
...HAPPY READYNG GAES KESAYANGAN AUTHOR...
Pagi
Rumah Sakit ALX Group
Di depan ruang ICU Mareta dan Tifani sahabatnya itu menunggu hasil pemeriksaan dokter, dengan perasaan gelisah dan cemas karena dokter tak kunjung keluar. Mareta terus menangis karena sang bibi sedang berada di dalam dan berjuang untuk hidup.
Ceklek
Suara gagang pintu terdegar jelas di telingan mareta , benar saja itu adalah dokter yang menangani bibi nya. Mareta pun bertanya
" Bagaimana bibi saya dok ? " tanyanya
" Maaf saya sudah melakukan semampu saya tetapi bibi anda tidak dapat tertolong akibat pendarahan di kepalanya. " jelas sang dokter dengan wajah sesal
"hiks hiks hiks, dokter bohong kan dok bibi saya gak mungkin meninggal kan dok dokter pasti bohong kan iya kan jawab dok "
mareta terus bertanya dan mengguncang badan sang donter , tangis mareta semakin memecah dia tidak menyangka bahwa bibi nya akan meninggalkannya secepat ini padahal baru saja 6 bulan yang lalu pamannya meninggalkannya.
"Maaf nona semua sudah menjadi kehendak Tuhan saya sudah berusaha semampu saya kalau begitu saya pamit undur diri" jawab dokter
" hiks hiks sabar ret kamu pasti kuat aku bisa ngertiin perasaan kamu kamu yang ikhlas ya " Tifani berusaha menenangkan Mareta dan memeluknya
" Aku udah ga punya siapa siapa lagi Tif hiks hiks bahkan aku baru saja lulus sekolah padahal aku pengen ngebahagiain bibi tif aku pengen bibi liat aku sukses tif " Jawab Mareta dengan perasaan kacau
"Reta kamu masih punya aku inget kamu harus kuat ret kamu harus tetap semangat buat gapai cita cita kamu" ucap tifani
"dan lagi kamu harus buktiin ke paman dan bibi mu buat mereka bangga dan bahagia di sana reta" tambahnya
Mareta diam sejenak memikirkan yang di ucapkan tifani ada benarnya dia harus tetap kuat dan semangat.
"iya tif kamu benar aku harus kuat" jawab mareta melepas pelukannya
"Sekarang kita pulang ya kita harus urus pemakanan bibi kamu oke jangan sedih lagi " ucap tifani sambil mengelap air mata mareta .
Mareta pun menurut, dan akhirnya mereka pulang untuk mengurus pemakaman sang bibi .
...______________________________________...
...1...
Minggu kemudian
Pagi
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar sangat keras .
Mareta Mareta Keluar
Mareta yang sedari tadi berkutat di dapur akhirnya keluar karena ketukan pintu dan suara yang memanggilnya.
Ceklek
" ada apa ya bang" tanya mareka kepada 2 orang laki laki bertubuh kekar
"mana janji kamu ini sudah jatuh tempo mareta" jawab sang salah satu laki laki itu
"Maaf bang tapi untuk saat ini aku tidak memiliki uang, kasih saya waktu 2 minggu lagi saya janji akan melunasinya " ucap mareta dengan rasa takut
" tidak bisa, kamu harus membayar hari ini karena bos kami sudah memberikan perpanjangan waktu " jawab laki laki tersebut dengan galak
"kalau begitu nanti sore akan saya lunasi bang" jawab mareta asal
"oke nanti sore saya kesini kagi kalau kamu ga bisa bayar rumah ini kami sita" jawab laki laki tadi dengan mata melotot
Setelah 2 laki laki tadi pergi mareta pun duduk di kursi depan rumahnya dengan isak tangis dan fikiran yang kacau gimana dia bisa membayar nanti sore sedangkan uang saja dia tidak punya
__ADS_1
" Gimana ini uang sebanyak itu mana bisa aku nyari dengan waktu yang sangat singkat" ucap mareta bertanya pada dirinya sendiri
Mareta bingung karena itu rumah satu satunya peninggalan bibi dan pamanya bagaimanapun dia harus bisa menjaganya dengan baik .
Akhirnya mareta pun keluar rumah untuk mencari pinjaman uang entah di mana nanti ia akan mendapatkanya.
Waktu terus berputar hingga jam menunjukkan pukul 1 siang. Tapi mareta sama sekali belum mendapatkan uangnya. Dengan jalan gontainya mareta berjalan di tepi jalan raya.
Di satu sisi ada seorang laki laki sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya
Tin tin tin
Aaaaaaaaaaa
Brak
Ya Mareta terserempet mobil laki laki tadi tetapi mareta masih tak sadarkan diri karena dia masih kaget dan syok. Dan juga untung laki laki tadi bisa cepat mengendalikan mobilnya jika tidak mungkin entah apa yang akan terjadi dengan mareta.
