
Beberapa hari kemudian setelah pertemuan Xiao Li dengan ketiga Pangeran Han terdengar rumor yang sedang hangat hangatnya mengatakan bahwa Pangeran Lan menjadi sangat tampan.
Yah tentu saja karena air suci yang Pangeran Lan minum di hutan hantu beberapa hari yang lalu.
Konon dari gosip yang beredar banyak gadis yang berharap menggantikan posisi Xiao Li untuk menjadi tunangan Pangeran Lan, yah walaupun dia bisu tapi siapa yang tak menginginkan lelaki tamvan sebagai pendamping mereka.
Bahkan ada sebagian dari mereka yang nekat menjebak Pangeran Lan untuk naik ke ranjangnya namun selalu gagal.
Walaupun Pangeran Lan merupakan salah satu dari pangeran yang dikucilkan oleh pihak istana tapi itu justru adalah alasan mengapa sebagian dari mereka dengan berani dan lancangnya mencoba untuk menaiki ranjang Pangeran Lan.
Xiao Li yang mendengar gosip hangat itu hanya cuek bebek. Walaupun pelayan suruhan adiknya setiap hari selalu datang dan pura pura bergosip di depan Xiao Li untuk membuat Xiao Li panas, tapi sayangnya cara rendahan itu tidak bisa membuat Xiao Li marah bagi Xiao Li toh itu hal biasa.
Lagi pula semua laki laki itu sama saja di mata Xiao Li, mungkin saat awal dia bertahan tapi lihat saja nanti lama kelamaan pasti akan semakin berani.
"Cih memikirkan gosip itu membuatku mengingat tentang lelaki plin plan itu" gumam Xiao Li saat lagi lagi pelayan suruhan adiknya sedang bergosip ria mengenai topik yang sama setiap hari membuat telinga Xiao Li jengah, bukan karena cemburu melainkan bosan dengan topik yang sama setiap harinya bahkan Xiao Li sampai hafal setiap kalimat yang akan mereka ucapkan.
(Lelaki plin plan\=mantan doinya di era modern yang di embat sama adeknya)
"Sepertinya aku butuh refreshing untuk menenangkan otak cantikku" gumam Xiao Li memijit pelipisnya.
"Nona... nona..." panggil seorang pelayan.
"Ada apa... kau brisik sekali" jawab Xiao Li mengusap kasar wajahnya.
"Nona Pangeran Lan datang berkunjung anda harus merias diri dan anda sudah di tunggu di taman paviliun mawar" ucap pelayan tersebut tanpa titik maupun koma.
"Dengarkan aku baik baik satu iya aku akan kesana, dan dua aku tidak ingin berias mengerti" ucap Xiao Li penuh penekanan dalam setiap katanya "jangan ada bantahan" lanjutnya lagi saat pelayan tersebut ingin membuka suara.
Xiao Li bangun dari duduknya dan berjalan menuju taman paviliun mawar.
"Hormat hamba pangeran pertama, pangeran ke dua" ucap Xiao Li membungkukkan badannya sembilan puluh derajat.
"Ti tidak perlu sungkan nona" ucap Pangeran Lien dengan nada gagap khas seorang anak kecil yang sedang ketakutan.
Xiao Li Tidak menjawab dia hanya membisu dan berjalan duduk di hadapan Pangeran Lien dan Pangeran Lan.
"To the poin aja nggak perlu banyak drama" ucap Xiao Li seolah mengetahui tujuan kedatangan kedua pangeran tersebut.
__ADS_1
"Kapan kita kesana?" Kata Pangeran Lien dengan raut wajah serius.
"Secepatnya" jawab Xiao Li singkat.
Pangeran Lien mengerutkan dahinya 'secepatnya kapan?' Batinnya sambil menatap Xiao Li penuh tanya.
"Malam ini pukul delapan tepat sembilan puluh derajat dari tempatmu duduk sepuluh kilo meter dari luar kediaman jendral. Ada banyak mata disini perhatikan tingkahmu" ucap Xiao Li sedikit berbisik karena dia melihat pelayan yang sedari tadi terlalu fokus memperhatikannya.
"Aku mengerti... sebaiknya aku keluar" jawab Pangeran Lien berjalan menjauhi Xiao Li dengan wajah melas.
