
...Happy Reading...
Yang membuka pintu itu adalah Narendra
"Kak apa yanh terjadi" tanya Narendra setelah melihat sang istri menangis
"Seharus kakak yang tanya ke kamu" tanya balik Diandra dengan kesal
"Mak- maksut kakak apa ? " tanya Narendra dengan bingung
"Apa maksut kakak kamu tanya apa maksit kakak? kamu gak lupa dengan apa yang telah kamu lakuin di luar sana ha? " ucap Diandra geram
"Apa yang aku lakukan di luar sana aku hanya meeting dengan klien di cafe X " jawab Narendra
"Klien kamu bilang klien wanita dan bermesra mesraan di sana iya ? duduk berdua peluk pelukan kamu pegang kepala dia seakan kamuenunjukkan kasih sayanh ke dia? " cecernya
"Maksut kakak apa sih aku ga berduaan aku sedang meeting dengan klien wanita wanita mana ? " tanya Narendra seakan dia lupa
Diandra yang geram dan kesal langsung mengambil hanphone milik Mareta yang berada di atas meja ia membuka galeri dan mencari foto tadi pada handphone terserbut dan menunjukkan kepada Narendra agar adiknya itu bisa melihat apa yang telah ia lakukan dengan wanita itu.
Narendra yang melihat foto itu pun langsung naik darah dia berusaha menjelaskan ke pada Mareta dan kakak nya
"Mareta " seru Narendra seraya ikut duduk di pinggir tempat tidur karena Mareta belum juga bangun dari duduk nya suara isak tangis Mareta membuat hati Narendra bergetar.
"Kamu dengar aku tidak melakukan itu semua kamu harus percaya sama aku" ucap Narendra berusaha meyakinkan istrinya
"Percaya ? dengan adanya bukti itu Mareta kamu suruh percaya? " sahut sang kakak dengan emosi
"Kak kejadiannya tidak seperti itu aku bisa jelasin " ucap Narendra
Flashback On
"Terima kasih nak Narendra atas kerja samanya" ucap seoarng laki laki paruh baya
"Sama sama Pak Bayu, senang bekerja sama dengan anda" jawab Narendra sopan
"Kalau begitu saya pamit undur diri" ucap Pak Bayu berpamitan
"Baik pak silahkan" jawab Narendra dengan sopan dan tersenyum ramah
"Ehm Bos gue ke toilet bentar ya keblet nih " ucap Aditya sang asisten sekaligus sahabatnya itu
"Kebiasaan yaudah sana jangan lama lama gue tinggal nanti"
"Yee si bos emang gue anak kecil apa main ancam tinggal tinggal" ucapnya lalu melangkah pergi
"Dasar dari dulu ga berubah abis meeting terus ke toilet seberapa kecil sih perutnya badan doang gede " gerutu Narendra hingga ia tak menyadari ada sepasang mata tengah memandanginya dan menyunggingkan senyumanya
"Hay Ndra " ucap lembut wanita itu sambil memegang pundak Narendra
"Nabila " pekik Narendra
"Apa kabar ? boleh aku duduk? " tanyanya
__ADS_1
"silahkan tapi di situ karna ini tempat Adit" ujarnya seraya menunjuk kursi di depan nya yang tidak berdekatan denganya
"Cuma sebentar kok" ucap Nabila langsung duduk di samping Narendra
"Aku kangen banget sama kamu Ndra " ucap Nabila sambil memeluk Narendra dan mengelus dada bidangnya
"Nabila stop kamu jangan seperti ini kamu gila" bentak Narendra dengan tangan Narendra yang memegang kepala Nabila agar menjauh darinya.
Di situ di twmpat yang sama tetapi dengan jarak yang agak jauh ada seseorang yang memotret kejadian itu hingga terlihat sempurna.
"Huff iya udah aku pulang dulu sampai jumpa sayang" ucap Nabila membuat Narendra segera membersihkan kemejanya
Setelah kepergian Nabila baru lah Adit datang dan mereka pulang.
Flashback Off
"Tapi apa yang kamu ceritakan benar bisa saja kamu hanya memanipulasi kan ? " ucap sang kakak yang masih tersulut emosi
"Oke aku akan buktikan ke kakak dan Mareta bahwa aku tidak melakukan apa apa dengan Nabila"
Setelah itu Narendra langsung menghubungi Adit untuk mencari tahu siapa yang mengirim foto dan mengecek cctv di cafe tersebut.
"Kita tunggu" ucap Narendra
"Mareta stop jangan menangis " ucap Narendra dengan mengusap air mata yang terus mengalir deras di pipi cantik istrinya
"Hay lihat aku lihat mataku Mareta lihat apa ada kebohongan di mata aku hmm " perintah Narendra agar Mareta melihatnya setelah Mareta melihat mata Narendra ia tak menemukan kebohongan sesikitpun di sana.
