
...Happy Reading...
"Hay sayang udah ke toiletnya lama banget kangen tau" ucapnya
"Iya mas maaf ya"jawabnya . ( Aku tidak mungkin memberi tahu mas Nendra kalau aku tadi tabrak an sama laki laki bisa bisa dia ngamuk dan marah lagi )batin Mareta
"Sayang kamu kenapa kok melamun ayo makan " seru Narendra
"Ah iya mas gak papa cuma mikir aja nanti bawa oleh oleh apa ya untuk mama papa dan kak Diandra" jelas Mareta berusaha tenang
Setelah berbincang bincang dan menyantap makanannya mereka berdua kembali ke Hotel yang mereka sewa.
5 Hari merekan di sana kini mereka tengah berada di pesawat menuju ke kota mereka tinggali.
"Sayang kamu masih takut? " tanya Narendra melihat wajah istrinya yg agak memucat
"hmm enggak kok mas aku gak papa " jawab Mareta perasaannya tiba tiba saja tidak enak entah ada apa dia takut.
"Ya sudah kamu tidur saja hgausah mikir apa apa oke " ucapnya dam di balas anggukan oleh Mareta
Bandara
Akhirnya mereka pun sampai di Bandara kini mereka tengah duduk menunggu jemputan karena tuan dan nyonya Alexander serta Diandra tak dapat menjemput mereka hanya supir yang menjemput makanya agak sedikit lama menunggu . Di saat menunggu tiba tiba ada wanita cantik yang merangkul pundak Narendra dan hal itu membuat Mareta terkejut tidak hanya Mareta Narendra pun tidak kalah terkejutnya.
"Hai Ndra Sayang" ucap wanita itu
"Nabila " seru keduanya
"Eh hay Mareta" ucapnya lalu melepas rangkulannya dengan senyum devil
"Mau apa kamu" tanya Narendra tegas
"Aku cuma mau jemput kamu sayang" jawabnya membuat keduanya geli mendengarnya
"Maaf ya Nabila Narendra sudah punya istri jadi saya mohon kepada anda tolong jangan usik hidup kami lagi" ucap Mareta yang sudah kesal terhadap tingkah Nabila yang selalu mengejar ngejar suaminya.
"Mareta aku tidak mengusik hidup kalian aku hanya kangen saja sama Narendra " ucapnya lalu merangkul kembali tubuh Narendra
"Lepas Nabila kamu sudah gila ya " ucap Nendra sambil mencekal tangan Nabila dan menghempaskannya hingga ia tersungkur ke bawah dan hal itu membuat orang orang melihatnya dan saling berbisik.
__ADS_1
"Narendra lihat saja nanti kamu akan jadi milikku seutuhnya tidak ada yang bisa mengambilmu jadi milikku" ucaonya sambil berdiri dan merapikan bajunya
Kini Nabila telah pergi tentu dengan perasaan yang teramat malu. Nabila tidak akan tinggal diam dia akan menyiapkan seribu satu cara agar Narendra jatuh kepelukannya.
Tidak lama kemudian supir pun datang dan membawa mereka ke dalam mobil.
"Amin nanti setelah ini antarkan saya ke kantor" perintahnya
"Baik den" jawab amin sang supir
"Mas kamu nggak capek apa baru pulang langsung ke kantor apa nggak besok saja" tanya Mareta dengan lembut
"Enggak sayang mas mau liat laporan kantor dan mau liat berkas berkas yang di buat meeting besok dengan Wijaya Group karena mereka sangat susah untuk bertemu klien" jelasnya
"Wijaya Group seperti pernah dengar" ucap Mareta pelan tapi masih terdengar sang empunya
"Perusahaan yang terkenal juga kan di kota ini bahkan lebih dari perusahaan Alexander tapi mereka banyak menutup diri " jelasnya
"oh gitu ya mas" jawabnya
"Den Narendra sudah sampai" ucap sang supir
"Sayang kamu masuk istirahat ya " ucapnya
"sayang mas ke kantor dulu ya " ucap Nendra sambil mengelus pucuk kepala Mareta "Amin mari kita berangkat" ucapnya kepada sang supir " baik den " jawab sang supit sopan .
Narendra pun pergi ke kantornya menaiki mobil membelah keramaian jalanan kota tersebut. 20 menit Narendra sampai di kantornya.
"Amin kamu langsung pulang saja nanti sore jemput kak Diandra" perintahnya " Iya den Narendra saya permiri dulu" ucapnya dan di jawab anggukan oleh Narendra
Setelah memasuki kantor Narendra di sambut oleh Adit " Adit gimana laporan minggu ini dan berkas buat meeting besok" tanyanya "Semua sudah beres tinggal bos mengeceknya saja" jawab Adit
Di ruangan Narendra
"Bagaimana Wijaya Group mau bekerja sama dengan perusahaan kita biasanya mereka selalu menolak" tanya Narendra kepada sang asisten "Entah tiba tiba saja mereka menerima tawaran kita untuk bekerja sama dengan mereka" jawab Adit
drrt drrtt drrtt
"Hallo"
__ADS_1
"Ah baik lah kalau begitu saya akan bicarakan kepada Pak Narendra "
"Sore ini di Cafe K baik terima kasih "
tut
sambungan telefon terputus
"Ada apa" tanya Narendra sambil membolak balikan dokumen "Wijaya group ingin meeting di majukan sore nanti" jawabnya " Huff oke lah panggilkan Sari untuk meeting nanti sore" ucap Narendra
Sore pun tiba mereka sudah berada di Cafe K tinggal menunggu CEO Wijaya Group datang.
"Gimana sari semua berkas sudah kamu bawa" tanyanya kepada Sari sekertarisnya "sudah pak " jawabnya
"lama sekali " keluh Adit karena mereka tak biasanya menunggu selama ini jika meeting dengan klien
1 menit kemudian laki laki paruh baya sedang berjalan ke arah meja mereka bersama laki laki muda dan tak kalah tampan dengan Narendra
"Maaf menunggu tadi ada sedikit kendala di jalan" ucap laki laki paruh baya tersebut lalu mereka saling berjabat tangan
"Tidak apa apa Bapak Tirta Wijaya mari silahkan duduk " jawab Narendra dengan sopan dan senyum
"Oh ya perkenalkan ini anak laki laki saya Erlangga Purna Wijaya yang nantinya akan menggantikan saya untuk memimpin Wijaya Group" ucap bapak Tirta Wijaya dengan tegas. Erlangga pun menanggapi dengan senyum ramah.
"Saya Narendra Alexander dan ini Aditya Pradipta asisten pribadi saya dan di sebelahnya Sari sekertaris saya" jelasnya dengan tegas
Setelah selesai meeting mereka masih berbincang bincang hangat di sana.
"Nak Narendra ini sudah menikah ?" tanya Bapak Tirta Wijaya
"Saya sudah menikah pak 3 bulan yang lalu" jawabnya dnegan sopan
"Wah pasti bangga sekali istri anda memiliki suami yang sukses dan berkharisma seperti anda nak Narendra " ucapnya
"Bapak bisa saja Bapak juga tak kalah sukses dengan saya pasti waktu masih mudah banyaj wanita yang mengantri" ucap Narendra di balas tawa hangat oleh Tirta Wijaya dan yang lain. hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka.
"Kalau begitu kami pamit dulu nak Narendra" ucap Tirta Wijaya
"Senang bekerja sama dengan anda tuan" ucap Erlangga menjabat tangan Narendra dengan senyum ramah
__ADS_1
"Senang bekerja sama dengan anda juga tuan Erlangga" jawabnya dengan ramah
......Bersambung......