GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
Erlangga


__ADS_3

...Happy Reading...


"Sepertinya ada yang kalian sembunyikan" tanyanya


Narendra dan Diandra kembali terdiam mereka bingung mau menjawab apa.


"Sebaiknya kita bicarakan nanti di rumah pa " jawab Diandra


Sesampainya di rumah mereka bergegas menuju kedalam banyak orang orang yang menjaga dari pintu gerbang hingga ke samping rumah Irvan Alexander semakin yakin bahwa selama dia meninggalkan rumah ada sesuatu yang terjadi.


Mereka semua duduk di ruang keluarga begitu juga dengan Mareta dan Adit. Narendra menjelaskan semua dengan detail tanpa terlewatkan Irvan yang mendengarnya begitu murka "berani beraninya mereka meneror menantu pertama Alexander" ucapnya dengan mata menghunus bagaikan pedang yang siap menusuk.


"Papah bagaimana ini mamah tidak mau terjadi sesuatu dengan keluarga ini apa lagi Mareta dia menantu mama mama sangat menyayanginya pah" rengek Sarah nyonya Alexander


"mama tenang papa akan mengusut tuntas pelaku teror ini dan apa motif nya" ucap Irvan menenangkan sang istri


Mareta hanya terdiam dia masih begitu syok dengan teror yang menimpa dirinya hingga Narendra tidak memperbolehkan Mareta untuk menggunakan handphone untuk sementara waktu ini.


"Aku juga sudah lapor polisi pa agar mereka mengusut tuntas dan seharusnya hari ini sudah ada kabar tentang pemilik nomor itu" sahut Nendra sembari memeluk sang istri


"Iya om tante saya juga sudah menyelidiki supir truk yang menyrempet mobil yang di tumpangi Mareta dan temannya tapi dia sudah melarikan diri bahkan identitasnya pun palsu " ucap Adit


"Sepertinya ada seseorang yang berpengaruh di balik semua ini kita tidak boleh lengah dan sepertinya dia hanya mengincar Mareta " ucap Irvan sambil memijit pelipisnya yang tiba tiba terasa sakit


"Sebaiknya kita istirahat dulu untuk menenangkan fikiran kita nanti kita bahas dan atur strategi " jawab Diandra dan semua mengiyakan karena memang mereka semua terlihat lelah apa lagi tuan dan nyonya alexander yang baru saja pulang .


Mereka sudah istirahat di kamar masing masing berbeda dengan Adit dan Narendra mereka masih mengotak atik laptopnya.


"Gimana? " tanyanya


"Belum ada " jawab Adit yang masih fokus ke laptopnya


drrt drrt drrt

__ADS_1


"Halo selamat siang pak Adit"


"Selamat siang "


"Kami dari kepolisian bhayangkara ingin memberi tahu bahwa pemilik nomor yang bapak berikan juga memalsukan identitasnya " ucap pak polisi di sebrang sana "Tapi kami masih memeriksa sidik jari yang mengirim paket tersebut dan kami juga menyampaikan bahwa darah yang ada di pisau tersebut darah hewan" jelas pak polisi dengan detail


"Baik pak lanjutkan penyelidikan ini hingga menemukan titik terang dan jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi kami " pinta Adit


sambungan telefon terputus Adit yang tadinya berdiri kembali duduk "Mareta mareta mareta teror "guman nya tapi masih bisa di dengar Narendra


"Apa maksut kamu?" seru Narendra yang kesal pasalnya Adit menyebut nama istrinya berkali kali


"Dasar cemburuan" jawab adit cepat Narendra hanya membuang muka


"Gue kok ganjal ya sama Nabila semenjak kejadian teror ini dia tidak muncul lagi biasanya dia slalu ganggu lo kan " ucap Adit dan Narendra langsung paham apa yang di ucapkan sahabatnya itu


"Tapi kita tidak bisa gegabah jika memang benar dia aku pastikan keluarganya akan bangkrut dalam waktu semalam" ucap Narendra


"Sebaiknya kita tidur dan istirahat besok kita ada meeting dengan Wijaya Group tentang kontrak kemaren " ucap Adit lalu berdiri dan diikuti Narendra


"Sayang kamu tenang mas akan menemukan peneror itu dan mas pastikan dia akan bersujud di kakimu untuk meminta ampun" ucap Nendra pelan


"Mas akan selalu menjaga kamu sayang gadis kecil mas" ucap Narendra tersenyum dan mencium kening istrinya ia mendekap istrinya dan ikut terlelap.


Ke esokan harinya Narendra dan Adit sudah berada di kantor mereka akan meeting bersama Wijaya Group.


"Gimana berkasnya sudah siap semua "tanya Nendra


"Sudah bos" jawab Adit lalu meraka melangkah menuju ruang meeting tak lama kemudian Erlangga masuk bersama sekertarisnya.


"Selamat siang pak Narendra" ucapnya dengan senyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya.


"Siang pak Erlangga silahkan duduk " jawab Narendra dengan senyum ramah

__ADS_1


Setelah kurang lebih satu jam mereka selesai meeting. "Pak Narendra Ayah saya berpesan bahwa mamti malam anda di undang untuk makan malam bersama di rumah saya sebagai tanda awal kerja sama kita" ucap Erlangga.


"Baik pak Erlangga terimakasih atas undangannya saya akan datang bersama istri saya" jawab Narendra dengan ramah


Erlangga pun tersenyum karena ia sebentar lagi akan melihat istri dari rekan kerja barunya itu karna menurut informasi yang ia dapat bahwa Narendra sangat sulit untuk dekat dengan wanita.


"Baik pak saya tunggu kalau begitu saya pamit undur diri " ucap Erlangga sembari berjabat tangan dengan Narendra dan Adit


Di luar kantor kini Erlangga tengah menunggu supirnya. Tak lama kemudian supirnya datang ia pun masuk bersma sekertarisnya.


Setelah sampai di kantor Erlangga masuk ke dalam ruangan di sana sudah terdapat wanita cantik yang masih muda.


"Sayang" seru wanita itu


"Sayang maaf membuatmu menunggu " jawab Erlangga sambil berjalan menuju sofa tempat duduk wanita cantik tersebut.


"Kamu sudah makan " ucapnya lagi


" Sudah sayang dan ini aku tadi beli spaghetti kesukaan kamu " ucap wanita itu


"Makasih ya sayang " ucapnya


drrt drtt


"Hallo"


"Oke nanti saya tunggu di kantor setelah makan siang"


sambungan terputus


"Kenapa sayang " tanya wanita itu


" biasa sayang" ucapnya . " tapi aku akan membalasnya berkali kali lipat nanti , lihat saja " batinnya lalu ia tersenyum miring

__ADS_1


"Aku tahu perasaanmu kamu harus kuat aku yakin semua akan kembali seperti yang kamu harapkan" ucap wanita itu menenangkan Erlangga


...Bersambung...


__ADS_2