
...HAPPY READING...
Setelah kejadian itu Mareta tak berani lagi mengatai Narendra
1 Minggu telah berlalu Mareta dan Narendra sudah menikah karena sudah menikah sesuai perjanjian Nendra dengan sang mama bahwa Nendra harus tinggal di rumah keluarga Alexander bersama Mareta istrinya. Begitupun dengan kakaknya Diandra dia juga sudah pulang dia selalu bersikap baik kepada Mareta karena dia tidak mau Mareta sampai tidak betah di rumahnya. Sebenarnya Mareta dan Diandra juga pernah bertemu sekali waktu Diandra mau di copet dan di todong preman Mareta pernah membantunya.
Pagi hari
"Mas bangun sarapan" ucap Mareta
"hmm" hanya suara deheman yang di keluarkan oleh Narendra
Setelah itu Mareta turun untuk membantu menyiapkan sarapan di meja makan kegiatan itu sudah terbiasa Mareta lakukan di rumah keluarga Alexander walaupun semua orang sudah melarangnya tetapi Mareta tetep kekeh dengan niat nya yang membantu para pembantu di sana toh juga baginya dia hanya orang biasa yang beruntung menikah dengan tuan muda Narendra. Dan dia juga sebagai seorang istri harus melayani suaminya dengan bai kan.. Mareta juga sudah kuliah tetapi dia belum membuka identitasnya sebagai istri dari Narendra Alexander karena itu permintaannya yang sudah di setujui Narendra.
"Ret Nendra udah kamu bangunin ? " tanya Diandra
"Udah kak tapi cuma di jawab hmn doang" jawabnya
"Haha udah biarin aja Nendra emang gitu orangnya jangan kamu masukin hati ya" ucap Diandra
"Iya kak lagian mas Nendra juga orangnya dingin datar kayak kanebo kering" ucap Mareta
Diandra pun terkekeh mendengar jawaban adik iparnya pasalnya baru pertama kali dia melihat ada perempuan yang tidak luluh dengan pesona Nendra padahal dari dulu dia tahu bahwa adiknya itu seperti superstar yang di kagumi banyak wanita.
"Oke kak udah siap tinggal panggil mas Nendra aja" ucapnya
"Mama sama papa kapan pulang Ret kamu belum di kabarin?" tanya Diandra
"Belum kak mungkin mereka lagi pacaran hehe" jawab Mareta kikuk
"Haha kamu bisa aja Ret, tapi ada benernya sih" jawab Diandra
"Ekhem" deheman Nendra yang membuat kedua gadis itu menengok ke arahnya
"Dek kamu udah bangun" ejek Diandra
"Emang kakak kira aku bakal ngebo? " tanya Nendra sinis
"Ya mungkin saja kamu pengen di manja sama noistri kamu" jawaban Diandra membuat Nendra dan Mareta salting dan Diandra yang melihatnya pun hanya tersenyum senang.
"Gausah salting gitu dong kalian" ucap Diandra kepada Reta dan Nendra
"Ah udah ayuk sarapan" Mareta berusaha mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" hmm " jawab Nendra dan Diandra hanya tersenyum
"Ret kamu nanti ada kelas pagi atau siang ? " tanya Diandra kepada Mareta
"emm hari ini aku ada kelas pagi kak" jawab Mareta
"Kalau begitu nanti siang pulang kuliah kakak jemput ya kakak mau ajak kamu ke mall mau kan"
"Emm tapi kak aku " Jawab Mareta sambil melirik Nendra , Narendra yang menyadarinya pun menganggukkan kepalanya tanda setuju
"Tuh suamimu aja ngebolehin loh masa kamu gamau" jawab Diandra
Akhirnya Mareta pun setuju dan mau dengan ajakan Diandra untuk ngemall berdua.
"Kalau gitu aku berangkat dulu ada meeting pagi ini" ucap Narendra
"Ah kalau gitu aku antar mas Nendra dulu kak" ucap Mareta dan di jawab anggukan dan senyuman oleh Diandra
Selepas kepergian itu Diandra pun membuka HP nya. Diandra kaget bukan main waktu ia melihat sebuah postingan seseorang yang mengartikan dia sudah pulang ke negara kelahirannya. Ya seseorang itu adalah Nabila Haruka perempuan yang selalu mengejar ngejar Narendra sejak dulu dan itu membuat Diandra bingung ia takut pernikahan adiknya akan terguncang oleh kehadirannya walaupun Narendra tidak pernah menyukai Nabila.
"Kak " seru Mareta , belum ada jawaban dari Diandra dia masih melamun dan bergulat dengan fikirannya.
