
...Happy Reading...
"total berapa mbak" tanya tifani pada pelayan dan pelayan pun menyebutkan totalnya tifani mengambil uang dan ingin memberikan kepada pelayan.
"tidak usah biar saya yang bayar semuanya makasih karena udah jaga istri saya" sahut nendra
tanpa fikir panjang tifani mengiyakan ucapan narendra toh juga narendra orang kaya sesekali ditraktir pikirnya.
"makasih kak kalau gitu aku pulang dulu" pamit tifani
"sayang ayo kita pulang" ucap narendra dan beranjak keluar menggandeng tangan mareta
dengan perasaan kesal mareta mengikuti narendra saat tiba di parkiran tiba tiba mereka bertemu rangga.
"kak rangga" seru mareta
"hay bro " ucap narendra ketika juga melihat rangga di sana
rangga yang melihatnya pun tersenyum dan menghampiri mereka.
"wiss kalian udah mau pulang nih " ucap rangga
"iya ni kita udah selesai makan " jawab narendra dan rangga pun mengangguk mereka berbincang bincang sebentar lalu rangga pamit masuk karena ada meeting dengan klien di cafe sini.
sesamapinya di rumah mareta pun masuk ke rumah di susul narendra
"mas nanti kamu mau di masakin apa buat makan malam" tanya mareta
"terserah kamu sayang apapun yang kamu masak pasti aku makan asal jangan beracun" jawab narendra terkekeh
"ih mas ya masa aku ngeracunin mas yang ada ntar aku jadi janda ihh ga bisa bayangin deh" ucap mareta bergidik
narendra tertawa kecil melihat celotehan istrinya lalu ia menangkup kedua pipi mareta.
__ADS_1
" kamu tu cerewet ya sekarang " ucap narendra mencubit pipi mareta gemas
"ih mas sakit tauk" rengek mareta dan mengusap ngusap pipinya
"haha maaf sayang" jawab narendra lalu ia mengusap pipi mareta dan mencium nya setelah itu ia pamit untuk kembali ke kantor.
Narendra yang sedang memeriksa berkas kantor tiba tiba menerima pesan dari seseorang.
"sial nomornya ga aktif " gerutu narendra ia langsung menyambar kunci mobil dan bergegas keluar.
Adit yang menatap kepergian Narendra pun tampak berfikir " jangan jangan .... " adit tidak melanjutkan dia langsung lari mengikuti narendra karena ia takut sahabatnya tidak bisa berfikir jernih.
"ndra tunggu" ucap adit saat melihat narendra ingin membuka pintu mobilnya
akhirnya mereka berada dalam perjalanan ke rumah narendra .
"ada apa "tanya adit penasaran tanpa menjawab adit memberikan handphone nya kepada adit , adit yang paham langsung menerimanya dan mencari sesuatu dan benar dia menemukan pesan singkat dari nomor yang tak di kenal yang berisi jika ingin istrimu selamat datanglah ke gedung x tanpa membawa polisi.
"kita kecolongan " ucap adit setelah membaca pesan itu dan narendra mengangguk dia diam tapi fikirannya kemana mana. Dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi hingga dia sampai di depan gedung x gedung tua tapi masih sedikit orang yang menggunakan.
Narendra langsung mendobrak pintu ruangan yang sudah di tunjukkan matanya mencari sosok istrinya tetapi dia tidak menemukan siapapun di dalamnya. Tetapi matanya terfokus pada benda kotak di atas meja narendra mendekatinya dan membuka kotak tersebut yang ternyata isinya adalah foto di mana mareta tidur dengan laki laki lain. Narendra yang tidak bisa berfikir jernih saat itu pun ia langsung menuju rumahnya adit tampak kebingungan namun dia tidak berani bebicara satu kata pun.
MARETA
panggilanya dengan keras dan penuh kekuatan membuat seisi rumah sontak kaget.
"ada apa sih mas" tanya mareta
"kenapa teriak teriak" tanyanya
"apa yang sudah kamu perbuat ? " tanya nendra dengan tatapan tajam
"apa sih maksut kamu mas buat apa dari tadi aku di rumah masakin buat makan malam nanti kan " jawab mareta.
__ADS_1
"kapan kamu tidur dengan laki laki lain selain aku " tanya nendra
"tidur ? " jawab mareta kaget dia bingung apa maksut narendra bertanya seperti itu jelas jelas dia selama ini berada dalam pengawasan yang ketat.
"iya kenapa kamu kaget kan kenapa saya bisa tahu hahaha bodohnya saya mempercayai wanita murahan seperti kamu mareta saya tidak habis fikir kamu berbuat seperti itu saya kira kamu wanita baik baik ternyata sama saja dengan wanita di luar sana matre murahan " ucap narendra emosi dan penuh penghinaan. Mareta kaget hatinya teriris begitu sakit mendengar suaminya menghina nya di depan pekerja di rumah.
"mas ada apa maksut kamu apa aku tidak pernah melakukan hal kotor seperti itu selama ini aku selaku di rumah menunggu mu pulang kerja kenapa kamu tega berbicara seperti itu " ucap mareta dan air matanya mengalir begitu deras bersama rasa sakit yang ia terima ia tak menyangka bahwa suaminya bisa seperti itu.
Mareta berlari pergi meninggalkan narendra yang masih berdiri di sana.
"Tuan " ucap salah satu bibi
"tidak usah di kejar wanita matre dan murahan deperti dia pasti akan mencari laki laki penghangat di luar sana " ucap narendra sontak membuat semua kaget termasuk adit, adit segera keluar dari rumah narendra ketika narendra sudah berada di kamar adit segera mencaru mareta yang entah kemana perginya ia tidak percaya apa yang di katakan. narendra karena dia tahu pasti itu hanyalah jebakan.
"sial siapa yang merencakaan semua ini" batin adit dia segera menghubungi anak buahmya agar membantu mencari mareta.
di sisi lain
Rangga yang pulang dari cafe sehabis meeting dengan klien pun memtuskan untuk pulang ke rumahnya.
"Pa " ucap Rangga
"udah pulang " jawab papa rangga
"udah pah" jawab rangga membaringkan tubuhnya di sofa
"kenapa lesu gitu mukanya " tanya nya
"biasa lah pa " jawabnya
"kamu harus sabar selama ini kamu sudah nyariin sekuat tenaga kamu loh nanti kamu drop lagi " ucap papa rangga
"yaudah pa aku ke kamar dulu pusing banget "
__ADS_1
di kamar king zise rangga merebahkan tubuhnya setelah mandi "kenapa saat berada di dekatnya aku selalu nyaman dan tenang seakan beban fikiranku hilang hanya dengan melihat senyumnya bahkan hanya mendengar suaranya " batin rangga
...Bersambung...