
...Happy Reading...
"ehmm jujur sebenarnya aku juga tidak percaya kak saat mendapat penjelasan dari bibi saya waktu itu " ucap mareta
"memang bibi kamu bilang apa sayang" sahut nendra
flahsback on
"reta sayang sini nak bibi mau bicara " ucap sang bibi
"ada apa bi " tanyaku berjalan mengampiri bibi
"kamu sudah besar mungkin ini waktunya kamu harus tahu siapa kamu sebenarnya"
"maksut bibi gimana "
"dulu ayah kamu menemukan kamu di di pinggir jalan yang tepatnya pada saat itu ayah kamu pulang bekerja dia melihat ada mobil yang kecelakaan waktu itu malam hari jarang ada orang lewat" ucap bibi
"jadi maksut bibi aku tidak mengerti bi tolong jelaskan "
"bibi tidak tahu pasti bibi hanya mendengar cerita dari almarhum ayah kamu dahulu ayahmu bilang dulu dia menolong korban kecelakaan tersebut korban kecelakaan itu adalah orang tua kamu sayang mereka menitipkan mu kepada ayah mu "
"lalu mereka kemana bi orang tua kandungku ayah ibu ku kandung bi " tanya mareta yang sudah mulai terisak
"mereka di kabarkan meninggal dunia setelah kecelakaan itu dan satu lagi ibumu meminta agar mengganti nama kamu dan menyembunyikan identitas asli mu " jelas bibi mareta yang ikut terisak
__ADS_1
"bibi aku tidak tahu harus percaya atau tidak tapi bibi juga ayah tidak mungkin berbohong untuk hal sebesar ini"
"bi nama asli ku siaapa aku ingin tahu " tanya mareta antusias dia berfikir bisa menemukan salah satu keluarganya
"kata ayah mu nama mu rania maharani"
flashback off
rangga pun terncengang begitu juga keluarga narendra dan yang berada di sana mereka tak menyangka jika mareta hidupnya penuh luka tifani memeluk dan mengusap punggung mareta untuk menguatkan.
"ra - rania maharani " sahut nina
"iya kak "
ucap nina dan lagi lagi membuat semua orang kaget
"benar, benar selama ini dugaan ku bahwa kamu adalah adikku mareta apa kamu memiliki selimut rajut yang ber iniasial R berwarna biru muda dan huruf R itu di rajut dengan benang berwarna emas" tanya rangga menggebu dan mareta pun mengangguk pelan bahkan dia langsung berdiri kenuju kamarnya
tak lama ia kembali membawa kotak segi empat lalu mareta memberikan kotak itu kepada rangga ranggapun langsung membukanya.
air mata rangga tak dapat di bendung akhirnya rangga laki laki tampan dan. gagah itu menitihkan air mata dan berhambur memeluk mareta "adikku adikku sudah kembali "
mareta masih tak percaya tetapi saat di dekat rangga dia jauh lebih tenang mareta merasakan kenyamanan tersendiri saat bersama rangga. semua
semua menangis teharu begitu juga narendra ia bagahia walau sempat cemburu dengab rangga.
__ADS_1
" tapi mama masiih ganjal dengan kecelakaannorang tua kalian sayang dan tidak mungkin jika tidak ada yang mereka takutkan dengan menyuruh mengganti nama mareta " ucap mama sarah
"tante semua ini adalah ulah dari saudara tiri papa om haris wiratomo dan istrinya tante lisa " ucap rangga yang sudah mengetahui tentang kecelakaan dan motifnya
"itu bukanya orang tua nabila mah pah " tanya nendra pada mama dan papanya
"betul apa motif mereka nak rangga "
"mereka begitu tamak dan rakus menguasai harta papa saya padahal semua sudah di bagi rata tapi entah kenapa dia merasa kurang bahkan dia membunuh kakak papa saya hanya untuk mengambil harta warisannya karena kakak papa saya om Bram tidak memiliki istri dan anak tetapi sekarang mereka sudah tenang di sana papa mama om bram tenang di surga karena aku sudah menemukan adik kandungku yang nakanya sekarang adalah mareta salsabila "
"bagaimana dengan haris dan lisa om selama 1 tahun belakangan ini tidak pernah melihatnya lagi hanya nabila yang sering datang kerumah '
"om haris perusahaannya bangkrut karena ada salah satu karyawannya yang korupsi om haris meninggal akibat serangan jantung dan tante lisa masuk rumah sakit jiwa setelah mendengar kebangkurtan suaminya " jelas rangga yang membuat semua tersentak kaget mereka tak menyangka dengan semua ini
"apa ini juga alasan nabila ingin mencelakai mareta berulang kali " ucap narendra
"bisa jadi tapi aku tenang karena dia sudah mendekam di penjara mereka harus merasakan karma yang sudah mereka perbuat " ucap rangga dengan wajah datar karena mengingat apa yang terjadi.
"kak" ucap mareta lalu memeluk rangga dengan erat sedikit demi sedikit amarah rangga meredam.
"aku kira tadi lo mau ngomong kalau lo suka sama istri gue huuhh bikin greget aja " ucap narendra dan mendapat jeweran dari mama sarah
"aaaww aaww mah sakit bisa putus kuping nendra tauk" rengek nendra dan membuat semuanya tertawa
...Bersambung...
__ADS_1