
Rudi pijitin kakinya Niki, saat Niki bangun tidur, Niki langsung berdiri dan jalan ke kamar mandi setelah merasakan pijitan yang diberikan Rudi. membuat Rudi langsung nyusul Niki yang lagi muntah muntah.
" Sayang, kenapa muntah muntah sayang?" Tanya Rudi panik melihat Niki muntah muntah.
" Entah sayang, aku merasa mual saja tapi tidak bisa mengeluarkan isi perut sayang." Ucap Niki yang merasa mual
" Sayang apa jangan jangan" Lanjut Rudi yang menghentikan pijit lehernya Niki, dan langsung cari alat ngecek kehamilan yang ada di dalam tasnya
" Sayang, tidak ada salahnya kamu pakai ini sayang" Sambung Rudi memberikan alat tes kehamilan ke Niki
" Baik sayang, bismillah semoga harapan kita sama yah." Lanjut Niki berusaha optimis, bisa memberikan keturunan pertama untuk Rudi.
Niki masuk kedalam kamar mandi, sambil bawa alat tes kehamilan, dan langsung mencobanya. sepuluh menit kemudian Niki keluar dari kamar mandi, wajah Niki merasa bahagia sekali melihat hasil tes kehamilannya.
" Hasilnya apa sayang?' Tanya Rudi yang setia nungguin Niki didepan kamar mandi.
" Mulai sekarang kita akan jadi ayah dan bunda sayang." Ucap Niki memberikan hasil tes kehamilan ke Rudi, hasilnya dua garis biru.
__ADS_1
" Subhanallah sayang, akhirnya yah allah memberikan kita keturunan secepat ini sayang." Lanjut Rudi merasa bahagia, Rudi langsung mencium keningnya Niki saking bahagianya
" Kita cek kandungan setelah itu langsung pulang ke kota Malang yah sayang, mumpung orang tua aku masih disana kan sebelum peresmian perkebunan." Lanjut Niki, langsung peluk Rudi saking bahagianya.
" Boleh sayang, nanti aku bilang Nikola mempercepat peresmian perkebunan kita yah sayang, supaya kamu bisa istirahat setelah peresmian nanti yah." Lanjut Rudi setuju langsung pulang, walaupun waktu bulan madu lebih cepat selesainya
" Iyah sayang" Lanjut Niki lemes, Niki merasa perutnya tidak enak, rasanya ingin mengeluarkan isi perutnya
Rudi langsung bawa Niki untuk istirahat dan Rudi langsung telefon Nikola untuk peresmian perkebunan lebih dipercepat besok karena Niki lagi ngisi.
" Semuanya siap deh, Alhamdulillah sekali tidak hujan dan tidak mendung, jadi langitnya banyak bintang" Ucap Gita merasa bahagia,Gita langsung merapihkan meja makan romantis malam ini.
" Sayang, ada kabar gembira sayang?" Ucap Wisnu keluar dari rumah, dan melihat Gita yang sibuk dari tadi.
" Kabar gembira apa sayang?" Tanya Gita penasaran.
" Niki hamil sayang, tadi Rudi ngajak Niki untuk cek kandungan sayang, dan sudah tiga Minggu sayang." Lanjut Wisnu merasa bahagia sekali, akhirnya anak angkatnya ngisi secepat ini.
__ADS_1
" Serius sayang? Subhanallah yah sayang, akhirnya Niki hamil secepat ini, aku tadinya harap harap cemas sayang. terus Niki kesini kapan? terus peresmian Perkebunan kapan?" Tanya Gita semakin tidak sabar memiliki cucu pertama walaupun bukan cucu kandung, tapi Gita ikut merasa kebahagiaan yang dirasakan Niki saat ini.
Dilain sisi, Zulkarnaen ngajak Rika dan Melati Vidio call bareng Rudi dan Niki, yang sudah sampai di hotel setelah dari rumah sakit.
" Hallo anak ayah, bagaimana kondisi kamu sekarang?" Tanya Zulkarnaen saat saluran telefon terhubung
" Lemes ayah, dan mual mual terus." Ucap Niki di sebrang telefon.
" Itu biasa sayang, untuk wanita hamil sayang, apa lagi kamu kan hamil muda sayang." Ucap Rika merasakan bagaimana rasanya awal kehamilan dulu.
" Ini Rudi sudah pijit Niki, dan memberikan Niki minuman yang tidak membuat Niki mual lagi ayah, bunda, dan mami." Ucap Rudi diseberang telefon.
" Iyah harus seperti itu sayang, walaupun sekarang lagi mual mual, tetep harus dipaksa makan sayang, walaupun muntah muntah terus, harus dipaksa supaya anak kamu tidak merasa lapar karena kamunya muntah muntah terus." Ucap Melati yang tidak ingin Niki sakit karena tidak nafsu makan
" Iyah mami, Niki akan berusaha makan walaupun perut Niki tidak enak, demi anak pertama Niki dan Rudi." Lanjut Niki merasa lega karena kehamilan pertamanya lebih cepat dari pada perkiraannya.
Zulkarnaen, Rika, dan Melati, tidak sabar menyambut kehadiran bayi kecil di tengah tengah kebahagiaannya.
__ADS_1