GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
Buaya Darat


__ADS_3

...Happy Reading...


"alhamdulillah kaka seneng dengernya nanti kakak sama kak rangga ke sana ya sambil bawain barang kamu yg di sini oke "


"iya kak makasih ya udah mau repot repot "


"iya gak papa kamu istirahat aku tutup dulu telefonnya "


tut


sambungan telefon terputus


"gimana reta hamil?" tanya rangga pada nina


"iya sayang " jawab nina dengan wajah berbinar


"kita harus ke mall " ucap rangga antusias


"ngapain mas kita kan harus ke rumah narendra " jawab nina


"kita beli perlengkapan bayi lah sayang "


mendengar jawaban rangga nina menepuk jidatnya "sayang mareta baru hamil 2 bulan dan kita belum tahu bayinya laki apa perempuan " ucap nina kesal


"iya juga ya " jawab rangga menggaruk pipinya yang tidak gatal


"mending kita siap siap terus kesana oke " ucap nina lalu beranjak ke kamar untuk bersiap


"jangan lama lama " teriak rangga ketika melihat sang kekasih sudah menaiki tangga


sore pun tiba kini keluarga alexander tengah bersiap menyambut tamu walaupun hanya saudara dekat dan beberapa relasi kerja saja tak lupa juga sang dokter tampan juga sudah berada di sana entah apa yang membuatnya datang lebih awal pasalnya dari dulu ia paling sibuk dan datang akhir.


"wihh dokter adam gimana kabar nya" ucap pak irvan


"baik om om tambah ganteng saja " gombalnya


"kamu bisa saja gimana kapan mau nikah om tunggu lo undanganya oh atau mau sama anak om diandra " ucap pak irvan asal ceplos dan membuat diandra yang sedang asik memakan cake favoritnya pun tersedak.


uhuk uhuk

__ADS_1


dengan sigap adam memberikan minuman ke diandra dan itu membuat pak irvan melengkungkan bibirnya.


"kalau begitu om tinggal dulu ya "


"iya om "


"kamu gak papa "


"aku gak papa thank's " ucap diandra adam pun mengangguk mereka berdua melangkah menemui narendra dan juga mareta yang tengah menyambut para tamu.


"selamat ya untuk kehamilannya semoga lancar sampai hari H dan lancar persalinanya " ucap adam kepada mareta "makasih kakk" jawab mareta


"selamat bro bentar lagi jadi ayah" goda adam


"haha thank's ngomong ngomong kapan nih lo nyusul gue "


"bisa aja lo belum ada calonnya " ucapnya sambil melirik diandra


"weeehhhh dah rame aja nih widih ada pak dokter juga nih " ucap adit yang tiba tiba datang


"eh si play boy datang juga " celetuk adam


dan semua yang mendengarnya pun tertawa


"mareta baby selamat ya " ucap tifani yang tiba tiba datang dan langsung memeluk mareta


"iya sama sama tif makasih ya udah dateng "


"sama sama kan kita bestie " ucap tifani mengerlingkan matanya


narendra yang mengingat perkataan mareta tempo hari tentang tifani dan adit yang akan mereka kenalkan pun langsung menyahut


"tifani ini adit sahabat saya " ucap narendra tifani pun menengok betapa terkejutnya dia ketika melihat adit begitu juga adit yang tak kalah kaget


kak adit


baby tif


seru mereka

__ADS_1


"kalian udah saling kenal " tanya mareta


"dia cowok yang aku ceritain waktu itu" ucap tifani mengingatkan mareta


"oh jadi kak adit yang udah buat sahabat aku galau " ucap mareta


"ma maksutnya bukan begitu mareta aku bisa jelasin baby tif"ucap adit gelagapan


"dek jangan mau sama dia dia play boy tadi aja dia mau nyari gebetan baru ya nggak di " ucap adam kepada tifani dan diandra


diandra yang merasa adam menyebutnya pun mau tidak mau ikut menjawab


"ah iya bener dek semua yg ada di sini pun tau " ucap diandra menahan tawa


"kalian kok malah kompor sih " kesal adit


"sudahlah biarin saja biar dia bersenang senang dengan banyak wanita dasar buaya darat untung saja kita belum jadian bisa bisa di kibulin aku tiap hari sama dia "


"beb - "


"stop gausah panggil gue anggap aja kita ga pernah kenal " ucap tifani lalu menggandeng tangan mareta untuk melangkah pergi


mereka pun tertawa terasa puas melihat adit yang play boy itu di kata katai oleh perempuan apa lagi tifani yang menurut mereka adalah perempuan tercantik dari perempuan yang sudah adit gebet.


"sial kalian huuhh jadi nggak mood kalau gini " ucap adit lalu melangkah pergi


"biarin saja si play boy itu biar nyadar " ucap adam


di pinggir kolam adit duduk sendiri entah kenapa perasaannya begitu sakit saat tifani mengata ngatainya tidak seperti biasanya rasanya.


"apa gue bener bener jatuh cinta sama dia"


"kenapa gue gak pernah denger nasehat sahabat sahabt gue andai aja waktu bisa di putar kembali ga akan gue sakiti tifani hati gue sakit mendengar dia bilang kalau kita ga pernah kenal " gumam adit


entah hati nya merasa teriris fikirannya kacau tak seperti biasanya jika dia putus dia tidak merasakan sakit hati sama sekali tetapi kali ini dia benar benar galau .


cinta itu butuh bukti bukan hanya janji


ucap seseorang yang membuat adit tersentak kaget.

__ADS_1


......Bersambung......


__ADS_2