
...Happy Reading...
Setelah kepergian mereka ada seorang wanita yang tersenyum miring di dalam mobil yang sedari tadi mengamati mereka berdua. "Aku akan menghancurkan mu Mareta " ucap wanita itu tersenyum sinis.
"Lakukan rencana selanjutnya" ucap wanita itu dengan seseorang di balik telefon dan lagi lagi dia tersenyum miring seperti merencanakan hal buruk .
Kini mobil yang mereka kendarai telah sampai di halaman rumah mewah nan megah. Narendra turun dan membukakan pintu untuk Mareta mereka berjalan menuju ke dalam rumah lalu meng istirahatkan tubub sejenak.
"Sayang mas habis ini mau balik ke kantor karena ada meeting" ucap Narendra "Kamu gak papa kan aku tinggal sendiri di rumah" ucapnya lagi untuk memastikan .
"Nggak papa mas lagian ada bibi di rumah bentar lagi kak Diandra juga pasti pulang" jawab Mareta lalu Narendra memeluknya "Yaudah kalau gitu mas berangkat ya" pamit Narendra lalu mencium kening istrinya .
Setelah kepergian Narendra kini Mareta merendam tubuhnya di bath up agar terlihat segar karena lelah dengan aktivitas di kampus . Mareta berdiri memkai kimono dan berjalan ke arah tempat tidur .
drrt drtt drtt
"Mamah " ucapnya sembari tersenyum lebar
"Hallo mah " ucap Mareta
"Sayang gimana kabar kamu " jawab wanita paruh baya itu di sebrang sana
"Aku baik mah mamah sama papa gimana kabarnya " tanya Mareta memastikan keadaan mertuanya yang berada di luar negeri karena papa mertuanya sedang mengembangkan bisnisnha di sana
"Mama sama papa baik sayang oh ya Narendra di mana nak ? " tanyanya " Mas Narendra baik ma dia baru saja tadi balik ke kantor abis jemput aku di kampus " jawab Mareta
"Bagus lah kalau gitu kamu baik baik ya mama sama papa akan balik lusa kamu jangan lupa kasih tau Nendra sama Diandra ya sayang " ucapnya . Mareta yang mendengarnya pun sangat bahagia karena pasalnya mertuanya sudah pergi lama sekali sekitar 1 bulan yang lalu .
"Baik ma nanti aku sampaikan ke mas Nendra dan kak Diandra"
"Ya sudah mamah tutup dulu ya telfonnya"
"Iya ma"
Sambungan telefon pun terputus Mareta segera mengirim pesan untuk suami juga kakak iparnya . Lalu ia tidur karena lelah .
Hari mulai gelap Mareta dan Narendra pun makan malam bersama karena Diandra sedang ada pemotret an jadi ia tidaj pulang kerumah malam ini dan akan pulang besok. Setelah selesai mereka masuk kamar dan melanjutkan aktivitas mereka masing masing Narendra yang sibuk dengan laptop nya sedang mengecek laporan di kantor dan Mareta yang mengerjakan tugas kuliahnya.
Narendra melirik istrinya sekilas dan melanjutkan pekerjaannya. "Sayang besok kamu masuk pagi ? " tanya Narendra tanpa menoleh. "Iya mas aku ada mata kuliah pagi " jawab Mareta dengan menoleh ke Narendra. Mareta kesal karena Narendra sibuk dengan laptopnya tanpa memperhatikannya.
"Mas " serunya sambil duduk di pangkuan Narendra.
"Sayang kamu jangan goda mas ya" ucap Narendra sambil menutup laptopnya lalu ia menggendong Mareta menuju ranjang.
"Mass lepasin" jawab Mareta
__ADS_1
"Kamu yang goda mas dan kamu harus tanggung jawab sayang" jawab Narendra dengan suara bertatnya seperti menahan sesuatu.
"Tapi aku harus menyelesaikan tugas mas " ucap Mareta "No kamu harus tanggung jawab sekarang" jawab Narendea dan langsung mencium seluruh wajah Mareta dan ******* bibir Mareta akhirnya pasrah dalam kungkungan Narendra .
🌿
Hari pun mulai pagi suara ayam berkokok mulai terdengar riuh, matahari mulai memunculkan diri.
Kini kedua insan itu masih terlelap di bawah selimut akibat aktivitasnya semalam.
"Eugh" Mareta menggeliat kini ia terbangun ia menatap lekat lekat wajah suaminya satu kata yang keluar dari mulutnya " tampan " ia mengucap dan tersenyum manis lalu ia mengecup keming suaminya dan turun untuk membersihkan diri di kamar mandi.
Kini keduanya sudah berada di meja makan untuk sarapan. "Mas nanti ga bisa jemput kamu sayang nanti kamu di jemput Amin " ucap Narendra
"Iya gak papa mas" jawab mareta tersenyum .
