Future Princess

Future Princess
11. Pesta kaisar3 (pertemuan bagian 2)


__ADS_3

HAPPY READ GUYS jan lupa like komen dan vote yaa... supaya tambah semangat senam jari... hhe😄


maap kalo banyak typonya...


_________________________________________


Setelah pertunjukan seni selesai semua tamu dipersilahkan untuk menginap walaupun rumah mereka dekat tapi pihak kerajaan ak tetap memaksa mereka untuk menginap.


Hal itu katanya sudah menjadi tradisi di Kekaisaran Han dari jamn dulu dulu dulu.


Ayah Xiao Li, Jendral Xiao di tempatkan satu peraduan dengan Permaisuri Suzi, sedangkan Selir Cyo di tempatkan di ruangan lain. Sebenarnya Xiao Li dan Xiao Yu Ning di tempatkan pada satu peraduan tapi Xiao Yu Ning Lebih memilih untuk tidur bersama ibunya.


Padahal Xiao Li sudah menyiapkan jebakan agar Xiao Yu Ning tidak bisa tidur nyenyak malam ini.


Sudah satu jam berlalu seluruh kediaman menjadi sepi padahal tadi sangat ramai tapi Xiao Li sama sekali tidak bisa tidur hingga Xiao Li memutuskan untuk berjalan jalan entah kemana.


Xiao Li sudah berada di sebuah taman yang sangat indah dengan kolam buatan yang sangat cantik yang dihiasi dengan bunga teratai dan ikan hias disana juga terdapat sebuah jembatan untuk menyebrangi kolam yang menambah kadar indah pada taman tersebut.


Sebenarnya bukan hanya Xiao Li yang tidak bisa tidur Permaisuri Niao Nian, Adreas, dan Pangeran Lien Han juga tidak bisa tidur malam ini mereka merasa ada seseorang yang mereka kenal dengan sangat baik sedang ada di dekat mereka.


Apalagi saat melihat pertunjukan bakat dari Putri Xiao Li tadi mereka menjadi penasaran.


(Seputar info Andreas tetap menggunakan namanya sebelum berpindah kedunia kuno ini karena tidak ada ingata apapun dari kehidupan lama tubuh baru Andreas. Jelas itu semua karena luka berat pada kepala Andreas yang diakibatkan pukulan keras dari Permaisuri Niao Nian yang langsug membuat nyawa pemilik tubuh asli tewas di tempat)


Xiao Li memutuskan untuk mencari taman yang lebih indah dari yang dia lihat saat ini hingga memutuskan untuk beranjak pergi.


Saat perjalanan berburu mencari pemandanga yang indah Xiao Li tidak sengaja berpapasan dengan Permaisuri Niao Nian.


Permaisuri Niao Nian yang sangat hafal dengan hawa keberadaan Quennya berhenti untuk memastikan begitu pula Andreas tapi Andreas memutuskan utuk tetap diam.

__ADS_1


"Jessi..." panggil Permaisuri Niao Nian/ Sky.


"Ya Sky ada apa" jawab Xiao Li/ Jessi.


"Apa kau benar benar Jessi Queen ku?" Tanya Sky dengan lirih untuk memastikan bahwa orang yang di depannya saat ini adalah Jessi yang asli.


"Tentu kau kira aku siapa tapi singkirkan ekspresi jelek kalian itu sangat memuakkan" jawab jessi dengan candaan tapi tatapannya menyiratkan kerinduan.


"Ah... gue kangen gue pengen cerita banyak ama lo Jess betapa sial dan beruntungnya gue" kata Sky/ Permaisuri Niao Nian sambil memeluk Jessi.


"Gue tau gue juga kangen sama lo tapi lo nggak mungkin cerita sekarang apalagi ada cecunguk cecunguk yang selalu ngikutin dan mata matain lo. Apa gue perlu basmi bersih mereka atau kita harus cari waktu lain" kata Jessi sambil membalas pelukan Sky/ Permaisuri Niao Nian.


"Hai bang ayas kangan nggak sama gue" sapa Jessi yang masih di peluk erat sky sambil melambaikan tangannya.


(Ayas nama panggilan sayang dari Jessi untuk Andreas)


"I miss you Jess I miss you so much" jawab Andreas berkaca kaca menahan tangis.


Jessi berlalu pergi sebenarnya dia masih ingin disana menceritakan semua kisah perjalanannya saat Sky tidak berada disampingnya namun perbedaan kasta dan permasalahannya sekarang bukanlah hal spele.


