
...Happy Reading...
"kalau begitu kami permisi ibu mbak " ucap rangga sopan lalu ia meninggalkan bu sarah dan diandra
"sayang perut kamu masih sakit " tanyanya
"hehe "
"kok malah cengengesan sih " tanya rangga bingung
"tadi aku hanya mengalihkan pembicaraann sayang aku gamau mereka tau mareta di sini" keluh nina rangga yang paham pun hanya menggelengkan kepala.
"rangga " panggil laki laki itu
Rangga yang mendengar dirinya di panggil pun menengok begitu juga nina. Rangga terperanjak kaget melihat ternyata narendra.
"kamu ngapain di sini ? " tanya narendra
"aku lagi nganterin nina calon istriku periksa asam lambung nya tadi kambuh iya asam lambung " jawab rangga gelagapan " kamu sendiri kenapa pake baju pasien kamu sakit ? " tanya rangga mengalihkan pembicaraan. Seketika itu narendra teringat tujuannya keluar dari ruang pasien untuk mencari mareta kembali.
"rangga aku minta tolong " ucap narendra penuh kekhawatiran dan rangga pun mengernyitkan keningnya.
"bantu aku cari istri ku ngga dia pergi dari rumah" ucap narendra
__ADS_1
"kenapa bisa pergi kamu apain istri kamu " sahut niba yang begitu kesal
"di - dia dia "
"kenapa " tanya nina lagi. Rangga pun mengelus pundak nina pertanda menyuruhnya untuk sabar dan menahan emosi.
"aku aku sudah menuduhnyadan menghinanya" jawab narendra lalu ia mengeluarkan air mata
"menghina kenapa bisa dia istri kamu kenapa kamu menghina dan menuduhnya apa yang dia lakukan sehingga kamu bersikap seperti itu " ucap nina kesal
"aku memang bodoh aku tidak mencari bukti terlebih dahulu"
"memang kamu memang sangat sangat bodoh kena- " ucapan nina terpotong saat suster memanggilnya.
"baik kami akan kesana " sahut rangga
Narendra nampak kebingungan bukannya tadi rangga bilang dia menemani calon istrinya periksa asam lambung kenapa sekarang kata suster adiknya sudah sadar dan tadi calon istrinya juga terlihat kesal dan memaki ku batin narendra.
"mareta kamu sudah sadar " tanya nina memegang tangan mareta dengan lembut dan penuh kasih sayang nina sudah menganggap mareta adiknya sendiri karena dia adalah anak tunggal dan orang tuanya juga sagat jarang di rumah semenjak mareta hadir nina terlihat lebih bahagia karena ada teman curhat dan lain lainnya.
"mareta gimaba keadaan mu sekarang " tanya rangga
mareta tersenyum " aku baik baik saja kak kalian jangan khawatir ya" ucap mareta dengan suara lirih karena keadaannya masih lemah
__ADS_1
nina mengangguk ia mengelus kepala mareta " kamu tenang ya perempuan tadi sudah di bawa ke kantor polisi"
🌿
"aku tidak bisa membantu kakak karena semua bukti sangat kuat nengarah ke kakak" ucap danu
"tidak berguna kamu " ucap nabila kesal
"kakak sendiri kenapa nekat seperti itu kakak bilang ke aku buat ngedeketin dan ga lebih tapi kakak malah mau mencoba membunuhnyaaku tidak habis fikir dengan apa yang kakak fikirkan begitu keji hanya demi cinta yang tak terbalas. " oceh danu
" om sama tante pasti akan marah jika tau kakak di penjara apa lagi atas kasus percobaan pembunuhan istri dari keluarga alexander aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nanti perusahaan keluarga kakak pasti di ambang ke hancuran" ucapnya lagi dan itu membuat nabila marah besar dan mendorong danu hingga kepalanya terbentur tembok. para polisi langsung mengamankan nabila untuk di bawa ke dalam sel . dan danu di bawa ke rumah sakit.
🌿
"nabila di penjara ? " tanya mareta
"iya dek kamu sekarang tenang ya dan polisi bilang nabila adalah orang yang sudah memfitnah kamu sebelumbya dia juga sudah di cari polisi atas kasus itu " ucap nina
" tapi bodohnya suami kamu tidak berfikir untuk mencari bukti malah menghina dan menuduh kamu entah apa yang dia fikirkan lebih percaya dengan foto editan dari pada istrinya sendiri " sahut rangga
ceklek
semua mata terbelalak melihat seseorang yang membuka pintu tersebur jantung mereka berdebar kencang entah apa yang saat ini mereka rasakan kwtika melihat orang tersebut.
__ADS_1
...Bersambung ...