"Kamu percaya sama aku hmm " ucapnya lembut lalu Narendra memeluk istri kecilnya yang sangat cantik entah dari kapan perasaan itu muncul bagi Narendra sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya ia bisa membahagiakan istrinya.
Tut tut
"Hallo " suara laki laki di sebrang sana
"Bagaimana dit? "
"Gue udah cek cctv nya gue kirim di hanphone lo dan yang gue lihat ada orang yang di bayar Nabila untuk memfoto kalian berdua" ucap Adit di sebrang sana
"Oke kamu cari tahu siapa laki laki itu dan cari tahu semua tentang dia jangam ada yang terlewatkan" perintah Narendra
"Oke"
Tut
Sambungan Telefon terputus Narendra langsung membuka file rekaman cctv yang di kirim Adit kepadanya dan menunjukkan kepada kakaknya untuk melihat bagaimana kejadian sebenarnya.
Setelah melihat rekaman cctc tersebut Diandra merasa lega Mareta pun mulai tenang dan masih berada di peulakan Narendra karena sedari tadi Narendra tak melepaskan pelukanya mungkin nyaman .
"Kalau gitu kakak kembali ke kamar dulu Nendra kamu tenangkan istri kamu " perintah sang kakak dan di balas anggukkan oleh Narendra
"Maafin aku Mareta sudah membuatmu menangis" ucap adit lalu membawa Mareta duduk di atas tempat tidur dan membaringkannya
"Kamu tidr dan istirahatlah aku mau mandi dan bersih bersih" ucap Narendra
__ADS_1
"Biar aku siapkan baju ganti mas" ucap Mareta lirih dan berusaha bangun
"No , kamu istirahatlah kamu pasti capek habis nangis" ucapnya
Setelah Narendra selesai mandi dan bersih bersih ia pun kembali ke tempat tidru dan ikut berbaring di samping Mareta. Wanita yang terpaksa menikahinya.
.
3 bulan setelah kejadian itu Narendra lebih waspada dengan hadirnya Nabila di kehidupannya, Maretapun sudah tidak kaget lagi dengan kejadian kejadian yang akan mereka lewati nantinya. Sampai saat itu orang tua Narendra belum mengetahui kejadian 3 bulan yang lalu yang telah menimpa menantunya . Dan Nabila terus berusaha mengusik kehidupan Mareta dengan berbagai kejadian .
Pagi Hari
"Sayang kamu masak apa hmm? " tanya Narendra yang sedang memeluk istrinya yang sedang memasak di dapur
"Kesukaan mas Ayam bakar madu" jawab Mareta dengan senyum cantiknya
Ya setelah kejadian itu lambat laun mereka mulai menunjukkan perasaan mereka masing masing Narendra yang cuek dan dingin pun kini berubah menjadi romantis dan posesif terhadap istrinya. Mareta pun terlihat manja dengan Narendra suaminya.
"Aku bantuin ya" ucap Narendra
"Gausah mas kamu tunggu aja di meja makan ya ga enak nanti di lihatin orang" jawab Mareta dengan malu malu karena takut di lihat oleh pembantu dan mertuanya apa lagi Diandra
"Yaudah kalau gitu biar tetap seperti ini" jawabnya
"Mas nanti di lihatin orang aku malu" jawab Mareta
"Kalau gitu kita ke kamar "bisik Narendra
Mareta yang mendegarnya pun melotot dan langsung memutar badannya
"Mas " pekik Mareta
Narendra terkekeh melihat istrinya yang kaget baginya sangat menggemaskan
"Kenapa hmm" tanya Nendra dengan menaik turunkan alisnya
"Iihhh mas Nendra" rengek Mareta dengan memukul i dada Narendra
"Hahaha iya iya sayang enggak aku akan tunggu sampai kamu siap" ucap Narendra dengan memeluk istrinya Narendra mencium bibir Mareta dengan lembut hingga tak terasa Mareta terbuai dengan ciuman itu.
"Ekhem" suara deheman yang membuat adegan romantis itu berubah menjadi tegang karena saking malunya
"Inget ini dapur sana di kamar kalau mau di lanjut" ledeknya
"Apa sih kak tadi aku cuma bersihin bibir Mareta kotor abis nyicipin masakan" elak Narendra
"Nyicipin masakan apa nyicipin bibir kamu" bisik Diandra kepada adiknya
"Kakak " pekik Narendra
Diandra pun tertawa terbahak bahak melihat adik dan adik iparnya malu akibat tertangkap basah
...Bersambung...
__ADS_1