
Niki dan Wisnu kembali ke kantor, Wisnu sengaja nyetir supaya Niki tidur sebentar didalam mobil, Wisnu tahu betapa lelahnya Niki bekerja di kantor dan kunjungan kerja walaupun sebentar
" Tidak masalah pah, masa Niki tidur tapi papah bawa mobil sendirian sih? sudah Niki saja yang bawa mobilnya yah?" Tanya Niki merasa tidak enak ke Wisnu
" Tidak masalah sayang, tidur saja ya nak, papah tahu kok Niki lelah sekali, justru itu biarin papah saja yang bawa mobil yah nak." Ucap Wisnu menyakinkan Niki
" Yah sudah pah, maaf merepotkan papah yah." Lanjut Niki, Niki terpaksa turutin keinginan Wisnu, walaupun setiap pulang kerja Wisnu yang bawa mobil, tapi Niki selalu merasa merepotkan.
Dilain sisi, Zulkarnaen yang lagi kangen gulet panas bareng Melati, ngajak Melati ke kamar pribadinya yang ada di purpustakaan.
__ADS_1
" Sudah sana, tadi saya sudah gulet panas bareng ayah, sekarang giliran mba Melati." Ucap Rika, Rika sudah terbiasa gulet panas ganti gantian seperti ini.
" Mau yah sayang, aku sudah dipuncak puncaknya nih." Ucap Zulkarnaen memelas supaya Melati mau gulet panas.
" Baik lah sayang, hayo ke kamar sayang." Ucap Melati yang tidak pernah menolak keinginan Zulkarnaen, melakukan kewajiban sebagai istri.
Dilain sisi, Gita merapihkan meja kerjanya, Gita merasa lega akhirnya kelas hari ini selesai juga, Gita melihat Rika masuk ke perpustakaannya. membiarkan Rika bantuin merapihkan buku buku yang ada dimeja.
" Mereka ke kamar, tadi ayah ingin sekali gulet panas disini, yah sudah ditururin deh sama mba Melati." Ucap Rika cuek dan santai
__ADS_1
" Kalian hebat yah, walaupun hidup dalam pernikahan poligami tapi bisa rukun sampai sekarang, tanpa ada ribut sama sekali." Puji Gita kagum ke Rika dan Melati bisa harmonis sebagai istri nya Zulkarnaen bisa kompak, tanpa ada keributan apapun
" Karena Mba Melati sih sebenernya, kalo dia nya rese saya tidak akan bertahan sampai sekaarang, mba Melati juga masih mau mempertahan kan pernikahannya, dan mau menerima saya sebagai istri ke dua pun karena Niki, dan ayah juga mau mempertahan saya dan mba Melati yah demi kebahagiaan Niki dan Alhamdulillah bisa adil juga ayah, adil dalam segala hal bahkan dalam kondisi sulit pun mampu adil dan tidak berkata kasar maupun main tangan juga. jadi Alhamdulillah pernikahan kita bisa harmonis sampai sekarang pernikahan poligami tergantung istri pertama sikap maupun ucapan, begitu juga tergantung suami mampu bersikap adil dalam segala hal atau tidaknya begitu Gita.' Penjelasan Rika panjang kali lebar.
" Nah itu saya salutnya sama kalian bertiga, saya tidak bisa membayangkan ada di posisi Melati yang dihianati pernikahannya atau pun saya terpaksa jadi madu, saya tidak bisa bayangkan bagaimana fisik dan mental saya saat diposisi seperti kalian berdua. salut sama kamu dan Melati bisa akur sampai sekarang, bahkan Zulkarnaen pun mampu bersikap adil dalam segala hal." Lanjut Gita, Gita tidak pernah bermimpi punya kehidupan seperti Melati dan Rika.
Dilain sisi, Niki dan Wisnu melanjutkan pekerjaannya lagi, Wisnu melihat email yang masuk ke email perusahaan membuat Wisnu merasa bahagia sekali karena perusahaan Niki banyak yang percaya pembangunan gedung mau pun rumah.
"Niki, kamu terima semua permintaan proyek ini yah, usahakan jangan mengecewakan client." Ucap Wisnu setelah baca email masuk.
__ADS_1
" Iyah pah, Niki terima semuanya." Ucap Niki merasa lega, pekerjaannya lebih cepat selesai karena Wisnu benar Bender membantu pekerjaan Niki sampai sore.
" Oke papah balas semuanya yah." Lanjut Wisnu, Wisnu membiarkan Niki menyelesaikan dokumen yang harus di pelajari oleh Niki sebelum disetujui