GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
di traktir


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah merasa hatinya tenang tifani memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore dan juga ia sudah di jemput oleh supirnya.


Narendra turun ke bawah menghampiri mareta yang tengah duduk sambil menonton tv chanel kesukaan dia.


" lo tifani udah pulang sayang ?" tanyanya dan mareta mengangguk matanya masih fokus kepada layar televisi


nendra merasa kesal karena di cuekin dengan istrinya nendra lalu pergi menuju kamarnya dan tidur.


mareta yang selesai menonton televisi pun beranjak pergi menyusul nendra ke kamar. di lihatnya suaminya yang tengah tertidur lelap mareta lalu kembali turun untuk menyiapkan makan malam. setelah selesai mareta naik ke atas untuk membangunkan narendra.


"mas bangun " ucapnya lembut ia mengusap rambut nendra pelan nendra yang merasakan ada sesuatu di kepalanya pun terbangun.


"sayang" ucapnya dengan suara parau khas bangun tidur


"mandi lalu turu makan malam ya" ucap marera dan nendra mengangguk


kini mereka tengah menyantap makan malam nendra terlihat sangat lahap makannya entah karena kelaparan atau doyan tak biasanya ia menghabiskan dua piring..


"pelan pelan dong mas makannya nanti keselek"


"iya sayang uhuk uhuk "


"tuh kan nih minum dulu " ucap mareta dan menyodorkan segelas air putih


"kenyang banget alhamdulillah " ucap nendra dan mareta hanya geleng geleng kepala


"mas kamu laper apa doyan ? " tanya mareta keheranan tidak biasanya suaminya makan sebanyak itu


"gatau sayang masakan kamu enak banget makanya aku nambah" jawabnya


mereka telah selesai makan malam kini mereka berada di balkon menghirup udara malam sambil bercengkraman .


hingga udara semakin dingin akhirnya mereka masuk ke kamar dan tidur.


ke esokan harinya seperti biasa mareta ke kampus di antar narendra pagi pagi sekali.


"kamu belajar yang bener sayang" ucap narendra dan mareta mengangguk lalu tersenyum sebelum turun mareta mencium pipi narendra.

__ADS_1


"daaaa mass" ucap mareta dan melambaikan tanganya


terdengar suara nyaring dari tempat parkir yang memanggil namanya mareta lalu menoleh dan tersenyum ternyata tifani yang memanggilnya.


"hay " ucap mareta lalu menghampiri tifani


mereka berjalan beriringan menuju kelas karena mata pelajaran akan di mulai.


tak lama danu datang dan duduk di sebelah mareta.


dosen pun masuk memberikan materi untuk hari ini setelah itu ia memberikan tugas untuk di kumpulkan siang nanti.


mareta tampak kebingungan "lo kenapa ? " tanya danu "aku lupa ga bawa bolpen " jawab mareta sambil terus membolak mbalikkan tasnya


"nih gue bawa lebih lo pakek aja " ucap danu dan mareta mengambilnya dan bilang makasih kepada danu


beberapa jam kemudian mata kuliah berakhir di lanjut mata kuliah berikutnya hingga selesai tak terasa matahari mulai naik dan berada di atas, cuaca sangat panas mareta dan tifani pun ke sebuah cafe depan kampunya untuk makan siang .


setelah berada di sana mereka menunggu pesanan datang tiba tiba tifani keblet dan ingin ke toilet.


setelah selesai tifani keluar melewati lorong ia seperti melihat danu di sana sedang mengobrol dengan seorang wanita yang terlihat cantik tapi umurnya sedikit lebih tua soalnya danu memanggilnya kak.


"sudah hampir 50% kakak tenang saja aku pasti akan mendapatkannya" ucap danu pada wanita itu


senyum manis terukir di wajah wanita itu


"bagus lanjutkan tidak sia sia tante menyuruhmu pindah ke sini ada gunanya juga" ucap wanita itu tersenyum licik


"huhh untung aku sayang kakak kalau tidak aku tidak sudi mau mendekari istri orang walaupun dia cantik tapi aku masih waras" ucapnya laku tertaqa bersama


di sisi lain mareta dan tifani tengah menyantap makanannya


"ret aku tadi kayak lihat danu di lorong toilet " ucap tifani


"terus " jawab mareta lalu menyendokkan makanan ke mulutnya


"ya kan dia bilang mau pulang duluan karna mamanya sakit tapi" ucap tifani menggantung


"ya mungkin dia beliin mamanya makanan kali tif udah jangan mikir negatif " jawab mareta tifani yang ingin menjelaskan kalau danu sedang berbincang dengan wanita cantik pun mengurungkan niatnya ia berfikir mungkin hanya kebetulan bertemu.

__ADS_1


"kamu kenapa celingukan ret" tanya tifani


"nyari mas nendra" jawabnya


"memang dia ada disini " tanyanya lagi "iya tif dia tadi mau nyusul kita kesini katanya udah sampai parkiran"jawab mareta


tidak lama narendra pun datang dengan senyum manisnya membuat kaum hawa yang melihatnya sampai tak berkedip


mareta pun cemberut melihat para wanita di sana melihat suaminya


"hay kamu kenapa sayang ? " tanya nendra


"lihat mas kamu di lirik banyak cewek disini" kesal mareta dan tifani pun tertawa kecil melihat pasangan suami istri itu.


"kamu kayak gatau aja ret kamu sendiri di kampus juga sering di lirik mahasiswa di kampus padahal mereka tahu kamu sudah menikah" ucap tifani terkekrh tapi berbeda dengan narendra ia seperti kebakaran melihat istrinya di lirik laki laki lain


"bener apa yang di ucapkan tifani sayang ?" tanya nendra dengan kesal


"kenapa jadi mas yang kesel seharusnya kan aku " jawab mareta dengan membuang muka


tifani yang menyaksikan nya puj tak kuasa menahan tawa dia puas sekali bisa melihat CEO Alexander group sedang cemburu.


"sudah lah ga asik kalian berantem aku pulang saja lah kalau gitu " ucap tifani memecah keributan keduanya


"eh ikut "jawab mareta cepat. "kamu pulang bareng aku sayang" sahut nendra "gak" jawab mareta


"sudah sudah ga malu apa di liatin orang " setelah mendengar ucapan tifani mereka pun akhirnya diam


"aku pulang dulu mareta kamu pulang sama suami kamu ya jangam berantem hanya masalah kecil tidak baik " ucap tifani lalu memanggil pelayan .


"total berapa mbak" tanya tifanu pada pelayan dan pelayan pun menyebutkan totalnya tifani mengambil uanh dan ingin memberikan kepada pelayan.


"tidak usah biar saya yang bayar semuanya makasih karena udah jaga istri saya" sahut nendra


tanpa fikir panjang tifanu mengiyakan ucapan narendra toh juga narendra orang kaya sesekali ditraktir pikirnya.


"makasih kak kalau gitu aku pulang dulu" pamit tifani


"sayang ayo kita pulang" ucap narendra dan beranjak keluar menggandeng tangan mareta

__ADS_1


......Bersambung......


__ADS_2