GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
Bertemu rangga


__ADS_3

...Happy Reading...


di kamar king zise rangga merebahkan tubuhnya setelah mandi "kenapa saat berada di dekatnya aku selalu nyaman dan tenang seakan beban fikiranku hilang hanya dengan melihat senyumnya bahkan hanya mendengar suaranya " batin rangga


tok tok tok


"mas rangga tuan sudah menunggu di ruang makan" ucap bibik


"iya bik " jawab rangga dari dalam kamar


di sisi lain mareta menangis di tengah jalan dia duduk di trotar pinggir jalan untung saja jalanan tidak terlalu ramai. mareta masih tidak habis fikir dengan narendra yang menuduh bahkan menghinanya hatinya begitu sesak baru kali ini ia di hina dengan suaminya sendiri.


ia berjalan gontai menyusuri jalanan hingga malam pun menyambutnya tapi mareta masih berjalan tak tentu arah ia bingung harus pergi kemana ia terus berjalan sambil menangis air matanya tak henti hentinya mengalir. Mareta yang tidak fokus pun tidak menyadari dia kimi tengah menyebrang jalan.


"hallo "


"iya sayang aku sebentar lagi sampai ke rumah mu " jawab seorang perempuan


"astaga "ucapnya dan hanphone yang dia gengam pun terjatuh ternyata ia menabrak seseorang. perempuan tersebut turun untuk mengeceknya


"ya ampun dek dek bangun dek tolong tolong tolong " teriak perempuan itu hingga beberapa warga datang untuk menolongnya ia langsung membawanya ke rumah sakit.


di rumah sakit perempuan itu nampak begitu khawatir hingga telefonnya berdering


"hallo sayang " ucapnya


"maaf aku tidak jadi ke rumah mu "


"aku menabrak seseorang waktu di jalan dan aku sedang berada di rumah sakit "


setelah itu sambungan terputus tak lama kemudian dokter keluar


"bagaimana keadaanya dok " tanya perempuan itu


"tidak ada yang parah hanya saja ia sedikit syok dan kaget itu yang menyebabkan ia tak.sadarkan diri tadi " ucap sang dokter

__ADS_1


"apa saya boleh melihatnya " tanyanya


"silahkan kalau begitu saya permisi " ucap dokter tersebur dan beranjak pergi


"hay " sapa perempuan itu


"nama kamu siapa " tanyanya


"mareta " ucapnya ya itu mareta yang tak sadar ia sudah menyebrangi jalan hingga tak melihat ada mobil melintas


"mareta maaf ya saya tidak sengaja menabrak kamu " ucapnya


"tidak papa kak saya baik baik saja " jawab mareta tersenyum


"nama saya arnina panggil saja nina" ucapnya


"iya kak nina makasih sudah membawa saya ke sini " ucap mareta


"itu sudah kewajiban saya karena saya sudah menabrak kamu " ucapnya " ngomong ngomong rumah kamu di mana biar saya antar " ucap nina dan mareta termenung ia bingung harus pergi kemana bahkan uangpun ia tidak membawa


"ak aku " jawab mareta gagap


"oke kalau gitu kamu untuk sementara tinggal di rumah ku dulu kebetulan orang tua ku ada di luar negeri jadi aku tinggal sendiri di rumah" jawab nina antusias mareta pun hanya menganggukkan kepala dari pada di jalan tak tau arah pikirnya.


adit merasa frustasi ia bingung mencari mareta ke mana ia sudah mencari ke rumah bibinya dulu ternyata rumahnya sudah di kontrkkan dan di tempati orang lain. Akhirnya adit mencari tahu tentang kejadian tadi ia mendatangi gedung yang ia datangi bersama narendra tadi dia meminta pegawai untuk mengecwk cctv dan adit menemukan bukti bahwa di sana ada nabila dan seorang laki laki masuk ke dalam kamar tersebut dan selang berapa menit mereka keluar bersama keduanya nampak tertawa dan menyatukkan telapak tanganya tanda kerjasamanya berhasil . Adit langsung meminta rekamanan tersebut ia lalu bergegas keluar dan menuju rumah narendra.


"Narendra " teriak adit langsung nyelonong masuk


"Narendra " teriaknya lagi tak lama narendra keluar


"apa sih lo teriak teriak gue ga budek ya " kesal nendra dan adit langsung mengarahkan layar hanphone nya ke narendra adit memutar rekaman cctv tadi narendra pun paham dia sudah di jebak bodohnya dia mempercaya begitu saja foto tersebut tanpa mencari tahu.


"bodoh lo itu bodoh narendra jelas jelas orang itu ngirim pesan ancaman tapi ketika lo datang lo dapat foto mareta bersama laki laki lain dan jelas jelas foto itu adalah nabila bersama laki laki lain yang wajahnya sudah di edit menjadi wajah mareta " jelas adit emosi


narendra pun meruntuki kebodohannya bisa bisanya dia bodoh mempercayai bahkan menghina mareta bahkan ia juga tak mengejar mareta sama sekali ia frustasi ia langsung pergi keluar melajukkan mobilnya dengan cepat menyusuri jalanan mencari keberadaan istrinya tapi nihil ia sama sekali tidak menemukannya. ia mengacak ngacak rambutnya kasar dan bertriak di dalam mobil .

__ADS_1


dua minggu berlalu narendra sama sekali belum menemukan keberadaan mareta.


" kak " ucap mareta mendekati nina


"kenapa " jawab nina lembut


" aku cari kos kos an aja ya aku gamau ngrepotin kakak aku takut nanti kakak malah terlibat dalam masalah ku " ucap mareta , mareta sudah menceritakan kejadian kenapa dia bisa sampai menangis di jalan tapi ia tidak memberi tahu bahwa suaminya adalah narendra alexander.


" no ga bisa kamu harus di sini kalau nanti suami kamu nemuin kamu dan dia ngehina dan nuduh kamu lagi atau bahkan dia kdrt gimana dek " ucap nina


"tapi aku udah banyak banget ngrepotin kakak aku ga enak biar aku di sini bantu bantu kakak ya "


"baiklah tapi jangan kecapekan di sini masih ada bibi yang bersihin rumah kamu siram tanaman aja ya jangan lebih " ucap nina dan mareta mengangguk


" non ada mas rangga di depan " ucap bibik


"makasih bik " ucap nina


"dek kamu di sini dulu nanti aku kenalin calon suami aku oke " jawab nina semangat dan beranjak keluar


"sayang" ucap nina


"hay kangen banget ya " ucap rangga


"aku kenalin seseorang sayang yuk masuk "ucap nina lalu ia melingkarkan tanganya ke pinggan rangga.


"dek " ucap nina


"iya kak " jawab mareta lalu ia menoleh


deg


rangga dan mareta saling tatap rangga pun kaget begitu juga mareta ia ketakutan hingga mareta mundur dan ingin melangkah pergi rangga langsung menari tangan mareta . Nina yang mepihatnya pun kebingungan sekaan minta penjelasan


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2