Warga yang berlalu lalang pun akhirnya menghampiri karena melihat kejadian tersebut
Dan laki laki yang mengendarai mobil tadi juga ikut turun dan melihatnya
"tolong dong cepat di bawa kerumah sakit " ucap salah satu warga
"tapi saya tidak bawa mobil bagaimana caranya " jawab warga lain
" mana tidak ada taxi lewat " tambahnya
Dan banyak lagi hingga ramai terdengar suara para warga tersebut
"ekhem permisi" deheman laki laki tadi membuat semua warga terdiam dan melihat asal suara tersebut
"saya akan membawanya ke rumah sakit karena saya tidak sengaja menyrempetnya, saya akan bertanggung jawab" ucap laki laki tersebut
"apakah benar kamu ingin membawanya kerumah sakit ?" tanya salah satu warga karena takut malah akan diculik
"benar saya akan membawanya kerumah sakit ini kartu nama saya" jawab laki laki tersebut dengan memberikan kartu namanya
Setelah itu warga pun membantu Narendra untuk memasukkan ke dalam mobil .
" Terimakasih , kalau begitu saya permisi" ucap Narendra dengan sopan
Lalu Narendra bergegas menaiki mobil dan mengendarainya.
Di tengah perjalanan
"auhh ssshhh"
"ak aku di mana kok aku di dalam mobil" ucap Mareta yang baru sadarkan diri
"Kamu di mobil saya" jawab Narendra tanpa menoleh
"Siapa kamu aku mau di bawa kemana ?" tanya Mareta ketakutan
"Tenang saja saya tidak akan melukai kamu " jawab narendra
"saya akan bawa kamu kerumah sakit" tambahnya
"tidak perlu saya tidak apa apa saya harus pulang" ucap Mareta dengan perasaan panik dan menahan perih di kaki dan tanganya karena ada luka luka kecil di sana.
"Diam saya tidak suka di bantah" ucao Narendra dengan penuh penekanan
Mareta pun pasrah dan diam karwna dia sendiri takut.
Beberapa menit kemudian
RS ALX Group
Narendra memanggil suster untuk membawa mareta ke dalam
__ADS_1
"cepat bawa dia dan obati lukanya" perintahnya
"baik tuan" sahut sang suster
Banyak wanita yang terpesona dengan ketampananya hingga tak berkedip saat Narendra melewatinya.
15 menit kemudian
"bagaimana keadaanya?" tanyanya
"dia baik cuma ada beberapa luka dan say sudah mengobatinya" ucap dokter Adam dokter bedah sekaligus sahabat Narendra
" saya sudah bokeh pulang kan dok?" tanya mareta kepada Dr. Adam
" Sudah tapi jangan lupa untuk membersihkan dan minum obat agar lukanya cepat kering" jawab Dr. Adam
" Makasih sudah menolong saya om" ucap mareta kepada Narendra
"Apa kamu bilang Om emangnya muka saya kelihatan sudah tua? " tanya Narendra dengan jengkel pasalnya dia di panggil om oleh seorang wanita
"lah kan biasanya orang yang pake setelan jas begitu sudah tua kan ? " tanta mareta dengan polos
"pffftt bwahahaha lo di panggil om Ndra bwahahaha " tawa Dr. Adam meledak saat mendengar Narendra di panggil om oleh wanita
"puas lo" pekik Narendra
"dan lo sana pulang" perintah narendra kepada mareta
"yee siapa juga yang mau lama lama di sini weeekk bay bay om " ucap mareta sambil melambaikan tangan kepada narendra
Di lobi
Mareta berhenti karena ada deringan hp di sakunya
"hallo "
"kamu di maana ini sudah jam berapa mareta kalau kamu tidak pulang saya akan dobrak dan sita rumah ini" ucap tukang rentenir
"ba baik bang saya akan segera pulang abang tunggu di sana jangan dobrak rumah bibi saya" jawab mareta dengan gugup
Mareta terduduk lemas di bangku lobi
Pikirannya kacau bagaimana dia akan pulang dia belum mendapatkan uang untuk menebus hutangnya.
"Bagaimana ini aku belum dapat uang untuk membayar hutangku" tanyanya pada dirinya sendiri
"Saya akan membantu kamu melunasi hutang mu"
Mareta kaget dan mendongak karena dia mengenali suara itu
"om yakin " ucapnya
"iya tapi dengan satu syarat " jawab narenda
Ya orang tadi adalah narendra karena narendra tidak sengaja mendengar pembicaraan mareta dengan orang lewat telefon
"apa syaratnya" tanyanya
"kamu harus menikah dengan saya" bisik narendra
"gimana ?" tambahnya
Mareta masih tenga nga dengan ucapan Narendra
Apakah Mareta menerima syarat tersebut atah malah bahkan menolak dan merelakan rumah bibi buinya ?
Simak dan ikuti terus ceritaku
Terimakasih maaf jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat.
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
...BERSAMBUNG...