
Niki merasa aneh karena baru pertama kalinya, Niki berangkat kerja dikawal sama bodyguard zukarnaen, karena selama ini Niki paling tidak mau dikawal dengan alasan apapun.
" Sudah jangan banyak tanya yah, ikutin saja apa kata ayah dan papah yah sayang, sekarang kan Niki wanita sibuk, yang harus ada yang temani." Ucap Rika berusaha santai, Rika membantu Niki menata rambutnya
" Bener sayang, sudah terima saja yah, yakin saja apa yang dilakukan ayah dan papah itu pasti yang terbaik untuk Niki oke." Ucap Melati, yang lihat lihat email masuk ke email perusahan.
" Tapi malu tahu bunda dan mami, kemana mana dikawal seperti itu, sudah seperti biasa saja sih tanpa pengawalan sama sekali, memangnya Niki orang penting apa yang harus dikawal segala" Protes Niki tidak suka sama sekali dikawal kawal
" Sudah rapih dan cantik, sudah jangan banyak protes sekarang berangkat kerja yah, nanti siang kita makan siang bareng yah, Niki nanti kita telefon makan dimana yah." Lanjut Rika tidak mau mendengar anaknya protes terus menerus.
Melati mematikan laptop dan memberikan nya ke Niki, sedangkan Rika ngajak Niki keluar kamar, Niki sejujurnya sangat bahagia mendapat kan perhatian dari orang tuanya tapi kalo berlebihan membuat Niki tidak nyaman.
Dilain sisi, Wisnu yang kwartir sama Niki, memutus kan mengantarkan Niki ke kantor, awalnya zulkarnaen melarangnya kwatirnya Niki curiga. tapi Wisnu tidak tenang kalo tidak bisa menjaga Niki secara langsung.
' Hari ini Niki ketemu sama laki laki itu, harus diawasi lebih ekstra orang itu, awas saja berani macem macem sama Niki. tinggal dibalas perlakuannya sama Niki." Ucap Wisnu siap siap ke rumahnya Zulkarnaen untuk anterin Niki kerja
Dilain sisi, Nikola melihat Rudi memaksa berangkat kerja, merasa kasihan tapi ini lah konsekuensinya atas kecerobohannya nekat menjebak Niki.
" Apa masih lanjut menjebak Niki?" Tanya Nikola melihat Rudi siap siap berangkat kerja.
" Sepertinya batal, gila orang tuanya punya banyak pasukan. Dan orang tuanya bisa bela bela diri, dengan gerakan cepat bisa nendang saya." Ucap Rudi pegang perutnya yang masih terasa sakit.
__ADS_1
' Syukur lah, jangan lagi aneh aneh, bekerja dengan bener jangan mikir aneh aneh lagi. sama anak orang saya yakin mereka semakin memperketat melindungi Niki, kemungkinan untuk berteman sama Niki tidak akan bebas dan leluasanya, rasa trauma akan dirasakan orang tuanya, apa lagi pak Zulkarnaen yang sudah merasakan rammuan yang kamu kasih.' Lanjut Nikola yang tidak mau mengalami ape dua kali.
' Iya saya tahu, apa lagi perusahaan pak Zulkarnaen perusahaan paling murah, untuk proyek pembangunan apapun, dan fasilitasnya juga bagus sekali. untungnya beliau mau melanjutkan nya, kalo tidak saya sulit mencari perusahaan semurah perusahaan pak Zulkarnaen dan fasilitasnya sebagus perusahaan pak Zulkarnaen terutama kecepatan pembangunan, dan jaminan kesehatan para pekerja jauh diperhatikan." Lanjut Rudi hampir pusing proyeknya gagal karena urusan pribadinya.
" Nah itu tahu, kita bisa lebih hemat. makannya kalo mau apa apa itu jangan dilakukan sendiri, dan jangan nekat. yah sudah semangat rapat ketemu sama Niki." Lanjut Nikola yang ingin rasanya mencuci otaknya Rudi supaya sedikit bener
Rudi dan Nikola keluar dari kamarnya Rudi dan sarapan bareng, Rudi membahas pekerjaan bersama Nikola sambil menikmati sarapan barengnya.
