
...Happy Reading...
Setelah menempuh perjalanan selama ± 3 jam akhirnya kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu pun sampai di tempat honeymoon, mereka memilih Labuan Bajo untuk tempat mereka honeymoon.
"Mas bagus banget " ucap Mareta sambil melihat suasana hiruk pikuk di sana.
"Kamu suka" jawab Narendra dengan memeluk istrinya
"Iya mas suka banget tempatnya nyaman" jelas Mareta dengan senyum manisnya
"Yaudah kita istirahat dulu ya kamu pasti capek kan" Jawab Narendra
"Iya mas" ucapnya
"Yaudah sayang kamu tidur mas mau mandi dulu oke "ucapnya lalu mencium kening istrinya
Setelah itu Mareta merebahkan tubuhnya di kasur dia merasa lelah walaupun di pesawat dia tertidur pulas, mungkin karena pertama kalinya dia naik pesawat dan pergi berlibur jauh.
Sambil menunggu Narendra selesai mandi Mareta pun memutuskan untuk berganti baju santai matanya terbelalak karena baju yang di siapkan mama mertuanya sangat tipis bahkan nerawang seperti saringan tahu kata Mareta. Akhirnya Mareta memilih baju putih polos selutus walaupun akan terlihat nerawang ketika terkena sinar cahaya dari pada baju yang seperti saringan tahu pikirnya.
Narendra pun selesau mandi dan sudah mengenakan celana boxer pendek tetapi tidak memakai baju memperlihatkan dada bidangnya dan badan yang berotot kekar, rambutnya yang basah menambah ketampananya berkali lipat.
"Sayang " panggil Narendra lembut setelah melihat istrinya berada di balkon Narendra susah payah menelan salivanya ketika melihat Mareta berdiri di balkon dan memakai baju yang nerawang yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Mas, udah selesai mandinya hm" jawab Mareta lalu membalikkan badanya menghadap Narendra
"Udah sayang, kamu nggak capek kok nggak tidur hmm? " tanya Narendra sambil memeluk istrinya
"Nanti ah mau lihat pemandangan dari atas bagus ya mas indah banget" ucap Mareta kembali membalikkan badannya menghadap ke depan
"Iya kayak kamu sayang" bisik Narendra masih tetap memluk istrinya
Mareta yang mendengarnya pun tersenyum , mereka berdua memandangi pemandangan dari atas. Tetapi Narendra juga tak hentinya mencium tengkuk leher istrinya yang akhirnya menjadi ciuman. Akhirnya Narendra menggendong istrinya dan menidurkan di tempat tidur. Narendra melanjutkan aksinya hingga Mareta terbawa suasana dan mengalungkan tangannya ke leher Narendra. Tangan Narendra juga tak berhenti memegangi tengkuk leher Mareta, entah lah mungkin Narendra takut Mareta akan melarikan diri .
Mareta yang mulai kehabisan nafas pun memukuli dada bidang suaminya. Dan akhirnya Narendra oun menghentikan aksinya.
"Kenapa sayang" tanya Narendra dengan Mata sendunya terlihat sedang menahan sesuatu di bawah sana.
"Aku ga bisa nafas mas" rengek Mareta
"Maaf sayang mas lanjutin ya" ucap Narendra lirih namun masih terdengar oleh Mareta
Mareta sebenarnya masih ragu dan takut tetapu ia berfikir bahwa ianadalah seorang istri dan tugasnya harus melayani suaminya.
Mareta pun mengangguk lalu Narendra pun melanjutkannya dan ia melakukannya sangat lembut dan perlahan agar istrinya tak merasa kesakitan.
🍃
Jam menunjukkan pukul 5 Sore
"Eughh " Mareta yang terbangun lebih dulu pun memandangi wajah suaminya yang tampan.
__ADS_1
"Begitu beruntungnya aku bisa memilikimu seutuhnya mas" batin Mareta yang masih memandangi wajah suaminya.
