
...Happy Reading...
sambungan terputus
"Kenapa sayang " tanya wanita itu
"Aku pusing sayang, tapi aku akan membalasnya berkali kali lipat nanti lihat saja " ucapnya tersenyum miring
"Aku tahu perasaanmu kamu harus kuat aku yakin semua akan kembali seperti yang kamu harapkan" ucap wanita itu menenangkan Erlangga
Erlangga mengangguk dia terus berfikir untuk membalaskan dendamnya.
Di sisi lain di rumah Narendra lebih tepatnya rumah utama keluarga Alexander, Mareta bersama Diandra dan mama mertuanya sedang asik berkebun walau mereka memang kaya namun Sarah dan Diandra sudah terbiasa sejak dulu untuk berkebun di halaman samping rumahnya. Mareta terlihat bahagia seketika ia lupa akan teror yang menimpanya.
"Sayang ambilkan itu " ucap Sarah pada Diandra untuk mengambilkan bibit pohon tomat di sampingnya.
"Nih ma" jawab Diandra
"Sayang lihat itu adik kamu dia sangat pandai menanam bibitnya pasti nanti akan tumbuh subur dan berbuah segar " puji Sarah pada Mareta
"Iya mah aku saja yang dari dulu bantuin mamah belum mahir " ucap Diandra sambil terkekeh
Kini ketiga wanita itu tengah duduk di kursi halaman dekat kebun, meminum jus jeruk sambil memandangi hasil berkebunnya hari ini. Sarah menarik kedua sudut bibirnya ia merasa tenang melihat Mareta yang tertawa bersama Diandra , karena sejak kemarin Mareta terus murung dan tak banyak bicara.
Dari arah gerbang terlihat mobil alphard hitam masuk kedalam halaman depan rumah besar nan mewah ya itu Narendra bersama Adit mereka ingin mengecek keadaan rumah dan Mareta.
Narendra berjalan menuju halaman samping ia ingin menemui istri kecilnya yang sangat ia rindukan walau baru ia tinggal beberapa jam yang lalu.
Mareta menengok ke arah Narendra yang sedang berjalan ke arahnya kedua sudutnya tertarik, dengan senyum mengembang ia pun berdiri memeluk suami tercintanya.
"Sayang kamu lagi hmm? " tanya Nendra kepada sang istri
"Habis berkebun bersama kak Diandra dan mamah " ucapnya bersemangat
"Capek ?" tanyanya
"No aku ga capek mas aku senang bisa berkebun karena sudah lama aku tidak berkebun semenjak paman meninggal " ucap Mareta tiba tiba ia murung
"Sayang hei jangan cemberut ada mas di sini yang sangat menyayangimu , nanti malam mas ajak kamu makan malam" ucap Narendra menenangkan lalu memeluk istrinya serta tak lupa ia mencium pucuk kepala Mareta
Diandra dan Sarah tersenyum melihatnya mereka bahagia karena keduanya sangat serasi.
"Nendra jangan lupakan kami di sini " ucap mama Sarah
"Mamah maaf Nendra sangat merindukan istri Nendra " jawab Nendra ikut duduk di samping mamahnya
"Seperti anak kecil " ejek Diandra
"Bilang saja kakak cemburu" jawab Nendra cepat
"Lihatlah Mareta suami mu itu sangat manja kepada mamanya kakak heran kenapa kamu bisa jatuh cinta sama laki laki dingin jutek dan sangat manja pada mamahnya " sindir Diandra karena dulu Nendra sangat lah dingin jutek kepada wanita wanita.
__ADS_1
"Hei bilang saja kakak iri karena mamah masih memanjakan aku " ucap Nendra
Mareta terkekeh mendengar pertengkaran kakak dan adik itu.