Sesampainya di kampus Mareta bertemu dengan stefani mereka berdua tengah berbincang di taman di kampusnya. Mereka merencakan akan jalan berdua nanti pulang kuliah.
Setelah kepergian mereka ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka dan melaporkan pada seseorang di balik telefonnya.
Jam menunjukan pukul 12 siang para mahasiswa sudah mulai berhamburan pulang. Kini Mareta dan Stefani sudah berada di parkiran .
"Kamu udah izin suami kamu ret" ucapnya
"Gimana ? " tanyanya lagi
"Boleh yuk " ajak Mareta dan keduanya sudah berada di dalam mobil Stefani.
Di tengah perjalanan mereka berdua saling berbincang membahas tentang mata kuliah dan dosen killer di kampus mereka . Mereka tertawa bersama hingga di jalan menikung tiba tiba ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi sedang melaju berlawanan arah dengan mobil Stefani. Stefani yang kaget pun akhirnya membanting setir dan menabrakkan mobilnya di pohon .
Brak
"Auwhh " pekik keduanya
Warga yang melihat nya oun berbondong bondong menhampiri mobil Stefani dan menolong mereka untuk keluar dari mobil.
"Kalian gak papa kan " tanya dalah satu warga
"Gak papa kok pak makasih sudah menolong kami " jawab Mareta
"Kamu gak papa kam ret" tanya Stefani sambil mengusap jidatnya yang sedikit terluka
"Aku gak papa kok Stef cuma sedikit syok saja " jawab Mareta "Stef kita ke rumah sakit ya untuk meriksa keadaan kamu lihat tuh jidat kamu terluka" ucap Mareta dan di iyakan Stefani .
Mereka menaiki salah satu mobil warga yang tak sengaja melintas di sana. Kinu merwka telah berada di rumah sakit Mareta juga sudah memberi kabar suaminya Narendra pun langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya.
__ADS_1
"Sayang hay " panggil Narendra yang berjalan ke arah Mareta yang sedang menunggu Stefani di dalam ruangan dan di periksa dokter
"Aku gak papa mas" jawab Mareta tersenyum manis
"Sayang kok bisa seperti ini ? "tanya Narendra khawatir
"Tadi waktu aku dan Stefani sedang di tengah perjalanan tiba tiba ada truk yang melaju dengan kecepatan tinggk dan menyrempet mobil yang kita tumpangi mas untung saja Stefani kangsung membanting stir dan menabrakkan di pohon " jelas Mareta
Narendra yang mendengarkan penjelasan istrinya pun berfikir sejenak lalu ia menelfon Adit untuk mencari tahu tentang kecelakaan yang dii alami iatri dan temannya .
"Kamu tenang ya sayang ada mas di sini " ucap Narendra sembari memeluk istrinya. "kalau gitu mas urus administrasi dulu ya kamu tunggu di sini " ucap Narendra
"Iya mas " jawab Mareta. Setelah Narendra pergi Stefani pun keluar dari ruangan dengan perban di kepalanya .
"Stef gimana keadaan kamu " tanya Mareta kepada sahabatnya itu
"Gak papa ret cuma luka kecil bentar lagi sembuh kamu tenang aja oh ya kamu udah di jemput suami kamu? " tanya Stefani
"Udah stef dia sedang mengurus administrasi kamu kamu " ucap Mareta "Loh kok jadi suami kamu yg repot ret kan aku bisa bayar sendiri aku malah jadi ngrepotin kalian " jawab Stefani
"Nggak kok tenang aja stef kamu kayak sama siapa aja sih " ucap Mareta " Oh ya kamu pulang gimana stef " ucapnya sekali lagi "Aku udah telfon supir buat jemput kamu pulang saja duluan aku mau ke kamar mandi bentar " jawab Stefani
"Oh yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya " ucap marrta "Hati hati " jawab Stefanu laku keduanya berpisah .
Setelah membayar administrasi Narendra pun ingin menghampiri Mareta
Drrt drtt
"Hallo gimana ? " tanyanya
"Sial jadi kecelakaan itu di rencanakan" ucap Narendra penuh emosi
"Terus selidiki dan cari tau siapa dalang di balik kecelakaan itu aku yakin dia mengincar sesuatu " perintahnya dan langsung memutuskan sambungan telefon.
"Mas " panggil Mareta
"Sayang teman kamu mana ? " tanyanya
" Dia ada di toilet nanti dia di jemput supirnya karena mobilnya tadi rusak depan " jawab Mareta
Narendra mengangguk kini mereka berjalan menuju parkiran dan langsung pulang kerumah.
... ...
......Bersambung......
__ADS_1