
...HAPPY READING...
^^^Nabila yang masih kaget pun akhirnya gelagapan dia tetapi berusaha menyembunyikannya di depan Diandra yang menatapnya sedari tadi.^^^
"Eh kak Diandra kakak di sini to sama siapa oh ini asisten kakak" tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan
"Sorry ya maaf tadi aku gatau kalau kamu asisten kak Diandra" elaknya agar Diandra mempercayai kebohongannya
"Sudah lah Nabila aku tau sifat kamu sebenarnya" ucap Diandra "mau ganti rugi berapa melihat bajumu yangg kamu pakek ini seharga 5jutaan ya nih ambil " tambah Diandra seraya memberikan uang sebesar 5jt
"Yuk Ret kita pulang aku jadi ga mood di sini panas" ucap Diandra
Mareta yang sedari tadi diam dan hanya menyimak pembicaraan mereka akhirnya hanya menurut dengan ucapan Diandra sebenarnya Mareta ingin bertanya siapa wanita tadi tetapi dia takut jika nanti akan menambah kekesalan kakak iparnya.
Sesampainya di perjalanan pulang Diandra memutusakan akan mencari restoran dekat rumahnya saja.
"Mareta kita makan di restoran saja ya kamu kan belum makan sedari pulang kuliah" ucap Diandra sambil menyetir mobil
"Iya kak" jawab Mareta
"Ret maaf ya atas kejadian tadi di mall pasti kamu nggak nyaman banget" seru Diandra
"Nggak papa kok kak lagian dia juga udah minta maaf sama aku" jawabnya
"Huff dia itu sebenarnya temennya Nendra" akhirnya Diandra pun membuka suara tanpa harus Mareta bertanya . " Namanya Nabila Haruka dia teman seangkatan Nendra dia sedaei dulu ter obsesi sama Nendra suami kamu itu apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan hati Nendra tapi untungnya Nendra tidak sama sekali menggubrisnya" jelas Diandra
"Tapi dia cantik kak kenapa mas Narendra tidak menyukainya bahkan mungkin hampir laki laki pasti menyukainya" ucap Mareta
"Heh mana mau Nendra sama dia Ret perempuan bermuka dua dia hanya mengincar harta keluarga Alexander"
"Iya jika laki laki lain mungkin akan menyukainya karna dia cantik dan seorang model tapi mereka tidak tahu kan siapa dia sebenarnya" jawabnya
"Iya sih kak" jawab mareta lalu ia termenung dengan apa yang telah di ceritakan Diandra begitu membuat fikirannya terguncang ia takut jika suaminya nanti akan menjadi milik wanita lain apa lagi milik wanita itu dia tidak rela jika harus berpisah dengan suami tampan nya entah mengapa setelah pernikahan itu Mareta sedikit gelisah jika jauh dari nya dan sangat nyaman di dekatnya entah hanya perasaannya saja atau memang dia sudah memiliki perasaan ke Narendra. Narendra yang memiliki wajah tampan dan berkhariwsma yang mampu menghipnotis setiap orang memandangnya di luar sana membuat hatinya campur aduk ia berfikir bagaimana kalau di luar sana suaminya sedang bersama wanita wanita cantik seperti bos bos besar yang bersenang senang di bar dan bergonta ganti wanita. "Kenapa dia bisa berfikir seperti itu kesalnya sendiri" .
Mareta masih bergelud dengan fikirannya yang campur aduk dan kemana mana memikirkan suami tampannya setelah mendengar cerita kakak iparnya. Sampai ia tak menyadaei sedari tadi Diandra telah memanggilnya karena mereka sudah sampai di restoran.
__ADS_1
"Mareta hay " panggilnya
"Dek " panggilnya lagi sembari mengguncang tubuh Mareta setelah itu Gadis itu tersadar dari lamunanya.
"Eh kakak ada apa" tanyanya
"Kita udah sampai Ret" jawabnya " kamu kenapa melamun aku panggil dari tadi ga nyaut nyaut are you oke ?" tanyanya
"Hmm am oke kak" jawab mareta dengan senyum manisnya berusaha menyembunyikan kegelisahannya
"yaudah yuk turun" ajak Diandra
Mareta mengangguk, untung saja wanita cantik iti tidak mempertanyakan lagi kenapa dia melamun batinya merasa sedikit lega karena dia tidak tahu harus menjawab apa.
Mereka sudah berada di dalam restoran dan memesan makanan yang akan mereka santap. Sembari menunggu mereka berbincang bincang masalah makanan Diandra mengenalkan makanan yang enak di restoran tersebut yaitu beff steak dan spaghetti bolongnese kesukaannya dan lemon tea sebagai minuman pendampingnya .
