling beradu tatap lalu menyeringai seram sedangkan Pangeran Lien hanya geleng geleng kepala.


"Kamu" panggil Niao Nian pada salah satu antek antek kaisar yang berada di dekatnya. Jari telunjuknya bergerak gerak seolah mengisyaratkan untuk mendekat.


Yah orang yang di tunjuk Niao Nian adalah Jendral Jing Min. Jendral termuda dan bertalenta pasti paling berbakat karena telah meraih prestasi kemenangan dalam peperangan sejak usia delapan tahun.


Jendral Jing memandang Kaisar Lee meminta persetujuan dan Kaisar Lee mengangguk mengiyakan.


"Aish kau lambat sekali" celetuk Xiao Li tidak sabar karena Jendral muda tersebut tidak segera beranjak dari tempatnya berdiri.


Xiao Li mendekat dan menarik tangan Jendral muda tersebut membuat sang empu gelagapan karena dia belum pernah di perlakukan demikian oleh gadis manapun apalagi dengan tampang dingin dan bengisnya yang selalu dia pajang di hadapan siapapun kecuali Kaisar Lee karena mereka merupakan teman sejak kecil.


"Lien ambil kamera dari koper yang pernah gue kasih ke lo" perintah Xiao Li yang hanya di angguki oleh Pangeran Lien.


Wajah Pangeran Lan terlihat sedih karena kehadirannya yang hanya merepotkan dan tidak bisa di andalkan apalagi dengan kondisinya yang tidak bisa berkultuvasi sungguh mengenaskan.


Xiao Li dan Niao Nian saat ini sedang sibuk memodifikasi Jendral Jing memasangi tubuh Jendral Jing dengan berbagai macam benda aneh menurut Jendral Jing dan sentuhan terakhir sebuah kamera yang di pasang di kening sang jendral.


"Selesai" ucap Xiao Li setelah memasang kamera ultranya di kening sang jendral sedangkan Jendral Jing pandangan anehnya untuk Xiao Li belum pudar sejak pertama Xiao Li menarik tangannya.


"Tunggu ada yang kurang" kata Pangeran Lien duduk di tanah sambil menekan nekan tombol pada laptop.


"Nani?" Tanya Xiao Li dan Niao Nian bersamaan.


(Nani\=apa dalam bahasa jepang)


"Mata gue kurang jeli buat masalah ini" jawab Lien sedikit frustasi.


"Yah kita berdua juga kurang awas" ucap Niao Nian kini ekspresinya berubah menjadi khawatir.

__ADS_1


"Andai aja bang ayas disini gak akan seribet ini kita" ucap Xiao Li tak kalah cemasnya.


"Ciee pada kangen ternyata sama gue" teriak seorang pemuda dari atas pohon yang tak lain adalah Pangeran Zhuang Lee/ Andreas.


"Pucuk di cinta wulanpun tiba sini bang baru aja di bicarain udah nongol aja tuh idung" celoteh Niao Nian yang di pandang tak suka oleh Kaisar Lee karena di mata Kaisar Lee, Pangeran Zhuang adalah rival cintanya


"Nih bang tajemin tuh kuping sama pantengin terus monitor laptop gue" kata Xiao Li menyerahkan Laptop dan memasang alat yang bentuknya semacam headset bluetooth di telinga Pangeran Zhuang.


Pangeran Zhuang menautkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O pertanda siap.


"Dan lo maaf maksud gue and arghh stress gue...." kata Niao Nian karena masih merasa risih dengan bahasa yang jaman kuno ini gunakan.


"Pftt" Xiao Li hampir kelepasan "kakak tamvan sekarang jalan aja lurus kedepan tenang aja kabutnya nggak beracun kalaupun iya pasti ada sengaja masang jebakan supaya nggak ada yang bisa masuk kehutan kabut" terjeda "oh hampir aja lupa ati ati setiap langkah yang anda ambil menentukan hidup dan mati anda kedepannya" lanjut Xiao Li dengan tersenyum manis begitu pula Niao Nian yang tau arti dari senyuman Xiao Li.


Yah apabila Xiao Li sudah tersenyum manis berarti kata kata yang keluar dari mulutnya itu adalah kejujuran yang nyata.


"Jangan bermain main dengan Jendral kekaisaran Timur kalau tidak..." ucapan Kaisar Lee terpotong.


"Maaf yang mulia tapi hamba tidak perduli" potong Xiao Li dengam senyum manisnya.


Kini Jendral Jing mulai berjalan masuk kedalam benteng kabut yang menyelimuti bagian luar hutan kabut.


Xiao Li dan Niao Nian juga mulai menerbangkan dron yang memiliki fungsi berbeda, milik Xiao Li berfungsi untuk melindungi Jendral Jing jika ada serangan mendadak, dan milik Niao Nian berfungsi untuk mendeteksi keberadaan seseorang maupun mencari jebakan tersembunyi.


______________________________


Jendral Jing kini sudah pasrah dengan nyawanya dia perlahan lahan melangkah masuk lebih dalam kehutan kabut.


Tiba tiba...



pict Permaisuri Niao Nian



__ADS_1



HAI HAI HAI PARA PEMBACA SETIA GIMANA LANJUTAN CRITANYA BAGUS NGGAK😢? JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE♥ LIKE KALIAN SEMANGAT SENAM JARIKU ♥KOMENTAR KALIAN PENENTU MOOD NGETIKKU DAN ♥VOTE KALIAN UDAHLAH DAH AKU NGGA TAU😂 YAH SEGALANYA UNTUKKU😍


__ADS_2