
...Happy Reading...
adit pun mendongak dan ternyata diandra
"cinta itu memang terkadang sulit di tebk dit kalau kamu benar benar menyukainya kejar dan buktikan jangan putus asa gini"
adit terdiam sejenak mencerna kata kta diandra lalu ia mengehela nafas " gue takut ini karma karena gue udah mainin banyak wanita selama ini tapi gue bener bener galau sekarang hati gue hancur gue bahkan bisa merasakan sakit hati mereka sekarang " ucap adit
"ya saran gue sih lo harus buktiin ke dia lo kejar dia gue yakin dia juga sayang sama lo sekarang gantian lo yang merjuangin perempuan bukan perempuan yang merjuangin lo inget lo harus bisa buktiin" ucap diandra lalu beranjak pergi.
di tempat lain kini mareta bersama tifani sedang duduk di taman samping rumah
"ta apa gue salag mencintai orang seperti kak adit gue bener bener jauh cinta sama dia" ucap tifani terisak
"tif kamu yang sabar ya nanti aku sama mas nendra bakal bantuin buat kalian oke udah jangan nangis cup cup nanti cantiknya ilang lo " ucap mareta
"tapi gue sayang banget sama dia ta lo tau selama ini gue ga pernag deket sama laki laki mana pun"
"aku tau kamu sabar dulu ya kau tenangin hati kamu aku akan bantu nanti keliatanya tadi kak adit juga sayang sama kamu aku liat dari matanya saat ngelihat kamu tapi mungkun dia belum menyadari kalau dia juga jatuh cinta sama kamu " ucap mareta dan tifani memeluk mareta erat memang dari dulu hanya mareta yang bisa membuatnya tenang karena orang tuanya juga sibuk bekerja.
"kita ke dalam yuk kayaknya udah mau mulai acaranya" ajak mareta
ternyata sedari tadi adit mendengar percakapan mereka hati adit sedikit lega mendengar bahwa tifani juga mencintainya kini hatinya sudah mantap untuk memperjuangkan cinta mereka dengan hati berbunga bunga adit melangkah menyusul tifani.
"mas " panggil mareta saar melhat suaminya sedang berbincang dengan seseorang yang ia kenal
__ADS_1
"kak rangga kak nina " seru mareta senang lalu nina memeluk mareta
"selamat ya dek kakak seneng banget "
"makasih kak nina"
"selamat ya mareta kakak seneng kamu hamil kakak janji kakak akan ngejagain kamu dan anak kamu " ucap rangga yang membuat narendra mengernyitkan keningnya
"maaf bro maksutnya apa ya menjaga gimana "
"tenang gue udah anggep istri lo seperti adik gue sendiri jadi gue gamau dia lecet sedikitpun sekalipun lo yang nyakitin gue penggal kepala lo" ancak rangga
"emang berani "
"kenapa nggak mau taruhan apa setengah saham gue noh ambil " ledek rangga
"gininya debatnua sultan tuh apa apa di kaitin sama uang aku yang misqueen bisa apa " sahut adam
"sok sok an misqueen padahal punya banyak cabang rumah sakit dan reesort " celetuk narendra
hehe
"dih malah nyengir " ucap adit
"udah udah anak anak ayok kita mulai kasian tu tamu udah pada nunggu" ucap mama sarah
__ADS_1
dan semua pun bergabung mendoakan maretabdan bayinya yg di pimpin oleh ustad acara acara berjalan dengan lancar kini waktunya doa penutup dan semua berdoa dengan khusyuk. Acara pun selesai kini para tamu berpamitan pulang tinggalah para sahabat narendra dan mareta serta rangga juga nina.
"ekhem " deheman rangga kini ia akan menanyakan suatu hal serius
"mmm ini semua sudah pada kumpul ibu sarah pak irvan juga ada sebenarnya saya mau menanyakan suatu hal yang serius dan ini menyangkut kehidupan saya" ucap rangga suasana yang tadinya riuh kini berubah sunyi setelah rangga mengucapkan hal tersebut.
"ada apa nak rangga sepertinya sangat serius sekali apa kamu mau menikah dengan nina dalam waktu dekat " tanya pak irvan
"bukan pak, ya memang saya akan menikah tapi ini bukan soal itu dan ini lebih dari itu" ucap rangga menjawab
"lalu " tanyanya lagi
"begini sebelumnya ini masalah saya dengan mareta " ucap rangga
" maksut kamu apa " ketus narendra yang tidak terima istrinya terlibat
"tolong jangan ada yg memotong pembicaraan saya nanti dengarkan saja tanyakan setelah saya selesai bicara " ucap rangga tegas
"mareta sebelumnya kakak minta maaf jika harus bertanya soal ini "
"kakak mau tanya ,apa kamu anak kandung dari orang tuamu? "
"maksut kakak "
"iya kakak tanya apa kamu anak kandung dari orang tuamu? " tanya rangga sekali lagi
__ADS_1
"ehmm jujur sebenarnya aku juga tidak percaya kak saat mendapat penjelasan dari bibi saya waktu itu " ucap mareta
......Bersambung......