Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Dasternya kembaran


__ADS_3

Niki memberikan paparbage yang dibawanya, Niki membagikan hadiah hari ibu ke Rika, Melati, dan Gita. Niki berusaha bersikap adil memberikan apapun untuk kelima orang tuanya.


" Dasternya kembaran sayang, terimakasih atas hadiah dihari ibu sayang." Ucap Rika bahagia, Rika mencium keningnya Niki


" Selain daster ada peralatan makeup dan kalung juga, terimakasih anak mami yang semakin sukses karirnya." Ucap Melati sambil masukin belanjaannya Niki kedalam paparbage


" Sudah sukses, semoga Allah mempercepat Niki ketemu dengan jodoh Niki yah, yang sama sama hebat dan baiknya seperti Niki." Ucap Gita penuh harap, Niki mendapatkan suami yang baik dalam segala hal.


" Amin amin, terimakasih doanya mah, semoga Niki semakin semangat kerjanya supaya selalu bisa memanjakan orang tua Niki, membanggakan, dan mendapatkan jodoh yang baik dalam segala hal." Ucap Niki penuh harap, berharap punya suami seperti Wisnu yang selalu ada untuk anak dan istri, dan suami seperti Zulkarnaen yang sukses dalam pekerjaannya mampu mewujudkan apapun kebutuhan istri dan anak. baik dalam segala hal.


" Buat ayah dan papah tidak ada nih, merajuk yuk pah kita tidak dikasih apapun oleh Niki." Ledek Zulkarnaen pura pura merajuk

__ADS_1


" Tentu ada dong buat ayah dan papah, masa buat ibu ibu nya saja sih." Ucap Niki, Niki tadi sengaja minta Wisnu tungguin di restoran untuk Niki beliin baju untuk Zulkarnaen dan Wisnu.


" Ini buat Ayah dan papah terhebat sedunia." Sambung Niki memberikan dua paparbage yang dipegangnya.


" Kapan Niki beli ini nak? perasaan tadi papah tidak melihat kamu beli ini?" Tanya Wisnu saat melihat kemeja yang sama seperti Zulkarnaen cuman beda warna


" Tadi pas papah nungguin Niki di restoran, Niki bohongan bilang ke toilet padahal beli ini buat papah dan ayah." Lanjut Niki bahagia, karena orang tuanya pada suka dengan pilihannya.


Niki dan orang tuanya melanjutkan makan malamnya, Niki bahagia sekali melihat senyum kebanggaan yang diberikan Zulkarnaen, Rika, Melati, Gita, dan Wisnu.


Dilain Sisi, Rudi melamun di meja cafe langganannya, Nikola yang melihat Rudi melamun merasa kasihan karena tidak biasanya Rudi seperti ini.

__ADS_1


" Kenapa bro?" Tanya Nikola sambil memberikan minuman yang dibawanya


" Tadi di mall ketemu Niki dan pak Wisnu, Niki dengan bahagianya membeli kan kado di hari ibu untuk ketiga ibu nya." Ucap Rudi sedih, sedih dan iri karena ibu nya yang terlalu sibuk membuatnya jarang ketemu dan komunikasi melalui handphone.


"Terus maksudnya apa? Niki bahagia beliin kado bukannya ikut bahagia yah? itu artinya Niki masih ingat hari ibu, untuk berbagi kebahagiaan memberikan hadiah bukannya wajar?' Tanya Nikola bingung, orang lain yang bahagia kenapa Rudi yang sedih.


" Niki bener bener beruntung Nikola, sesibuk apapun bu Gita dan Bu Melati dalam mengajar bimbelnya masih bisa mengurusi anaknya secara langsung, begitu juga dengan Bu Rika walaupun ibu rumah tangga biasa, tapi bisa bantuin suaminya jualan dan ngurus Niki juga. beda dengan mami saya, dari kecil sampai saya dewasa selalu pekerjaan dinomor satu kan, sedangkan anak diabaikan difikirkan nya anak cuman butuh materi yang banyak tapi tidak butuh kasih sayang dan perhatian sama sekali. saya iri melihat kedekatan Niki bareng orang tuanya, apa lagi pak Wisnu selalu ikut kemana pun Niki pergi saya bener bener iri melihat kedekatan Niki bersama kelima orang tuanya." Penjelasan Rudi dengan lirih, Rudi menghabiskan langsung minuman yang diberikan Nikola tadi.


' Oh alasan itu kenapa iri, bukan kamu saja bro, yang kurang kasih sayang orang tua, saya juga sama saja kok, setiap melihat perhatian orang tuanya Niki ke Niki bikin iri saja, yah contohnya pas mobil Niki mogok kebetulan yang aneh sejujurnya, pak Wisnu bisa muncul pakai motor. dan rela ngajak Niki berangkat kerja naik motor kan." Lanjut Nikola yang ikut iri melihat orang tuanya Niki, yang begitu siaga menjaga Niki, tidak ada sela sedikit pun untuk menjebak Niki.


" Kamu bener, yah itu salah satunya bikin saya iri, papi saya mana mau seperti pak Wisnu kan." Lanjut Rudi, jangan kan datang tiba tiba naik motor, datang membantu anak yang kesulitan saja selalu memerintah kan anak buahnya untuk tolongin Rudi.

__ADS_1


__ADS_2