GADIS KECIL PRESDIR

GADIS KECIL PRESDIR
Murid Baru


__ADS_3

...Happy Reading...


"Kasih tau om adit om akan hajar dia "ucapnya


"Sabar dulu om kita ga boleh gegabah kita harus atur strategi " ucapnya


"hmm dia tinggal di mana sekarang ? " tanya Irvan


"dia ada di desa terpencil di bukit dia bersama anak dan istrinya anaknya" ucap Adit


"Besok kita kesana " ucap Irvan lalu beranjak pergi


"Oke kita besok kesana kita harus membawa 1 orang polisi untuk saksi" ucap nendra


"Menurut gue jangan bawa polisi yang ada mereka takut dan melarikan diri"


"Huff gue tau dan gue udah mikir matang matang" ucapnya


"Maksut lo gimana ndra " jawab Adit


"Polisi itu akan menyamar sebagai supir kita " jelas Nendra dan adit pun mengangguk paham


Di tempat lain Erlangga sedang menunggu seseorang


tok tok tok


"masuk" ucapnya


"siang bos " ucap laki laki itu


"Hmm gimana ? " tanyanya to the point


"Dia ada di kota ini" jawab laki laki itu


"terus apa lagi informasi yang kamu dapat "


"tetapi dia sudah tidak ada di rumahnya sudah lama dia meninggalkan rumahnya namun namanya pun juga sudah di ganti bos sepertinya untuk menghindari orang orang yang ingin mencelakainya " jelas laki laki itu


" Berikan data datanya kepada saya dan lanjutkan cari informasi di mana dia tinggal sekarang dan bagaimana keadaannya" perintah Erlangga


"Baik bos " ucapnya lalu pergi


Waktu berjalan cepat tak terasa awan sudah mulai gelap narendra dan mareta bersiap untuk menghdiri undangan dari tuan wijaya.


Kini mereka telah sampai di rumah besar berlantai dua bak istana dengan nuansa biru laut yang halamannya di kelilingi pohon pohon tinggi hijau serta taman bungan yang luas membuat orang yang tinggal di sana betah.


Kedatangan mereka di sambut para pelayan dan para penjaga yang bertugas bak putri dan pangeran.


"Selamat datang nak Narendra" ucap pak tirta wijaya menyambutnya dengan hangat. "Ini istri anda ?" tanyanya


"iya pak tirta " jawab nendra dengan tersenyum


"sangat cantik serasi dengan anda nak nendra" ucapnya lagi


"terima kasih pak tirta wijaya" ucap Mareta sopan dan pak tirta tersenyum


"mari masuk erlangga masih di atas sebentar lagi turun " ucapnya lalu mereka berjalan masuk dan duduk di meja makan


"bik panggilan erlangga" perintahnya


"baik tuan " jawab sang bibik


tak lama kemudian erlangga pun turun begitu mareta mendongak tatapan keduanya pun bertemu mereka saling tatap hingga suara laki laki paruh baya itu memecahkan tatapan mereka. Kemudia erlangga duduk .


"maaf menunggu " ucapnya ramah

__ADS_1


"tidak apa apa pak erlangga" jawab nendra


"jangan panggi saya seperti itu saya jadi terlihat tua " ucapnya bergurau pak tirta pun tertawa dan menjawab ucapan putranya "erlangga memang seperti ini nak nendra jika bersama rekan bisnis yang usianya sama dengannya" .


"tidak apa apa pak tirta saya malah senang memiliki rekan bisnis seperti emm ? " ucapnya menggantung


"Panggil saja rangga " ucapnya ramah


"oke baiklah rangga " ucap Nendra tidak enak hati


"biasa saja bro jangan seperti itu kita seumuran biar ga canggung kalau di luar urusan kerja kita bisa ngobrol santai" ucapnya dengan menaikan turun kan alisnya


pak tirta dan nendra pun tertawa namun mareta hanya tersenyum.


"oh ya rangga mm ini istri saya namanya mareta " ucap nendra


"maaf nendra sepertinya aku pernah ketemu dengan istri kamu waktu kalau nggak salah di cafe x di nusa tenggara timur " ucap rangga to the point


Nendra pun melihat mareta dan matanya meminta penjelasan mareta pun mengerti.


" ah iya mas jadi waktu kita makan aku pas ke toilet waktu aku keluar aku menabrak kak rangga" jelas mareta


"ah maafkan istri saya rangga " ucapny


"tidak papa lagian juga saya salah karena buru buru " balasnya


"kalau gitu mari kita makan " ucap tirta


Nendra dan mareta mereka telah sampai di rumah setelah makan bersama dan sedikit berbincang bincang karena keadaan luar tidak baik untuk mareta jika berlama lama.


"akhirnya sampai rumah sayang mas capek banget pengen langsung tidur " ucap nendra


"ihh mas ganti baju dulu sikat gigi cuci kaki "


"iya sayang " ucap nendra


Waktu terus berjalan tak terasa satu bulan telah berlalu kini tak ada teror yang menghantui mareta dan keluarga alexander entah apa yang terjadi tetapi mereka masih tetap waspada dan menjaga dengan ketat.


