Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Maafkan aku, aku trauma.


__ADS_3

Rudi melihat Niki duduk disampingnya, merasa bahagia sekali karena tidak menyangka hubungannya sebentar lagi halal bersama Niki, proses pacaran yang cukup singkat bagi Niki dan Rudi.


" Apa kita bisa mulai acara ijab Kabul nya?" Tanya penghulu melihat Niki dan Rudi bersamaan


" Insya Allah siap pak, silahkan dimulai saja." Ucap Rudi berusaha santai, dan senyum melihat Niki yang duduk disampingnya begitu terlihat sangat cantik.


Penghulu mulai ijabnya, membuat Rudi fokus mendengarnya dan mulai mengulangnya dengan lantang membuat tamu undangan senyum bahagia. karena Rudi tidak mengalami kesulitan saat mengucap kan kabulnya.


" Bagaimana saksi apa sah, pernikahan Rudi dan Niki?" Tanya penghulu dengan suara lantang.


Sah

__ADS_1


Sah


Teriak kompak para saksi, membuat penghulu membaca doa setelah akad nikah, dan membuat Rudi memasangkan cincin pernikahan di jari manisnya Niki.


" Terimakasih sayang, telah mengijinkan aku untuk menjadi imam kamu, insya Allah aku akan berusaha membahagiakan kamu sampai maut memisahkan kita." Ucap Rudi dengan bahagia, Rudi mencium keningnya Niki dengan mesra.


" Sama sama sayang, terimakasih sudah mau terima segala kekurangan dan kelebihan aku sayang." Ucap Niki dengan haru, akhirnya Niki mendapatkan pendamping hidup yang bener bener mencintainya.


"Tugas kita sebagai orang tua sudah selesai, mengantarkan anak kita sampai acara pernikahan saat ini, kita sekarang menjadi penonton dan penasehat untuk rumah tangganya Niki dan Rudi." Ucap Zulkarnaen merasa bahagia, dan merasa lega karena sekarang Niki tidak akan kemana mana sendirian.


" Iyah bener Zul, kita jangan terlalu ikut campur dalam rumah tangga mereka, biarkan mereka menjalani rumah tangganya sendiri.kita hadir jika ada masalah yang mereka tidak bisa hadapi." Ucap Wisnu, Wisnu berusaha untuk menjadi orang tua yang bijaksana dan tidak terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga Niki dan Rudi.

__ADS_1


Dilain sisi, Setelah acara ijab kabul, Niki dan Rudi istirahat di kamar hotel yang sudah disiapkan oleh orang tuanya Rudi. istirahat sebelum acara resepsi pernikahannya nanti.


Rudi melihat Niki nunduk setelah masuk kedalam kamar, membuat Rudi merasa heran melihat Niki nunduk dan keringat dingin.


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Rudi lembut, Rudi angkat kepalanya Niki supaya tidak nunduk terus.


" Maafkan aku, aku trauma sayang, aku jadi ingat masa kecil aku saat aku masuk kedalam kamar bersama laki laki bukan orang tua aku sayang." Ucap Niki, Niki gemetaran karena bayangan dimana dirinya disuruh untuk temani Zulkarnaen didalam kamar dulu. Niki kecil belum tahu kalo Zulkarnaen adalah ayah kandungnya, untungnya Zulkarnaen tidak ada kontak fisik sama sekali, Zulkarnaen merasakan getaran yang aneh saat pertama melihat Niki, membuat Zulkarnaen cuman ajak Niki temani makan, minum, dan temani Zulkarnaen kerja selama dua jam didalam kamar. ( yang penasaran cerita awal Zulkarnaen ketemu lagi dengan Rika, kehadiran Niki, dan bagaimana perjuangan Wisnu membesarkan Niki walaupun tidak ada hubungan apapun dengan Rika. bisa baca di novel * istri ke 2 ku wanita malam* )


" Tenang yah sayang, aku memaklumi kok kalo kamu trauma akan masa kecil kamu, tapi ijin kan aku untuk menghilangkan rasa trauma kamu yah, aku janji akan lembut setiap kita gulet panas sayang, jadi sekarang tidak usah gemetaran dan nangis lagi yah sayang, kita kan sudah menikah sayang jadi halal kita melakukan gulet panas setiap saat." Lanjut Rudi, Rudi peluk Niki membiarkan Niki nangis dalam pelukannya.


Niki ngangguk, mencoba percaya dengan ucapan Rudi, berharap Rudi seperti Wisnu yang setia selama pernikahannya tidak pernah jajan sembarangan.

__ADS_1


__ADS_2