
...Happy Reading...
Malampun telah tiba kini terlihat dua insan yang sedang duduk di balkon sembari menikmati suasana malam dan kerlap kerlip lampu perkotaan yang terlihat indah pada malam hari di tambah dengan desiran angin menambah suasana semakin mencengkang.
"Sayang " ucap Narendra sambil memeluk tubuh kecil istrinya
"Mas aku tidak pernah menyangka kita akan bersatu dengan cara yang aneh" ucapnya dengan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Narendra
"Hmm dulu aku sangat menggebu ingin mendapatkan kamu sayang hingga aku hampir gila memikirkan mu gadis kecil memakai seragam smp yang menabrakku di depan pintu restauran" ucapnya dengan mengusap lembut kepala Mareta .
"Aku hampir melupakan kejadian itu mas pikirku kejadian itu hanyalah ketidak sengajaan" jawabnya denga menambah eratan pelukannya hembusan angin bertambah kencang hingga menimbulkan suhu dingin menambah erat pelukan kedua insan tersebut hingga larut malam mereka berbincang mengulang kejadian masa lalu saat mereka bertemu. Memang aneh tapi seperti itulah alurnya mereka juga tidak menyangka.
Kini mereka telah masuk ke dalam kamar merebahkan tubuh mereka mengistirahatkan tulang tulang yang seharian bekerja .
🌿
Pagi pun datang matahari mulai memunculkan dirinya menyinari setiap sela sela dinding rumah.
Di kediaman Alexander sudah nampak dua wanita cantik sedang berkutat di dapur membantu sang bibi menyiapkan sarapan. Setelah selesai kini Mareta melangkah menuju kamar untuk memanggil suami tercintanya.
"Mas sarapannya udah siap yuk" ucap Mareta sembari tersenyum
"Oke sayang" Narendra yang sudah rapi dengan setelan jas nya melangkah bersama istri kecilnya merangkulnya mengusap kepala Mareta . uhh manisnya
Diandra yang menunggu nya pun mendengus kesal karena ia harus menunggu pasutri yang sedang bermesraan berjalan ke arahnya . "Untung saja adik kalau bukan udah gue lempar piring ini ke mereka" omelnya
" Selamat pagi kakaku yang cantik " ucap Narendra dengan meledek
" Huh dasar adik laknat" omelnya lagi di sambut gelak tawa oleh Narendra ya mereka memang sering bertengkar tapi pertengkaran mereka hanya sebatas candaan. "Sayang jangan godain kak Diandra terus ah kasian dia " ucap Mareta sembari mengambil nasi ke piring Narendra.
__ADS_1
"Dengerin tuh dek " ucap Diandra lalu menjulurkan lidahnya dan sang empunya pun melengos kesal karena tujuannya menggoda kakanya malah dia yang kena.
Setelah sarapan mereka pun menjalankan aktivitasnya masing masing dan kini Narendra sedang mengantsr istrinya ke kampus karena ada mata pelajaran pagi hari ini.
"Sayang aku kuliah dulu ya" ucap Mareta laku mencium punggung tangan suaminya
"Iya sayang belajar yang bener jangan goadin cowok" jawab Narendra lalu ia mencium kening istrinya. Setelah itu Mareta pun turun dan Narendra kembali melajukan mobilnya menuju gedung yang menjulang tinggi mencakar langit. Setelah sampai di kantornya Narendra turun dan masuk ke ruangan Presdir ia harus berkutat dengan berkas berkas yang melambai ingin di jamah. Tak berselang lama suara ketukan pintu terdengar .
tok tok tok
"Masuk" ucapnya
"Hay " sapa wanita cantik itu dengan tersenyum centil
"Nabila" pekik Narendra
"Kenapa kamu kesini kalai tidak ada yang penting segera pergi dari ruangan saya" ucap Narendra tegas. Wanita itu bukannya pergi tapi malah mendekat ke Narendra dan merangkulnya dari belakang. Narendra yang kaget pun langsung mengempas tangan Nabila dengan kasar. Lalu ia menyeret Nabila untuk pergi dari kantornya. Narendra tak habis fikir kenapa Nabila begitu tidak punya malu mengejar dia yang sudah beristri dan menolaknya.
