
...*H**APPY READING*....
Mareta yang mendengarkannya pun terharu
"Tapi apa kamu serius mas kita menikah hanya di atas kertas tanpa ada perasaaan satu sama lain kita juga baru kenal aku taku di tengah pernikhana kita nanti akan ada masalah" ucap Mareta
"Jika pun ada kita bisa lewati sama sama aku yakin perasaan itu akan muncul setelah kita menjalani nya nanti" jawab Narendra santai
"Huuhh kamu memang tidak memikirkan bagaimana sulitnya aku harus menikah dengan orang yang baru saja aku kenal bahkan tidak memiliki perasaan apa apa dan tiba tiba menikah begitu saja" keluh Mareta
Narendra yang mendengarnya begitu gemas ingin saja ia menerkam dan memakannya saat itu juga tetapi dia ingat jika dia akan melakukannya ketika mereka sama sama memiliki perasaan yang sama.
"Mending kamu tidur udah malam besok kamu harus ke kampus untuk mengurus pendaftaran mu kan" jawabnya
"ya kalau gitu aku pergi dulu" jawab Mareta
Setelah Mareta keluar Narendra tersernyum senyum sendiri jika ada orang yang melihatnya pasti orang itu akan bilang kalau Narendra gila. Ya memang Narendra sudah gila karena gadis kecilnya sejak pertama kali bertemu entah bagaimana perasaan itu ada Narendra sendiri bingung dengan yang dia rasakan ya bisa. di bilang cinta pandangan pertama tetapi ada yang membuatnya gelisah yaitu perasaan Mareta , Mareta yang belum memiliki perasaan apapun kepadanya membuatnya gunda dia takut gadis kecilnya akan berpaling darinya. Apa lagi dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati yaitu tidak boleh mengikut campuri urusan pribadi dari masing masing pihak Narendra sebenarnya menyesal telah membuat perjanjian itu tetapi nasi sudah menjadi bubur dan Narendra bertekad untuk menakhlukan hati Mareta si gadis kecilnya dan menjadikan cinta pertama dan terakhirnya.
"Aaakkhhh kenapa gue bisa ceroboh membuat perjanjian itu bagaimana kalau dia berpaling dari ku atau memiliki pacar" keluhnya
"Gue harus nyari mata mata buat ngikutin dia , karena dari info yang gue dapat Mareta pernah dekat dengan laki laki waktu SMA" tambahnya
__ADS_1
Narendra sangat frustasi dan uring uringan karena ia tak mau gadis kecilnya menjadi milik orang lain sampai dia lupa dia adalah tuan muda Narendra Alxander yang bisa berbuat apapun termasuk merubah isi dari surat perjanjiannya .
"Akhh kenapa gue sampe sebodoh ini ya Tuhan" pekik Narendra keras untung saja dia sudah menyalakan pengedap suara
"Hallo Adit lo rubah isi surat perjanjian gue sama Mareta jangan ada perjanjian yang menuliskan kalau tidak boleh mengijut campuri urusan dari masing masing pihak lo hapus isi perjanjian itu "
"Memang kenapa Ndra apa lo udah mulai suka dan takut kehilangan sama gadis kecil lo ?" tanya Adit menggodanya
"Gausah banyak tanya lo lakuin aja perintah lo atau gaji lo bulan ini gue potong" ancam Narendra
"Iya iya gitu aja ngancem huuu" setelah menjawab itu adit langsung mematikan telfonnya sepihak.
"Malah dia yang marah sih sial" gerutunya
"Hmm capek banget gimana gue ngabarin Tifani ya gue ga pegang hp sama sekali sejak kejadian itu mana HP gue di taroh mana sama dia heran deh" gerutu Mareta lalu dia keluar untuk menanyakan kepada Narendra di mana HP nya berada.
tok tok tok
"Masuk" sahut Narendra dari dalam kamarnya
ceklek
__ADS_1
"Ada apa hmm kamu mau tidur bareng aku ?" tanya Nendra sambil mengernyitkan keningnya
"Ah bu-bukan begitu mas aku mau tanya " jawab Mareta
" Tanya tentang apa ? " jawab Nendra bingung
"Hp aku yang ketinggalan di sini waktu aku menanda tangani surat perjanjian itu kemana ya mas soalnya seinget aku ketinggalan di sini" jelas Mareta
"Oh HP kamu udah aku kasih ke pengemis" jawab Narendra santai
"WHAT " teriak Mareta
"Mas itu hp satu satunya yang aku punya kok di kasih pengemis sih" keluhnya
"Hp jadul kayak gitu aja di pelihara ingat ya Mareta Salsabila kamu sebentar lagi jadi istri Narendra Alexander kamu harus terbiasa dengan barang barang mewah dan mahal serta bermerk" sombongnya sembari mendekatkan wajahnya ke Marera
"Dasar sombong" ucap Mareta dan itu membuat Nendra geram
"Itu hasil kerja keras aku sendiri mas aku tidak seperti kamu apa apa minta ornag tua huhh menyebelakan seenaknya saja memberikan hp itu ke pada pengemis jika ingin ngasih beli lah yang baru kasih ke pengemis katanya orang kaya" cerocos Mareta yang membuat Narendra semakin geram dan tidak dapat menahan Narendra langsung menarik Mareta dan membawanya ke sofa Narendra semakin memajukan wajahnya hingga batang hidubg dan mata mereka saling bertemu rasanya Narendra sudah tak kuasa lagi menahannya hingga Narendra langsung me****t ****r mungil Mareta dan mengigitnya agar sang empunya membukanya Narendra mengabsen setiap incinya. Mareta terus memberontak dan memukul mukul dada bidang Nendra. Setalah beberapa detik menjalankan aksinya Narendra pun melepaskan ****r Mareta .
" Itu hukuman buat kamu karena kamu sudah berani mengataiku jika kamu masih berani lagi aku akan berbuat lebih dari tadi" ancam Nendra dan membuat Mareta sedikit kaget pasalnya dia belum siap untuk melakukannya bersama Narendra karena dia belum mencintai sang tuan muda. Tetapi Mareta sebebarnya sudah memiliki perasaan nyaman jika di dekat Narendra sejak sang bibi hadir di mimpinya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...