"Udah liatinnya ?" tanya Narendra
"Iihh mas ngeselin deh" jawab Mareta kesal karena dia malu sedari tadi memandangi wajah suaminya
"Aku tau aku tampan sayang" ucap Nendra dengan mata masih terpenjam
"Tauk ah aku mau mandi" jawab Mareta lalu beranjak berdiri
"Auwww ssshhh" rintih Mareta lalu kembali duduk
"Kenapa sayang sakit ya" tanya Narendra yang kaget dan langsung bangun ketika mendengar rintihan istrinya
"Iya mas sakit banget "Jawan mareta yang menahan sakitnya
"Coba mas lihat" ucapnya
Mareta tampak berfikir dia malu untuk memperlihatkannya kepada suaminya
"Kenapa kan aku tadi udah lihat semuanya malah" ucap Nendra dan akhirnya di beri anggukkan oleh Mareta
"Ya ampun bengkak gini sayang kok bisa sih" ucapnya
"Ya mas kan mainnya kasar tadi bilangnya pelan apaanlama lama makin kasar" jawabnya
"Hehe maaf sayang kelepasan khilaf tadi maaf ya yaudah aku gendong ya ke kamar mandi" ucap Narendra
"Nggak ah" jawab Mareta cepat
"Iya mas bawel" ucapnya
"Bawel gini kamu suka kan nyatanya tadi sampe minta lagi" ledek Narendra
"Iihh mas nyebelin" jawab Mareta lalu menutupi wajahnya dengan selimut karena ia malu
Narendra yang melihatnya pun terkekeh lalu setelah menyiapkan air hangat ia menggendong istrinya ke bath up untuk berendam air hangat.
"Sayang kamu mandi jangan lama lama ya" ucap Narendra
"Iya mas " teriak Mareta dari dalam kamar mandi
Setelah mereka berdua selesai mandi dan bersiap mereka akhirnya keluar untuk jalan jalan melihat pemandangan malam hari sambil mencari makan malam yang mereka inginkan.
"Kamu beneran gak papa sayang masih sakit ? " tanya Narendra
"Enggak kok mas ya cuma masih dikit aja sih nanti kalau udah terbiasa ya nggak akan kan ?" ucapnya dan tanyanya
"Iya sayang maaf ya tadi kelepasan dikit " ucap Narendra lalu merangkul pinggang istrinya
"Iya mas gak papa, kita kesana yuk mas kayaknya makananya enak enak" ucap Mareta
__ADS_1
"Yuk boleh pelan pelan tapi jalannya" perintahnya
"Astaga mas " ucap Mareta menepuk jidatnya
"Kenapa sayang ada yang sakit kenapa hmm masih nyeri ya " tanya Nendra panik
"Aku lupa ngabarin mama kalau kita udah sampai" ucapnya
"Ya ampun sayang aku kira ada apa yaudah sekarang telfon mama gih " perintahnya dan di jawab anggukan oleh Mareta
tut
"Hallo ma" ucap Mareta
"Iya maaf ya ma lupa tadi hehe tadi soalnya langsung tidur" jawabnya
"Ih eng- enggak kok ma tidur cuma tidur soalnya capek banget" jelasnya gugup karena Malu san mama meetua sedang meng introgasinya
"Iya ma bay" ucapnya
tut
🍃
Setelah mereka sampai di tempat makan yang mereka tuju mereka memesan beberapa menu makanan di sana .
"Mas aku ke Toilet dulu ya " ucap Mareta
"Mau mas temenin sayang" tawar Nendra
"Nggak usah mas aku bisa kok" jawab Mareta
"Iyaudah hati hati pelan pelan aja jalannya jangan lari lari"
"Iya mas'
Toilet
Setelah Mareta selesai dan keluar Mareta pun tak sengaja menabrak seorang laki laki di lorong toilet.
"Auwh" Mareta terduduk di lantai
"Maaf mbak saya gak sengaja" ucap laki laki tadi sambil membantu Mareta berdiri
"Iya mas gak papa kok" jawab Mareta dengan sopan
"Kenalin nama ku Rangga" ucap laki laki tadi sambil mengulurkan tanganya
"Mareta " jawab Mareta dan membalas uluran tangan laki laki tadi
"Kalau gitu saya permisi mas" ucapnya sopan dan di balas senyuman oleh laki laki tadi
__ADS_1
...Bersambung...
Siapakah laki laki tadi tidak mungkin kan hanya sekedar pengunjung memperkenalkan dirinya. Ingin tahu simak terus ceritanya reader terimakasih sudah memberi dukungan 😄❤