"Kak Diandra hay " seru Mareta agak keras dan langsung membuat sang empunya sadar dari lamunannya.
"Kakak kenapa melamun ada masalah ? " tanya Mareta penasaran
'Ah enggak kok kakak gak papa kakak cuma mikir aja nanti ke mall mau beli apa aja gitu" bohongnya
"Oh kirain ada apa kak , yaudah kalau gitu aku beres beres mau ke kampus " ucap Mareta
"Iya udah sana kamu nanti telat lagi " serunya
Tak lama Mareta pun pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan memakai sepatu dan berangkat kuliah. Dan Diandra masih dengan fikirannya tentang Nabila , dia takut sangat takut karena dia tau Nabila bukan wanita yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan adiknya dia teringat waktu dulu Nabila pernah memberi obat tidur ke Narendra waktu acara prom night SMA. Tapi untung saja Narendra segera menyadarinya setelah minum dan merasakan pusing dan nggantuk dia langsung pulang.
"Semoga saja tidak akann terjadi hal hal aneh yang tidak dinginkan huff" serunya.
Pukul 11.00 WIB
"Mareta pulang. " ucapnya. Diandra yang mendengarkannya pun langsung menyambutnya.
"Kamu ganti baju abis itu kita berangkat ya ret" ucap Diandra
"Oke kak " jawab. Mareta sembari menyatukan ujung jari teluunjuknrya ke jempolnya.
__ADS_1
"Oh ya ret gausah makan. nanti kita makan di luar yya "
"Baik kak"
Setelah iitu. Mareta langsung menuju kamarnya dan berganti baju untuk menemani kakak iparnya berbelanja. ke mall sesuai janjinua tadi pagi .
"Kak aku sudah siap " ucao mareta seraya menghampiri Diandra yang tengalh duduk di sofa menunggunya.
" Kamu cantik sekali " ucap Diandra terseryun dan memeluk mareta. "Oh ya ini buat kamu dari. Nendra tadi dia nitip di kakak" tambahnya
"Ini apa. kak ? " tanyanya
"Ini black card sayang buat kamu belanja" jelasnya
"Oh gitu ha kak makasih ya kak " ucapnya lalu tersenyum
Akhirnya mereka berdua berangkat untuk pergi ke mall. Diandra mengajak Mareta karena dia tau Mareta belum pernah di ajak jalan jalan oleh Narendra selama mereka menikah. Keduanya nampak bahagia jalan berdua Diandra yang menanti kehadiran adik perempuan pun juga sangat bahagia di tambah Mareta yang ceria dan tidak neko neko membuatnya tambah menyayangi istri daru adik kesayangannya.
"Kakak mau beli apa " tanyanya
"Mau beli baju kita kesana yuk" ajaknya Mareta hanya pasrah sedari tadii tanganya tak lepas dari genggaman Diandra .
Mareta dan Diandra pun masuk dan membeli beberapa baju Mareta yang awalnya tidak membeli apa apa di paksa oleh Diandra dengan alasan akan ngambek dan marah alhasil Mareta yang dasarnya tidak ingin membuat kakak iparnya sedih apa lagi marah pun menurutinya. Mereka juga membeli beberapa baju couple.
"Gimana tadi seneng kan kamu harus terbiasa ret belanja seperti ini apa lagi Narendra jika membeli barang dia tidak tanggung tanggung " ucapnya
"Hehe iya seneng kak tapi aku ga enak sama kakak udah ngebeliin aku baju banyak" jawabnya. " apa lagi tadi mas Nendra juga udah ngasih aku kartu buat belanja eh malah kakak yang bayarin" tambahnya dengan raut yang tidak enak hati terpancar jelas di wajah Mareta
"Ret kamu tenang aja kakak seneng kok beliin kamu baju udah ayuk kita cari makan" ucap Diandra lalu menarik tangan Mareta
Bruk
"AAUUUU" rintih seorang wanita cantik yang terjatuh karena tertabrak Mareta. "Kalau jalan pakek mata dong" ucapnya ketus
"Ma - Maaf kak aku tidak sengaja" ucap Mareta cemas
"Maaf maaf pokok kamu harus ganti ya baju gue mahal harganya" ucap wanita itu tanpa melihat wanita yang sedang berdiri di samping Mareta dan mengepalkan tangan.
"Mau ganti rugi berapa nona Haruka" ucap Diandra dengan menekan kata Nona Haruka
Wanita itu sontak melihat wanita yang berada di samping Mareta dan terkejut bukan main pasalnya selama ini dia selalu menunjukkan ke keluarga Alexander bahwa dia wanita yang baik dan sopan serta rendah hati .
...Bersambung...
__ADS_1