Dilain sisi, Niki merasa bahagia sekali, Wisnu pagi pagi datang ke rumah Zulkarnaen dan membawa makanan untuk Niki.
" Pah, selama mamah di US, papah tinggal disini saja, dari pada dirumah sendirian mana enak pah, kalo disini kan rame ada ayah, mami, dan bunda. bisa santai bareng." Ucap Niki menikmati sarapan buatan Wisnu, walaupun Rika dan Melati masak Niki selalu memakan masakan Wisnu terlebih dahulu
" Iyah sayang, ide yang bagus, kata mamah di US selama dua Minggu atasan mamah minta mamah lebih lama dulu di US." Ucap Wisnu yang sejujurnya keberatan Gita bekerja terlalu lama di US, tapi tidak tega melarang Gita untuk melanjutkan pekerjaannya.
" Yah deh" Lanjut Wisnu setuju
Niki yang tahu Wisnu mau nginep merasa sangat bahagia sekali, walaupun Wisnu ayah angkat tapi perhatian Niki ke Wisnu jauh lebih besar karena Wisnu lah yang membesarkan Niki dari lahir sampai dewasa tanpa mengenal lelah.
Dilain sisi, Salsa menyiapkan dokumen kerjasama dengan perusahaannya Rudi, sebenarnya Salsa sudah tahu sebelumnya Rudi mengadakan rapat sama Zulkarnaen sebagai pengganti yang hadir, tapi tidak berani bertanya kali ini mengadakan rapat lagi apa lagi rapat pembahasan kersama.
" Duh jadi kepo, kenapa diadakan meeting lagi yah. tapi nona Niki saja sampai dilarang tahu. hemm" Ucap Salsa sejujurnya kepo apa yang terjadi, Salsa menyiapkan dokumen yang dibutuhkan buat ketemu sama Rudi dan Nikola.
__ADS_1
Dilain sisi, selama perjalanan ke kantor, Wisnu ngajak Niki Vidio call sama Gita saking kangennya sama orang tua angkatnya.
" Hallo, sayang sayang ku, kalian mau kemana?" Tanya Gita diseberang telefon
" Hallo juga mah, mau ke kantor mah, masa Niki ke kantor ditemani sama bodyguard coba, papah ikut ke kantor cuman sampai siang saja." Protes Niki tidak suka dikawal kawal
" Biarin saja sayang, CEO itu wajar di kawal sayang, kan keren Niki dapat kawalan seperti itu kan. kalo butuh apa apa tidak usah ribet kan sayang." Lanjut Gita, Gita sudah tahu kejadian sebenarnya Zulkarnain minum obat perangsaaanng yang dikasih sama Rudi kemarin
" Keren sih mah, tapi kan bagaimana kalo ada cowok mau deketin Niki mah, kalo Niki saja dikawal seperti ini." Protes Niki cemberut karena Gita sama saja, tidak mengerti perasaan Niki.
" Sudah lah Niki, biarin kita berikan yang terbaik untuk Niki yah, jangan protes terus nak." Tegas Wisnu, yang tidak tega mendengar Niki protes dengan adanya bodyguard, demi keamanan Niki.
" Iyah deh, Iyah deh." Lanjut Niki pasrah, percuma maksa juga, keputusan kelima orang tuanya sudah final. Niki wajib dikawal kemana pun Niki pergi
Mobilnya Niki sampai di parkiran kantor, membuat Niki, Wisnu, dan bodyguard. turun dari mobil bersamaan jalan masuk kedalam lobi kantor.
" Selamat pagi nona Niki dan pak Wisnu." Ucap satpam kantor ramah
" Pagi juga pak, oh yah cemilan di ruangan saya sudah ada?" Tanya Niki melihat satpam yang masih berdiri
" Sudah ada nona Niki, sudah siap untuk dinikmati saja." Lanjut Satpam, beruntungnya tadi tanya OB saat belanja cemilan untuk Niki.
__ADS_1
" Oh sudah, yah sudah saya ke ruangan saya kalo begitu." Lanjut Niki langsung jalan diikuti sama Wisnu dan bodyguard
" Kenapa nona Niki sampai dikawal segala yah, bikin kepo saja deh" Batin satpam memeras heran, tidak biasanya Niki dikawal, biasanya kerja ditemani sama orang tuanya saja.