Bruk
Buku yang di bawa wanita itu jatuh berserakan " maaf ya mbak aku nggak sengaja sini saya bantu" ucap Mareta meminta maaf " Iya gak papa kok " jawab wanita tersebut. " lalu ia mendongak " Mareta" pekik wanita cantik tersebut. Mareta yang merasa namanya di panggil pun akhirnya mendongak "Stefani " pekik Mareta tersenyum lebar dan keduanya pun berpelukan bak pasangan yang bertemu karena sekian lama terpisah .
Kini mereka telah duduk manis di kantin "Ret kamu kemana aja aku hubungin sejak itu kamu ga bisa" tanya Stefani cemberut . "Maaf stef hp ku hilang " jawab Mareta
"Lalu sekarang kamu tinggal di mana kemaren aku kerumah mu tapi kamu gaada kata tetangga setelah bibi mu meninggal kamu pindah rumah dan mereka gatau alamat baru mu " cerocos Stefani
"Aku di rumah suamiku" ucap Mareta pelan. "WHAT suami " pekik Stefani dengan keras. "Stef jangan keras keras " ucap Mareta. " Lalu kamu kemana aja selama ini Strf ? " tanya ganti Mareta. " Aku di Malaysia karena papa ku sedang mengembangkan bisnisnya di sana aku nyari nyari kamu di sosmed bahkan aku tanya ke temen temen tapi gaada yang tau kamu di mana " jelas Stefani. "Kenapa kamu ga cerita kalau kamu menikah aku kan bisa mendampingi kamu Ret" ucapnya lagi
Mareta terdiam sejenak ia bingung harus menjawab apa karena sahabatnya itu pasti tidak percaya bahwa yang menikahinya adalah Narendra Alexander. Mareta menarik nafas panjang " Hufff ceritanya panjang Stef dan ini belum saatnya aku menceritakannya" ucap Mareta kepada sahabatnya itu yang sedari tadi sudah menunggu jawaban dari Mareta.
__ADS_1
"Hmm iya gak papa Ret aku tau kok aku akan menunggu sampai kamu bener bener udah siap menceritakan semuanya tapi kamu baik baik aja kan kamu bahagia kan kamu ga di sakiti kan kalau dia nyakitin kamu bilang sama aku bakal aku patahin tangannya" cerocos stefani ya itu lah stefani dia bawel sangat bawel apalagi menyangkut Mareta dia tidak akan tinggal diam.
Mareta pun terkekeh sahabatnya itu ternyata belum berubah.
ting
Mareta buru buru membuka pesan itu dan ternyata suami tampannya mengatakan bahwa ia sudah menunggunya di depan kampus.
" Stef aku harus pulang suamku sudah menjemputku" ucap Mareta
"Hmm yaudah deh nanti kita chat an ya" jawab Stefani
"Oke stef bay bay "
Stefani hanya memandangi punggung Mareta yang semakin menjauh rasa rindu kepada sahabatnya itu belum terbayar tuntas rasanya. " Gak papa deh besok kan bisa ketemu " batinnya dengan senyum mengembang. Stefani belum pulang karena ia masih ada kelas siang.
Di sisi lain kini Mareta berjalan hati hati agar tidak ada yang melihatnya. Hingga ada tangan kekar yang menarik pergelangan tanganya dan memeluk tubuh kecilnya.
"Mas " pekik Mareta ternyata itu Narendra iya Narendra tak sabar karena Mareta berjalan sangat lambat.
"Mas nanti ada yang ngeliat " ucap Mareta panik
"Kenapa hmm kamu malu hey lihat aku tampan sayang aoa yang kamu malu in dari aku " goda Narendra
"Ih mas " pekik Mareta kesal karena suaminya selaku saja menggodanya
" Iya iya maaf sayang " ucap Narendra lalu mereka bergegas menuju mobil tak selang beberapa lama mobil yang mereka kendarai pun melaju memecah jalanan kota tersebut.
Setelah kepergian mereka ada seorang wanita yang tersenyum miring di dalam mobil yang sedari tadi mengamati mereka berdua. "Aku akan menghancurkan mu Mareta " ucap wanita itu tersenyum sinis.
__ADS_1
......Bersambung......