Pelayan yang sangat mencurigakan tadi juga ikut berjalan membuntuti Pangeran Lien 'hahaha bodoh' batin Xiao Li mengerti maksut dari kepergian Pangeran Lien.
Apalagi kalau tidak meninggalkan Xiao Li dan Pangeran Lan berdua dan mungkin akan mendapatkan quality time tapi itu pilihan yang buruk.
"Em pu putri ku harap anda tidak termakan gosip yang beredar" ucap Pangeran Lan sambil menunduk setelah batang hidung Pangeran Lien tidak terlihat lagi.
"Tenanglah aku juga tidak perduli dan sebaiknya kau pulang karena nanti malam akan menjadi malam yang panjang" kata Xiao Li lalu berdiri ingin meninggalkan taman.
Pangeran Lan menatap kepergian Xiao Li tak rela dalam fikirannya wanita seperti Xiao Li di dunia ini hanya ada satu dan tak ada duplikatnya.
Malam hari di sebuah jalan kecil yang terhimpit pepohonan hutan terlihat seorang gadis dengan pakaian yang super duper ribet sedang bersandar di salah satu pohon.
"Kalian telat lima belas menit" ucap Xiao Li datar pada ketiga laki laki yang baru saja tiba.
"Maaf ada sedikit kendala di jalan" jawab Pangeran Lien karena dulu saat di era modern dia tidak pernah telat sedikitpun tapi sekarang.....
"Perhatikan" ucap Xiao Li memperlihatkan sebuah peta tiga dimensi hologram yang memperlihatkan keseluruhan hutan.
"Ini akan sangat sulit kita tidak cukup kuat untuk melangkahi mereka dan juga kita tidak mungkin menggunakan jet" ucap Pangeran Lien setelah melihat peta tersebut beserta info terbaru mengenai keadaan di sekitar hutan.
"Tenang hari ini aku berencana menguji kekuatan pasukan baruku dan kita cari jalan masuk di bawah" Xiao Li berbinar.
"Benda apa ini kenapa tidak bisa disentuh" Pangeran Zhu mencoba untuk menggenggam hologram tersebut.
Xiao Li yang melihat sebenarnya ingin tertawa tapi ditahannya karena dia lebih memilih untuk diam dari pada nanti harus menjelaskan panjang lebar, begitu pula Pangeran Lien dia menatap Pangeran Zhu dengan malas.
"Sudahlah ayo kita pergi" Xiao Li mulai melompat dari pohon kepohon dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari qinggong milik Pangeran Zhu.
__ADS_1
Hal itu membuat Pangeran Zhu merasa heran bukankah Putri Xiao Li tidak bisa berkultivasi dan lagi Pangeran Lien juga bisa mengimbangi kecepatan Putri Xiao Li.
Sesampainya di tepi hutan kabut Xiao Li dan Pangeran Lien sampai terlebih dahulu.
"Hah hah Lien kau hah cepat sekali hah" ucap Pangeran Zhu masih terengah engah.
Dan entah sejak kapan Pangeran Lan sudah berada di gendongan Igon.
"Le lepaskan aku" ucap Pangeran Lan pipinya mulai memerah malu.
Hey ayolah bagaimana bisa seorang pria seperti dia digendong oleh pria lain di depan tunangannya itu sangat memalukan.
"Sudahlah... jadi dimana pasukan yang ingin kau uji mereka sudah mulai mendekat dan kita belum menemukan cara masuk kehutan kabut itu" tanya Pangeran Lien dengan cemas.
"Mereka hanya akan muncul jika kita benar benar terancam" jawab Xiao Li santai.
Tidak lama kemudian terdengar banyak suara hentakan kuda yang mendekat.
Mereka terlihat seperti rombongan kerajaan dengan tandu mewah yang berada di tengah tengah mereka.
Tunggu bukankah itu lambang Kekaisaran....
pict Pangeran Zhu dan Pangeran Lien
■
■
■
**HAI PARA PEMBACA SETIA... SUMPAH INI BINGUNG MAU NGETIK APA ARAH CERITANYA KEMANA BELUM ADA IDE😐 TAKUT BANGET KALO PART KALI INI CRITANYA JELEK😭 SEMOGA KALIAN BISA BANTU KASIH INSPIRASI BESERTA KRITIK DAN SARANNYA....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE♥ DAN
SELALU TINGGALKAN JEJAK🎈**
__ADS_1