
...Happy Reading...
rangga dan mareta saling tatap rangga pun kaget begitu juga mareta ia ketakutan hingga mareta mundur dan ingin melangkah pergi namun rangga langsung menarik tangan mareta . Nina yang melihatnya pun kebingungan sekaan minta penjelasan.
"kalian saling kenal " tanya nina
"mareta kamu duduk " ucap nina dan mareta menurut kepalanya masih tertunduk
"ada apa kenapa mareta ada di sini sayang " tanya rangga pada nina
"jadi sayang mareta adalah orang yang udah aku tabrak waktu itu" jelas nina
"kenapa bisa " tanyanya lagi
akhirnya nina menjelaskan mareta pun mengangguk membenarkan rangga yang mendengarnya pun menghela nafas kasar .
"jadi narendra sudah menghina kamu dan menuduh kamu selingkuh ? "
" iya kak "
" narendra ? " ucap nina
" narendra alexander " jawab rangga nina begitu kaget ternyata mareta adalah istri dari narendra alexander
"kak aku mohon jangan beri tahu mas nendra kalau aku tinggal di sini " ucap mareta memohon, rangga yang kasihan pun mengiyakan entah ada rasa ingin melindungi dan membela pada diri rangga.
"kalau gitu kamu di sini saja, sayang aku titip mareta aku sudah menganggapnya seperti adiku sendiri " ucap rangga pada mareta dan nina . Nina yang tahu bahwa kekasihnya sangat merindukan sosok adik pun paham dan bisa merasakan. Rangga pun pamit karena ia harus ke kantor .
"kamu jangan khawatir, mas rangga ga akan bilang ke siapa siapa " ucap nina menenangkan mareta
narendra selama dua minggu ini ia tidak ke kantor ia terus mencari keberadaan mareta ia frustasi badannya sudah lemas ia mengabaikan makan dan istirahat, mama dan papa nya juga sudah pulang begitu juga diandra mereka semua mencari keberadaan mareta.
"nendra kamu makan dulu ya sayang kamu belum makan sama sekali " bujuk mama nendra
"gamau ma gamau " ucap narendra, saat narendra berdiri dan ingin ke kamar mandi tiba tiba ia pingsan
"papa diandra " teriak mama narendra yang kaget, diandra dan papanya yang berada di bawah segera naik ke atas di lihatnya narendra sudah terkapar di lantai mereka langsung bergegas membawa narendra ke rumah sakit.
"bagaimana dok "
" tuan narendra terkena tifus dia harus di rawat beberapa hari d sini agar kondisi tubuhnya bisa fit kembali " ucap dokter
di sisi lain mareta dan nina tengah berada di mall besar mereka berbelanja nina membelikan banyak sekali baju buat mareta
"dek kamu tunggu sini ya aku ke toilet bentar" ucap nina
__ADS_1
mareta tak sengaja melihat nabila bersama laki laki dan mareta merasa dirinya sangat kenal dengan laki laki itu. Dan benar itu adalah danu maha siswa baru di kampusnya.
"danu " seru mareta
danu dan nabila pun sontak kaget melihat mareta berada di mall ini mereka berfikir bahwa mareta sudah menjadi gembel setelah kejadian itu.
"hay mareta " ucap nabila dan danu bersama
" kalian ? " ucap mareta
" dia sepupu ku " jawab danu dan mareta pun mengangguk karena memang selama ini juga mareta tidak pernah tahu keluarga danu.
seketika senyum licik terukir di bibir nabila
"emm danu kamu beliin aku milktea ya " ucap nabila danu pun mengiyakan
"mareta kita ke bawah yuk makan di cafe aku lapar sekali " ucap nabila membujuk
"emm oke " jawab mareta sedikit ragu lalu nabila dan mareta berjalan ke bawah menggunakan eskalator.
"loh mareta sama siapa ? " ucap nina yang baru saja selesai dari toilet dan melihat mareta bersama seseorang.
di ssi lain nabila yang melihat sekeliling terlihat sepi akhirnya mendorong mareta ke bawah. Nina yang melihatnya pun berteriak kencang hingga orang orang sekeliling ikut melihat dan langsung menghpiri mareta.
"mareta " pekik nina
akhirnya orang orang membantu nina membawa mareta ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit nina langsung menelefon rangga untuk ke sana.
nina menunggu mareta di depan pintu berharap dokter segera keluar
ceklek
"dokter gimana keadaan adik saya " ucap nina panik
"nona adik anda membutuhkan banyak darah akibat benturan yang cukup keras dan kepalanya mengeluarkan banyak darah dan " ucap dokter terpotong
"dokter jangan bertele tele cepat katakan " ucap nina
"adik anda membutuhkan pendonor darah tetapi stok darah di rumah sakit ini yang sesuai dengan adik anda kosong "
"kosong pekik nina "
"sayang " ucap rangga yang baru saja datang
"mas rangga mareta butuh pendonor darah dan darah di rumah sakit ini kosong"
__ADS_1
" apa golongan darahnya "
"AB Negatif " ucap dokter
"Saya, saya sama ambil punya saya sekarang" ucap rangga lalu rangga dan dokter menuju ruang lab untuk memastikan .
setelah itu rangga berjalan menghampiri nina yang terduduk lemas.
"sayang " ucap rangga mengelus pundah nina
"mas gimana " tanya nina
"udah kita cari makan dulu ya kamu tadi belum makan kan ? " tanya rangga dan nina mengangguk, mereka berjalan ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan.
"sayang makananya di bungkus aja ya aku gamau ninggalin mareta lama lama " ucap nina
"hmm boleh sayang"
setelah mereka pergi dari kantin mereka berjalan ber pas pas an dengan bu sarah mama narendra dan diandra
"loh nak rangga " sapa bu sarap ramah dan rangga pun tersenyum karena ia tidak mengenali siapa bu sarah dia hanya mengenali narendra dan mareta.
"kamu rangga anaknya pak tirta kan " tanya nya
"iya ibu " jawab rangga sopan
"saya sarah ibunya narendra" sahut bu sarah
deg
"jadi beliau ibunya narendra gawat kalau dia sampai tau mareta di rawat disini "
" ah aw " nina tiba tiba merintih perutnya sakit
" kalau begitu kami permisi ibu mbak " ucap rangga sopan lalu ia meninggalkan bu sarah dan diandra
"sayang perut kamu masih sakit " tanyanya
"hehe "
"kok malah cengengesan sih " tanya rangga bingung
"tadi aku hanya mengalihkan pembicaraann sayang aku gamau mereka tau mareta di sini" keluh nina rangga yang paham pun hanya menggelengkan kepala.
"rangga " panggil laki laki itu
__ADS_1
...Bersambung...