GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
APARTEMEN


__ADS_3

...HAPPY READING GAES...


Setelah selesai mandi Mareta merebahkan tubuhnya di kasur hari ini memang sungguh melelahkan baginya kepala nya terasa berat pikirannya campur aduk walau sudah melunasi hutangnya tetapi dia masih terjerat perjanjian dengan tuan Narendra yang entah sampai kapan akan berakhir, tak terasa kini ia telah tertidur pulas.


"Mareta sayang bibi yakin kamu pasti kuat nak" ujar sang bibi


"Bibi? " pekik Mareta


" Iya sayang Mareta kamu harus patuh pada suami mu nanti jaga dan sayangi dia bibi yakin dia yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu" ucap bibi Mareta


"Hiks tap bi aku tida mencintai dia bahkan aku hanya bertemu dengan dia satu hari mana bisa aku menyayangi nya" ucap Mareta sembari menangis


" Ini memang sudah jalannya sayang kamu harus bisa bibi yakin nak Narendra yang terbaik buat kamu ya bibi pergi dulu sayang jaga dirimu baik baik" ucap sang bibi lalu menghilang.


"BIBI" teriak Mareta. "Hah cuman mimpi apa bibi merestui kami tapi ini sungguh tidak adil" ucap Mareta sambil mengusap wajahnya kasar


"Jam 4 pagi lebih baik aku sholat dulu" tambahnya.


Setelah terbangun dari mimpinya Mareta memutuskan untuk sholat subuh terlebih dahulu sebelum ia melanjutkan beberes untuk pindah ke Apartemen tuan Narendra. Setelah Mareta selesai sholat pun ia memasak mie instan untuk sarapan karena tidak mungkin dia harus memasak nasiĀ  toh nanti dia tidak ada di rumah sini lagi dari pada mubazir pikirnya.


"Semua sudah slesai lebih baik aku mandi sebelum kak Aditya kesini menjemputku" ujarnya


"Astaga aku lupa pasta gigi ku habis dan aku belum membelinya"


"aku beli dulu lah di warung"


Setelah itu Mareta beranjak pergi ke warung terlebih dahulu untuk membeli pasta gigi , setelah itu ia pulang dan mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 6.00 sebentar lagi pasti kak Aditya akan kerumahnya. Dan benar saja setelah ia pulang membeku pasta gigi sang asisten tuan Narendra sudah stay di depan rumahnya.


"Kak Aditya" panggilnya


"kamu dari mana saja Mareta" tanya Adit


"Aku baru saja membeli pasta gigi karena habis jadi aku beli dulu " jawabnya


"ya sudah kalau begitu kamu mandi saja dulu saya akan menunggu kamu di sini " ucap Adit


" baik kak" jawab Mareta


Tidak pake lama Mareta kini telah selesai mandi dan bersiap lalu dia menenteng koper kecil dan tas nya.


"Kak aku sudah siap " seru nya


"ah baiklah , emm kamu cuma bawa segitu ? " tanya Adit


"Iya kak bajuku cuma sedikit" jawabnya


"Oke baiklah mari kita berangkat" ucap Adit

__ADS_1


Di dalam perjalanan mereka saling mengobrol dan tertawa kenapa Mareta akrab dengan Adit karena Adit berbeda dengan Narendra , Adit orangnya humoris dan tidak dingin dan cuek berbeda dengan Narendra sebenarnya Narendra adalah laki laki yang periang dan murah senyum tetapi setelah kejadian 2 tahun lalu dia berubah menjadi dingin dan cuek .


"Oh ya kak aku mau tanya boleh " tanya Mareta


"boleh mau nanya apa emang ? " tanya balik Adit


"Om eh mas Narendra itu emang orangnya kayak gitu ya galak ngeselin" ucap Mareta


"haha iya dia emang begitu tapi dia sebenarnya baik kok asal kamu tidak ngebantah perintah dia saja " jawab Adit


"oh gitu ya tapi aku takut kak kalau dia marah dan melotot matanya kayak mau copot saja" ucapnya


"kamu gausah takut Mareta dia tidak akan menyakiti kamu" ucap adit santay


"kenapa kak kemaren saja dia bentak bentak aku " adunya


" ya lihat saja nanti yang penting kamu harus nurut dan patuh " jawab adit


Mareta hanya menganggukan kepalanya sembari ternsenyum kepada Adit.