"Mah nanti Nendra di undang makan malam oleh pak Tirta Wijaya " ucap Narendra
"Tirta Wijaya ? " seru mama sarah
"Iya ma karena kita baru saja kerja sama dengan perusahaannya . " jawab Nendra
"Really , mamah sangat senang bisa bekerja sama dengan pak Tirta Wijaya" jawab mama Sarah
"Iya ma suatu keberuntungan buat kita " jawabnya
"Tirta Wijaya pemilik perusahaan Wijaya Group ? " sahut Diandra
"Denger denger pimpinan perusahaannya di gantikan oleh anaknya" ucapnya lagi
"Iya namanya Erlangga Purna Wijaya " ucap Nendra
"Owh pasti masih mudah juga ya " jawab mamah sarah
"Iya ma dia masih muda seumuran ku tapi masih tampan aku "jawabnya dengan narsis
"kakak baru tahu ternyata Nendra bisa narsis juga ya siapa yang ngajarin dek " ledek Diandra
"dih kepo " jawab Nendra
Di sisi lain Adit yang berada di dalam rumah sedang bebicara dengan seseorang di balik telefonnya senyum manisnya terukir di wajah tampannya.
Ya dia sedang berbicara dengan salah satu wanita incarannya mengeluarkan kata kata gombal untuk merayu. Narendra yang memasuki rumah pun tahu bahwa sahabatnya itu sedang berbicara dengan wanita yang akan menjadi korban ke playboy annya.
Narendra pun duduk di sofa dekar Adit bersama Mareta sang istri. Keduanya menatap ke arah adit yang tak sadar jika mereka ada di sampingnya.
Nendra pun membisikan sesuatu di telinga Mareta dan Mareta pun menyetujuinya.
"Iya dong kan cuma kamu yang paling cantik " ucap adit yang masih berbicara dengan wanita di balik handphone itu .
"Cuma kamu aku cuma cinta sama kamu gaada yang lain" rayunya lagi
"Sayang kamu mau minum apa hmm" ucap mareta pada Nendra yang sengaja meninggikan suaranya.
terdengar suara wanita yang melengking sedang memaki Adit.
"Sayang kamu salah faham hey jangan fi matikan telf- "
tut
Ah
Narendra yang melihatnya pun tertawa karena rencananya berhasil.
__ADS_1
"Sial lo marah kan jadinya Narendra " teriak Adit dan narendra semakin tertawa kencang
"Habisan lo tu ga ada tobatnya dari dulu mau berapa wanita yang kamu jadikan korban haa " ucap Nendra
"Tauk gue sebel sama lo " kesal Adit
"Dengerin gue nih lo tu sesekali serius gitu kasian tau mereka juga punya hati bre lo dengerin gue ya nanti kalau lo udah punya anak lo mau anak lo di sakitin " ucap Nendra yang menasehati adit
" ya nggak lah gue hajar tu orang yang nyakitin anak gue" jawab adit tanpa berfikir
"Nah loh, coba kalau orang tua mereka tahu anaknya di sakitin dan mereka ga terima dan nyariin lo " ucapnya
Adit berfikir sejenak membenarkan perkataan narendra.
"Iya juga ya kenapa gue ga mikir sampai situ dari dulu " ucapnya
Mareta datang membawa minuman dan cemilan
"Kalian ga balik ke kantor" tanyanya
"Enggak sayang pekerjaan di kantor udah selesai"
"Kak Adit ini minumnya jangam gombal mulu" ledeknya
"Ni pasti yang ngajarin suami kamu kan " ucapnya melirik Nendra
"Apa " pekik Nendra
"bentar ada telfon " ucap Adit
"Hallo gimana ada kabar apa ? "
"Kami sudah menemukan di mana supir itu bos " lapor laki laki di sebrang sana
"terus awasi gerak geriknya dan laporkan apapun yang terjadi sekecil apapun " perintah Adit tegas
"baik bos"
tut
"ad apa ?" tanya Nendra
"anak buah gue udah nemuin di mana keberadaan supir itu" ucap Adit
"di mana kasih tau om" sahut laki laki paruh baya
"Om irvan " seru Adit
"Kasih tau om adit om akan hajar dia "ucapnya
"Sabar dulu om kita ga boleh gegabah kita harus atur strategi " ucapnya
__ADS_1
...Berdambung...