Dia sekarang memang membutuhkan batu pijakan tapi tidak dengan terang terangan karena itu pasti akan mengancam nyawa orang oarang yang berada didekatnya saat ini.


Xiao Li membuang nafasnya kasar "huft.." dia menyeka air mata yang masih tersisa pada pelupuk matanya.


Lagi lagi kegiatan Jessi/ Xiao Li dan Permaisuri Niao Nian tidak luput dari pandangan Kaisar Lee.


________________________________________


Tadinya Kaisar Lee hanya ingin diam dan tidak bertindak tapi setelah melihat Permaisurinya menangis hatinya sangat hancur dia tau kalau mereka menikah karena pernikahan politik tapi kaisar terlanjur jatuh hati saat pertama kali melihat sifat permaisurinya yang asli (sikap si Sky yang acuh maksudnya).

__ADS_1


Kaisar Lee dengan berat hati harus meninggalkan Permaisurinya yang sedang menangis tersedu sedu di pelukan orang lain dia memutuskan untuk mengikuti Putri Xiao Li dari untuk mendapatkan sedikit info.


Tapi Kaisar Lee tercengang saat melihat Putri Xiao Lee juga menangis tapi bedanya Putri Xiao Lee lebih memilih menangis dalam diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Sampai saat Xiao Li menggumamkan sesuatu yang membuat Kaisar Lee semakin penasaran dengan masa lalu Permaisurinya.


"Tunggu sebentar lagi keluarga kecil kita akan berkumpul seperti dulu lagi tanpa harus terpisah dengan kedudukan kasta. Lagi pula kita masih bisa berkirim surat" gumam Xiao Li saat dia sudah bisa mengontrol air matanya.


"Ah ya berkirim surat berkirim pesan" gumam Xiao Li lagi dengan ekspresi ceria meskipun matanya masih merah dan sembab.


"Ah bodohnya aku sepertinya aku harus segera bergegas sebelum Sky pergi" segera melsat pergi meninggalkan tempatnya berdiam tadi.


Sedangkan Kaisar Lee terlihat bertambah bingung dengan perubahan Putri Xiao Li yang begitu cepat apa lagi saat melihat Xiao Lee berbicara sendiri ahh ternyata hal sederhana bisa membuat seorang Kaisar Lee dilema.


Kaisar Lee kembali mengikuti Xiao Li diam diam. Xiao Li kembali lagi ke tempat pertemuannya dengan Permaisuri Niao Nian dan juga Andreas tadi.


"Hah... hah... hah.. kukira... hah.. kalian sudah pergi tadi" kata Xiao Li dengan nafasnya yang masih tetsenggal senggal.


"Ada yang ingin kau sampaikan lagi Jess?" Tanya Andreas yang sudah menstabilkan rasa panas di pelupuk matanya.


"Hadiah pertemuan dong" jawab Xiao Li terlihat sangat senang "oh ya mulai sekarang panggil gue Xiao Li kalo lagi di tempat ke gini trus yang nama sebelumnya kita jadiin nama kode yrus lo bang cari nama baru yang sesuai"


"Dan ini dia hadiah pertemuannya" ucap Xiao Li mengeluarkan dua buah hand phone dan dua buah pistol andalan Andreas dan Permaisuri Niao Nian di kehidupan sebelumnya.


"Wogelazeh dapet dari mana lo. Oh my darling" kata Permaisuri Niao Nian yang sudah melupakan kesedihannya yang kini sedang asik memeluk senjata favoritnya dan juga hand phone pemberian Xiao Li.


"Huuh lo dapet dari mana dek? Tapi disinikan gaada sinyal gimana bisa berguna nih hand phone?" Tanya Andreas sambil membolak balikkan hand phone barunya.


"Aduh abang apasih yang ngga bisa gue buat yang penting kita tetep bisa calling calling" jawab Xiao Li yang sebenarnya tidak menjawab pertanyaan Andreas.

__ADS_1


"Oh ya nih ada tambahan suku cadang buat pelurunya tapi inget kalo abis kalian harus bisa buat sendiri disini banyak banget suku cadangnya kalian manfaatin lah" tambah Xiao Li sambil menyerahkan dua koper penuh berisi suku cadang peluru.


Tidak jauh dari tempat Xiao Li berdiri terlihat seorang lelaki yang sedari tadi fokus melihat benda benda modern yang di keluarkan Xiao li.


__ADS_2