"sudah sampai mari aku antar" ucap adit


"iya kak " jawab Mareta singkat pasalnya dia sangat takut dengan Narendra dia membayangkan jika Narendra akan menyiksanya sepeerti cerita di novel- novel.


"Mareta ayo masuk malah melamun" ucapan adit seketika membuyarkan lamunan Mareta.


"Ah iya kak maaf" jawab Mareta dengan cepat lalu Mareta mengikuti Adit sambil menyeret kopernya.


"Gue di ruang kerja" sahut Narendra


"Gue kesitu bos" jawab Adit


Di ruang kerja


"Bos nih gadis kecil" bisik Adit seseampainya dia di ruangan kerja Narendra


"Ya sudah sana balik ke kantor" perintah Narendra


"Ngusir nih ceritanya" cibir Adit


"Kalau iya emang kenapa berani kamu" sahut Narendra


Mareta yang sedari tadi hanya menyimak dan membayangkan apa yang terjadi pada dirinya nanti setelah Adit pergi.


"Udah udah sana balik ke kantor" ucap Narendra


"iya iya , dan Mareta kamu disini aku balik dulu nanti ada pembantu yang banuin kamu bentar lagi pembantunya datang" ucap adit memberi tahu Mareta agar Mareta juga sedikit lega karna ada pembantu pasti ada yang menemaninya

__ADS_1


"Baik kak" sahut Mareta


Setelah Adit pergi di ruangan itu hanya ada keheningan karena tak ada yang saling menyapa atau hanya sekedar bertanya.


Ting


Setelah mendengar suara bel pintu Narendra segera beranjak dari kursi kebesaranya dan menarik Mareta untuk keluar dari ruangan.


" Bi antar nona Mareta ke kamarnya dia calon istri saya dan minggu depan saya akan menikah jadi bibi tolong bantu untuk mempersiapkannya" perintah Narendra


"Baik den" jawab bi Asih. " Nona mari saya antar ke kamar nona" ucap bi Asih lalu di balas anggukan oleh Mareta. Mareta tak berani berkata satu kata pun di depan Narendra karena dia yakut salah bicara


"Ini kamar non Mareta bibi bantu bereskan pakaiannya ya non" ucap bi asih sembari tersenyum ramah


"Ah tidak usah bi saya bisa sendiri nanti malah merepotkan bibi" jawab Mareta sopan


"Tidak papa non sudah kewajiban saya"jawab bi Asih dengan kekeh


"Ya sudah bi kalau begitu" jawab Mareta


Mareta dan bi Asih membereskan pakaian Mareta sembari ngobrol dan bercerita Mareta juga menanyakan apakah bi Asih menginap atau pulang pergi , ternyata bi Asih hanya bekerja mulai jam 6 pagi sampai 7 malam karena bi Asih ada suami di rumah . Setelah selesai beberes bi Asih pun melanjutkan pekerjaannya dan Mareta pun masih diam di kamarnya ia tak berani keluar kamar.


Tok tok tok


"Non Mareta di panggil den Narendra di kamarnya"


"Baik bi saya akan segera kesana" jawab Mareta lalu ia segera pergi ke kamar Narendra


Tok tok tok


"Masuk" jawab Narendra dari dalam kamar


Ceklek


"Ada apa mas manggil aku kesini? " tanya Mareta


"Tidak papa, temani saya di sini duduklah di sofa" jawabnya dengan lembut


"Iya mas" sahut Mareta ia agak sedikit gugup karena takut


"Ini buat kamu" ucapnya sembari memberikan paper bag


"ini apa mas?" tanya mareta dengan raut wajah bingung


"itu baju pakailah nanti malam akan saya ajak kamu ke rumah orangtua saya" jawabnya


"baik mas kalau begitu saya permisi dulu" ucap Mareta lalu dia beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Narendra

__ADS_1


Apakah orang tua Narendra merestui nya atau bahkan sebaliknya


...Bersambung...


__ADS_2