
...Happy Reading Gaes...
Masih di waktu yang sama
Mareta masih ternga nga dengan syarat yang di ucapkan oleh Narendra
"Kalau tidak mau ya tidak papa" ucap Narendra dan langsung melangkah pergi.
"Om tunggu" teriak Mareta
"Saya mau om"tambahnya
Mendengar itu Narendra tersenyum dan berbalik
"Ikut saya sekarang" ucap Narendra
"Baik om" balas Mareta
Walau dengan perasaan tak menentu Mareta menyetujui syarat dari Narendra karena baginya sudah tak ada jalan lain, dari pada harus kehilangan rumah peninggalan paman dan bibi nya.
Di dalam mobil
"Om kita mau kemana kok bukan kerumah saya" tanya mareta penuh curiga
"Apartemen saya" jawabnya dengan wajah datar dan dingin
"Dan satu lagi jangan panggil saya om mengerti " ucap Narendra dengan menekan kata mengerti
"I iya om eh mas" sahut Mareta dengan gugup pasalnya dia sangat takut karena Narendra mengeluarkan hawa dingin nan mencengkram seperti harimau bertemu mangsanya.
Apartemen
"Turun" seru Narendra
"Ah apa udah sampai ? " tanya Mareta
"Hmm"
Akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke apartemen Narendra di sana sudah ada Aditya sang asisten
"Bagaimana sudah siap semuanya?" tanya Narendra kepada Aditya
"Beres bos" jawab aditya
__ADS_1
"Mareta Salsabila" ucap Narendra
"kok tau nama saya? " tanya Mareta
"heh apa yang tidak saya tau bahkan mencari informasi tentang mu itu sangat mudah gadis kecil" ucap Narendra penuh sindiran iya pasalnya Mareta yang dia kira seumurannya ternyata masih berumur 18 tahun dan baru lulus SMA.
"Maaf mas" ucap Mareta tambah takut
"kamu baca dan kamu tanda tangani dokumen perjanjian ini"perintah Narendra sambil memberikan dokumen perjanjian
"baik mas" jawab mareta lalu mengambilnya
Kini mareta mulai membaca dan memahami satu persatu isi dari perjanjian tersebut
"Jangan dingin dingin napa bos takut tuh mana masih bocil lagi ntar lo bentak nangis lagi" bisik aditya kepada narendra
Narendra hanya melirik aditya penuh arti
"kamu suka? " tanya narendra
"sama siapa ?" tanya adit kebingungan
"gadis kecil" jawab narendra singkat
"jawab saja suka atau tidak" tanya narendra sekali lagi
"ah he he he iya ma mana berani gue suka sama gadis kecil bos besar" jawab aditya gugup
"bagus " jawab narendra
"dia hanya milik saya" tambahnya
"iya deh iya nasib nasib jomblo gini amat"seru aditya
"bodo amat" ucap Narendra ketus
Setelah membaca surat perjanjiannya akhirnya Mareta setuju
"saya sudah selesai membaca dan memahami isi perjanjian ini saya juga tidak akan ikut campur urusan pribadi anda " jawab mareta karena mareta tau dia hanya nikah di atas kertas dan dia dengan narendra juga sangat berbeda bagi mareta dia dan narendra bagaikan langit dan bumi.
"tapi dengan syarat anda membolehkan saya tetap melanjutkan pendidikan saya hingga selesai " tambahnya
"hmm oke " jawab narendra singkat
__ADS_1
"Cepat tanda tangani dan kamu boleh pulang dan ini uang buat membayar hutang mu" Ucap narendra lalu ia memberikan amplop coklat berisi uang
"adit kamu antar dia pulang dan pastikan dia tidak mengingkari janjinya" perintah Narendra
"siap bos"jawab adit lalu ia mengerlingkan matanya
"kenapa mata lo mau gue colok" tanya Narendra melotot ya narendra dan aditya menggunakan bahasa formal jika urusan berkaitan dengan urusan pekerjaan tetapi jika tidak ada orang lain mereka akan menggunakan bahasa biasa
Kini Mareta dan Aditya sampai di kediaman Mareta di depan rumahnya sudah ada 2 laki laki yang menunggu dengan amarah
"Mareta mana uang yang sudah kamu janjikan untuk membayar hutangmu" tanya rentenir
"Ini bang maaf lama tadi saya habis kena musibah" jawab mareta lalu memberikan amplop coklat
"alah banyak alasan mana sini " ucap samg rentenir lalu menyaut amplop coklat dan menghitung uangnya
"nah gini kan sama sama enak kalau begitu kita pergi" tambah sang rentenir
"iya bang" jawab mareta dengan perasaan lega
"mm pak aditya " seru mareta bingung karena takut salah memanggil dan aditya akan marah seeperti Narendra tadi siang
"ah jangan panggil saya pak panggil saja aditya" jawab aditya dengan ramah dan senyumnya
"tapi saya tidak enak harus memanggil dengan nama bagaimana jika saya memanggil dengan sebutan Kak Aditya" tanya Mareta
"mm boleh kalau begitu oh ya kalau begitu saya pamit dulu jangan lupa besok pagi saya jemput kamu untuk pindah ke apartemen Tuan Narendra
"kenaoa saya harus pindah kesana ? " pekik Mareta
"Iya mareta kamu kan sudah mentanda tangani surat perjanjiannya dan kamu dengan Tuan Narendra akan segera menikah 1 minggu lagi" jawab aditya
"ah baiklah terima kasih kak aditya kalau begitu saya masuk dulu" ucap Mareta
"baik " jawab Aditya lalu dia pergi
Setelah masuk rumah mareta membaringkan tubuhnya di kamarnya kepalanya terasa berat karena kejadian hari ini sangan membuatnya pusing
"aku kabari tifani dulu lah dia pasti nyariin aku" ucap Mareta
"Hp aku mana ya " ucap mareta sambil mengolak alik tasnya "ya ampun pasti ketinggalan di apartemen mas narendra kan" tambahnya
"sudahlah lebih baik aku mandi dulu hari ini sungguh melelahkan" ucapnya lagi
__ADS_1
...BERSAMBUNG...