"Pokok kamu harus coba nanti pasti enak banget aku jamin" ucap Diandra
"Aku jadi ga sabar deh kak " jawab Mareta yang sedari tadi cacing di perutnya sudah demo meminta untuk segera makan.
" Gimana dek enak kan nambah lagi nggak" tanyanya
"Enak banget kak hehe nggak deh lain kali aja aku mau ajak mas Nendra makan kayak ginian" jawab Mareta dengan wajah ceria seakan lupa dengan apa yang ia fikirkan tadi
"kalau gitu aku bayar dulu ya bentar" ucapnya "waiter" panggilnya
"ada yang bisa saya bantu nona" tanya sang waiter
"Totalnya berapa mbak " tanyanya
"Totalnya jadi 570 ribu nona"
"Ambil kembaliannya" ucap Diandra
"Terimakasih nona"
__ADS_1
.
.
.
"Akhirnya sampai rumah juga dek "ucap Diandra dan di jawab anggukan oleh Mareta.
"Kamu nyari siapa Nendra ya kok celingukan" tanyanya
"Iya kak mas Nendra tumben udah sore belum pulang" jawabnya dan di balas senyuman oleh Diandra
"Mungkin masih ada meeting dek kamu tunggu aja ya mending kamh mandi biar seger kakak juga mau ke atas dulu mau mandi gerah" ucapnya dengan mengusap kepala Mareta. Mareta pun menganggukkan kepala lalu ia berdiri dan ikut ke atas untuk mandi.
Jam demi jam berlalu Mareta terus menunggu kepulangan suaminya hingga menunjukkan pukul 22:00 malam Narendra tak kunjung pulang tidak ada suara mobil masuk ke pekarangan rumah besar itu. Hatinya gelisah tak lama ia mendapat pesan dari nomor yang tak di kenal Mareta segera membuka pesan tersebut setelah membuka pesan itu Mareta membelalakan matanya begitu terkejut dirinya melihat sebuah foto suaminya dengan wanita yang ia fikirkan tadi sedang berduaan di sebuah cafe. Tangannya bergetar tak terasa cairan bening pun mengalir di pipi putihnya sesad di dadanya ia tak sanggup melihat foto itu lagi ia menjatuhkan hpnya di lantai. Ia terduduk lemas di tepi tempat tidur dan menangis ia tak sanggup membayangkan hal hal lain yang akan terjadi setelah itu. Fikiran Mareta kacau ia tak tahu harus bagaimana menghadapinya ia tak percaya namun foto itu sudah menjadi bukti bahwa itu memang nyata adanya. Ia teringat dengan ucapan Diandra tadi bawah Nabila sangatlah terobsesi dengan Narendra apa saja akan ia lakukan untuk mendapatkannya.
Sedangkan Diandra yang baru saja kembali dari dapur untuk mengambil minuman karena kerongkonganya kering tak sengaja mendengar isak tangis di kamar adiknya.
"Mareta" pekik Diandra setelah melihat Mareta sedang terduduk di twpi tempat tidur dan menangis. Lalu ia menaruh minumanya di atas meja dan menghampiri Mareta lalu memeluknya.
"Kamu kenapa dek" Diandra ikut gelisah
"Jawab kaka dek Mareta kamu kenapa bilang sama aku ada apa" tanyanya tidak ada jawaban dari Mareta yang ada Mareta malah menangis histeris. Diandra melihat HP yang tergelatak tak jauh dari Mareta , ia mengambilnya dan membuka nya Diandra juga tak kalah kagetnya saat melihat foto itu. Ia lalu menenangkan Mareta sembari menghubungi Narendra tapi entah kenapa tidak ada jawaban sama sekali ia ikut kesal dengan sang adik kesayangannya ia juga tak habis fikir kenapa Nendra mau berduaan dengan wanita itu. dan tidak memikirkan istrinya yang di rumah gelisah meunggunya pulang.
"Kamu tanang ya kakak akan menghubungi mama dan papa biar mereka tahu apa yang di lakukan Nendra ke kamu " ucap Diandra
"Ga ga usah kak jangan " jawab Mareta sesegukkan
" Kenapa dek biar mama papa tahu dan menegor Nendra nantinya"
"Aku gamau kak kalau mas Nendra di marahin sama papa dan mama aku gamau ngebuat mas Nendra marah sama aku dan ngebuat mama sama papa kepikiran dan mengganggu liburannya" jelas Mateta kepada Diandra
Ceklek
Suara ganggang pintu yang di putar dan pintu pun terbuka betapa terkejutnya orang itu melihat apa yang terjadi di dalam kamarnya.
__ADS_1
......Bersambung......