GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
Flashback


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah selesai pulang meeting Narendra bergegas untuk pulang menemui sang istri pujaan hatinya yang selama ini sudah mengganggu fikirannya.


Di dalam mobil yang di kendarai Narendra, Narendra membayangkan kejadian yang membuatnya tak bisa berpaling. Narendra tersenyum senyum sendiri untung saja Amin tak melihatnya.


Flashback On


Restauran B


Seorang laki laki tampan dan gagah sedang terburu buru berjalan memasuki Restauran tersebut sambil membawa setumpuk berkas.


"Hallo"


"Kamu dimana lama sekali " Suara laki laki paruh baya yang sudah menunggunya di dalam


"Iya pa sebentar lagi sampai, Narendra sudah menuju kedalam " jawab Narendra


Di sisi lain ada perempuan cantik dan temannya yang memakai seragam sekolah tengah berjalan menuju pintu keluar restauran tersebut sambil menunduk memasukkan buku ke dalam tasnya.


"Stef kamu udah paham kan tadi yg aku jelasin" tanya Mareta. Ya gadis cantik tadi adalah Mareta ia baru saja kerja kelompok waktu itu ia duduk di bangku kelas 3 SMP ia bersama stefani sahabatnya dan temannya yg lain.


"Udah kok tenang aja ret" jawab Stefani


"Bagus deh " ucap Mareta sambil memasukkan buku ke dalam tasnya


Bruk

__ADS_1


Auwhh


Mareta yang tidak fokus dengan jalan pun menabrak Narendra hingga Mareta sempat ingin jatuh tapi untung saja Narendra dengan sigap menangkapnya . Lama mereka saling pandang dan saling mengagumi.


" Maaf pak saya nggak sengaja" ucap Mareta tulus


"Iya pak maafin teman saya dia ga sengaja" tambah Stefani membela sahabtnya itu


"It's oke gue buru buru jadi males ngeladenin kalian yang anak ingusan" jawab Narendra santai.


🌿


Di sebrang jalan nampak Narendra sedang ingin menyebrang menggunakan mobilnya tak sengaja ia menabrak perempuan .


Narendra turun dan menghampiri perempuan tersebut "astaga" pekik Narendra keras " kamu ga papa kan ?" tanya Narendra pada perempuan itu.


Narendra sempat kaget ternyata ia adalah anak ingudan yang menabraknya di cafe hari lalu . "Kamu " seru nya "Bapak" ucap Mareta "Saya nggak papa pak saya permisi" ucapnya lagi sambil berdiri memegangi siku nya yg terluka.


"Ini kartu nama saya dan ini uang buat kamu berobat dan jangan perpanjang masalah ini saya buru buru" ucapnya


"Maaf pak saya tidak butuh uang bapak " jawabnya sembari mengukur tanganya untuk menolak uang yang di sodorkan Narendra. "Saya permisi" ucapnya lagi lalu pergi


"Sombong sekalu dia baru kali ini ada perempuan menolak uang dari gue biasanya mereka yg slalu minta dengan berbagai alasan" gerutunya sambil berjalan menuju mobil.


🌿


"Bos ini berkasnya" ucap laki laki kepada bosnya namun tak ada jawaban sama sekalu yang ada bosnya melamun dan tersenyum senyum sendiri, kesambet setan mana batinnya.

__ADS_1


"Bos" pekik laki laki itu keras


"Ngagetin aja lo, ada apa ? " tanyanya


"Lo yang ada apa dari tadi gue panggilin lo ga nyaut nih berkas lo tanda tanganin " ucapnya


"Lo kenapa melamun dan senyum senyum nggak jelas gila lo kesambet setan mana? " tanya nya lagi dengan nada mengejek


"Sial lo " Laki laki itu tertawa lepas


"Gue beberapa kali ketemu perempuan dia cantik dia anak SMP dan dia beda dari perempuan mana pun " jelasnya dengan tersenyum senyum sambil mengingat pertemuannya dengan gadis itu.


"Wait wait jangan bilang lo naksir sama itu cewek" ucapnya "Seorang Narendra naksir anak SMP apa kata dunia bos" ucapnya lagi lalu tawanya meledak.


"Sial lo dit gue serius apapun caranya gue bakal dapetin tu cewek setelah dia lulus SMA gue akan nikanin dia" ucapnya dengan serius dengan wajah yang tampan hidung mancung di tambah senyumnya yang sangat manis membuat siapapun yang melihatnya terkesima kecuali Adit sang asisten.


"Oke oke kita lihat nanti bos" ucap Adit


Flashback Off


Bibirnya melengkung menunjukkan bahwa ia sedang dalam kondisi tenang namun sangat bahagia mengingat kejadian masa lampau yang kini tengah ia dapatkan sesuai perkataanya. "Akhirnya kamu menjadi milikku sutuhnya Mareta Salsabila" batinya dengan senyum terukir indah di wajah tampannya. Hingga tak terasa mobil yang ia tumpangi telah sampai di halaman rumah yang mewah nan megah.


Tampak seorang wanita cantik duduk di teras tengah berbincang dengan sang kakak ipar sebutnya. Narendra turun dari mobil dengan langkah cepat menghampiri istri cantiknya yang selama ini telah mengguncang hatinya. Mareta pun menyambut suaminya dengan pelukan hangat.


"Masuk yuk aku siapkan air hangat untuk kamu mas" ucapnya sembari membawakan tas milik Narendr. " Kak aku ke dalam dulu ya" pamitnya kepada sang kakak ipar dan di jawab anggukan serta senyuman manis oleh Diandra.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2