GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
kamu cantik


__ADS_3

...Happy Reading...


ceklek


semua mata terbelalak melihat seseorang yang membuka pintu tersebut jantung mereka berdebar kencang entah apa yang saat ini mereka rasakan kwtika melihat orang tersebut.


"Narendra " seru mereka bersamaan


Narendra masih mematung menatap wanita yang selama ini ia cintai tengah berbaring lemah di brankar kepala di perban tangan di infus. Mata Narendra tak berkedip bayangannya masih terlihat jelas saat dia memaki istri tercintanya rasa bersalah semakin besar saat ini jika waktu bisa di ulang dia tak akan sebodoh itu memaki mareta dia akan mencari tahu terlebih dahulu batinya.


"mas " ucap mareta lirih


Narendra berjalan pelan menuju brankar mareta yang di sampingnya berdiri rangga dan nina. Air mata keduanya terus mengalir ada rasa rindu dan sakit menjadi satu seketika ruangan itu menjadi saksi kisah mereka narendra terus memohon meminta maaf kepada mareta.


"aku sudah memaafkan kamu " ucap mareta seketika senyum manis terukir di wajah narendra


"tapi " ucap mareta menggantung dan narendra mengernyitkan keningnya


" aku belum bisa kembali kerumah kamu " ucap mareta karena dia masih merasakan sakit hati dan kecewa


"biarkan mareta tinggal di rumah ku kamu boleh menjenguknya kapan saja " sahut nina


"iya biarkan mareta tinggal di rumah nina aku bukannya ikut campur saran ku biarkan mareta menenangkan hatinya jika dia sudah siap untuk kembali ke rumahmu biar nina kabarin kamu lagian kita tidak melarang kamu bertemu dengan mareta kita hanya ngasih waktu kalian biar sama sama berfikir untuk kedepannya " jelas rangga dia sebenarnya tidak rela jika melihat mareta di sakiti apa lgi sampai mareta menangis entah rasa apa yang sedang ia rasakan sekarang tapi rasa itu tidak dapat di pungkiri rasa peduli dan ingin selalu melindungi selalu menggebu di hatinya.


Narendra berfikir sejenak sebelum ia mengiyakan. Biarkan semua menjadi pelajaran buat mereka bahwa sesuatu yang di dasari emosi tidak akan baik.


" baik aku terima tapi aku mohon kita ketemu sama papa mama dan kak diandra mereka semua cemas mencari kamu sayang " ucap narendra mengelus tangan mareta dan mareta pun mengangguk .


Narendra beranjak pergi untuk memberitahu papa mama dan juga diandra dia juga menceritakan kejadian saat mareta di dorong nabila hingga jatuh dan akhirnya di bawa ke rumah sakit dan nabila di penjara , setelah itu mereka pergi ke ruangan mareta mereka tampak bahagia karena mareta kemabali walau harus dengan kondisi yang sekarang.


"mama sebenarnya kecewa sama nendra waktu itu mama marah sampai mama pingsan " ucap bu sarah


"apa lagi kakak kakak malas banget sama nendra dia itu sangat bodoh " sahut diandra


"sudah jangan menyalahkan mas narendra semua tidak sepenuhnya salah dia aku juga salah sidah pergi dari rumah " bela mareta


"hmm mama ga nyangka nabila setega itu sampai dia mau menghilangkan nyawa kamu benar benar nekat pah bagaimana dengan keluarganya apa papa sudah mengurusnya " ucap mama sarah

__ADS_1


"sudah papa sudah mengurusnya keluarga mereka meminta maaf atas kejadian ini" ucapnya


tiga bulan kemudian mareta masih berada di rumah nina, dan narendra juga sering menjenguknya bahkan membujuknya untuk pulang sesekali narendra mengajaknya untuk menginap di rumahnya padahal mereka suami istri.


Seperti hari ini mareta berada di rumah narendra karena tadi malam ia menginap di rumah narendra. Pagi ini mareta ingin bersiap untuk kembali ke rumah nina karena nina sudah menelefonnya dari tadi.


tapi entah kenapa mareta enggan turun dari ranjang rasanya ia sangat nyaman tidur dan narendra sedari tadi hanya bolak balik ke kamar mandi karena perutnya terasa mual.


"mas aku buatin teh anget ya bentar " ucap mareta dan beranjak dari tempat tidur menuju ke dapur setelah itu ia kembali


"mas ini minum dulu biar enakan perutnya " ucapnya lalu membantu narendra meminum teh hangatnya.


"makasih sayang mas jadi ngrepotin " ucap narendra dan ia masih merasakan perutnya mual.


mareta mengikutinya dan memijat punggung leher narendra " kita ke rumah sakit ya badan kamu mulai anget mas wajah kamu juga terlihat pucat " ucap mareta dan narendra hanya mengangguk badanya sudah lemas


tok tok


" nak ini mama " ucapnya


"masuk ma " jawab mareta


"masih ma ini mareta mau bawa ke ruma sakit kasian mas mendra sudah lemea pucet gini"


"iyaudah mama anterin ya "


"iya ma ayok "


"kalian mau kemana " tanya diandra


"kita mau ke rumah sakit kak nih mas narendra sakit "


"kakak ikut ya " ucapnya dan mareta hanya mengangguk dan tersenyum


25 menit mereka telah sampai di rumah sakit keluarga alexander di sana sudahbada dokter adam sahabat narendra sedang berbincang dengan suster.


"Adam " panggil mama sarah

__ADS_1


"tante sarah lo narendra kenapa tante" ucap Adam


"kayaknya sakit nak dari tadi mual terus samapai pucat dan lemas seperti ini "


"yaudah tante kita bawa ke dalam biar saya periksa"


setelah memeriksa adam menyarankan untuk memeriksanya ke dokter ahlinya.


" diandra " panggil seseorang ketika diandra melangkah mengikuti keluarganya


" adam ada apa " tanyanya


" kamu cantik " ucap Adam tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan diandra yang masih diam membeku karena ulahnya


setelah adam pergi diandra ternyum jantungnya berdetak kencang , setelah memastikan jantungnya sudah dapat di kontrol diandra menyusuk keluarganya.


"kamu dari mana diandra perasaan tadi mama liat kamu mengikuti mama di belakang" tanya mama satah menyelidik


"mm diandra tadi dari toilet ma "elaknya dan adam yang mendengarnya pun tersenyum


ceklek


"gimana nak " tanya mama sarah


senyum narendra terukir begitupun mareta lalu narendra menjawab " sebentar lagi mama akan punya cucu "


"alhamdulillah mama seneng banget " ucap nya lalu memeluk mareta


"selamat ya dek jaga keponakan kakak oke " ucap diandra


"kapan nih kakak nyusul " ledek mareta


"nanti kalau sudah ada calonnya " ucao diandea nyeplos


dan mereka tertawa bersama


...***Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT karena dukungan kalian semangat author terima kasih***


__ADS_2