Pagi hari mareta berada di kampus bersama tifani sahabatnya tifani sudah tahu semuanya tentang siapa suami mareta dan apa yang terjadi dengan dia selama ini. Tifani sempat menyesal karena di saat sahabatnya membutuhkannya dia tidak ada di sana.


"ret makan yang banyak" ucap tifani dan mareta mengangguk


"kamu tu masih sama ya masih aja nyuruh aku makan terus" ucap mareta


"iya lah kan aku ibu kamu haha " ucap tifani dan keduanya pun tertawa.


"eh denger denger ada siswa pindahan katanya ganteng banget" gosip tifani


"ah biarin masih ganteng suami aku" ucap mareta


"iyaya nyonya narendra" ledek tifani pelan


"biarin weekk"


di saat keduanya sedang bercanda tiba tiba kantin terlihat ramai mereka kira orang orang membicarakan mereka berdua ternyata bukan.


"ganteng banget, wih keren banget coll , ini sih namanya idola kampus , damagenya ya ampun " kira kira begitu lah ucap para kaum hawa kecuali mareta dan tifani yang berada di pojok dan mereka tidak tahu apa yang sedang di omongin orang orang.


"apa sih jadi kepo " ucap tifani


"ah biarin sih tif udah di sini aja kamu tega ninggalin aku makan sendiri disini iya tega " ucapnya cemberut


"hehe enggak baby tayangku utututu maaf ya jangan ngambek dong ret gue ga jadi kepo nih jangan ngambek " oceh tifani sambil memegang tangan mareta dan terus memohon


"iya iya tapi awas kalau masih kepo lagi " ujarnya.

__ADS_1


bel pun berbunyi mereka semua berhamburan untuk masuk ke kelas masing masing begitu juga dengan mareta dan tifani yang habis sarapan.


Semua mahasiswa sudah berada di kelas menunggu dosen datang tak lama kemudian dosen pun datang bersama dengan laki laki tampan.


"Oke selamat pagi anak anak" ucap dosen tersebut. "hari ini kita kedatangan siswa baru silahkan perkenalkan diri kamu " ucap sang dosen ramah


"perkenalkan nama saya Danuarta Megantara bisa di panggil Danu terimakasih" ucap mahasiswa baru bernama Danu


"oke silahkan duduk di bangku samping Mareta , mareta angkat tangan nak " seru dosen tersebut


setelah mareta angkat tangan dan danu pun langsung menuju bangku samping mareta mereka sempat berkenalan sebelum pelajaram di mulai.


Pelajaran telah usai mahasiswa kelas mareta pun keluar untuk ke kantin di kelas tinggal mareta tifani dan danu.


"hay gue tifani "ucapnya mengukurkan tangan danu membalanya dengan tersenyum " danu " ucapnya.


"ganteng banget" batin tifani dan menggelengann kepalla


"kamu kenapa tif " tanya mareta heran melihat tifani geleng geleng kepala


"ah gak papa kok gue laper hehe " ucapnya


"oh yaudah ke kantin yuk kebetulan aku udah selesai ngerjain tugas " ajak mareta ya mareta memang sering mengerjakan tugas dari dosen setelah pelajaran selesai agar di rumah ia bisa mengurus narendra.


"okey emm danu kamu mau ikut kita ? " tanya tifani pada danu


"em kalian duluan aja aku masih nyatet ini " jawabnya


mareta dan tifani meninggalkan danu dan menuju ke kantin


"eh tif kamu tadi kenapa geleng geleng "


"mm gak papa kok ret "


"yang bener " ucap mareta lalu duduk dan di ikuti tifani


"iya baby em kamu mau makan apa biar aku traktir " tanyanya


"bakso aja sama es teh ya tif "


"oke tunggu di sini tuan putri" ucap tifani dan mareta tertawa


"hay boleh duduk " ucap danu yang tiba tiba datang


"boleh duduk aja kamu ga pesen itu tifani udah pesen "


"nanti dulu aja deh nunggu tifani datang biar kamu ga sendirian" ucapnya dan tersenyum


"loh danu kamu mau pesen apa biar aku pesenin" ucap tifani


"ah gausah aku hisa sendiri kok kamu makan aja" ucapnya dan tifani mengangguk lalu duduk


mereka pun makan bersama dan berbincang danu juga sudah kembali dengan bakso di mangkuk obrolan mereka berhenti setelah danu mendapatkan telefon dari seseorang.


" aku angkat dulu ya " ucap danu dan beranjak pergi menjauh


"angkat tlfon aja jauh jauh banget kayak rahasia aja" ucap tifani


"ya kalu aja dari pacarnya tif makanya dia menjauh ntar kedenger suara lo pacarnya ngambek " ucap mareta memberi alasan yang positif


"hehe iya juga sih "


di sisi lain kini danu masih stau dengan telefonnya


"iya kakak tenang aja aku pasti bisa dapatin dia" ucapnya

__ADS_1


"kakak ngremehin aku hmm " ucapnya dan tertawa lalu sambungan terputus


...Bersambung ...


__ADS_2