
Semua karyawan nya Rudi melihat Niki keluar dari ruangannya Rudi nangis, menjadi heran karena tamu bos mereka pulang pulang dengan isakan tangis yang membuat mereka penasaran.
" Nona itu kenapa yah? pulang pulang nangis seperti itu?" Tanya karyawannya Rudi penasaran
" Entah lah, kita kan tahu kebiasaannya pak Rudi seperti apa, kasihan sekali perempuan itu kalo disakiti oleh pak Rudi." Ucap karyawannya Rudi yang merasa tidak tega dengan Niki yang pulang nangis dengan berlari meninggalkan kantornya Rudi.
Dilain sisi, Rudi berusaha mengejar Niki, saat Niki masuk kedalam lift membuat Rudi membatalkan niatnya untuk mengejar Niki sampai ke lantai bawah.
" Biarin Niki menenangkan diri dulu deh, malu juga dengan karyawan kalo kebawah untuk menyusul Niki yang nangis.
Rudi langsung kembali ke ruangannya, perasaan Rudi bener bener tidak enak dengan Niki akhirnya tahu niat awal Rudi mendekati Niki selama ini
__ADS_1
Dilain sisi, Niki duduk sendirian ditaman dekat kantornya Rudi, Niki bener bener tidak menyangka dengan apa yang didengarnya tadi, selama ini Rudi mendekatinya karena niat jahatnya menjebak Niki.
" Ya Tuhan, baru dekat dengan laki laki, baru merasakan jatuh cinta dengan lawan jenis. tapi kenapa Rudi punya niat jahat dan tega ingin sekali menjebak saya untuk melakukan panjat pinang tuhan. Niki bener bener benci dengan Rudi." Batin Niki kesel, Niki terus menerus menumpahkan air mata kekesalan dan kekecewaannya terhadap Rudi
Niki malas sekali kembali ke kantor, untuk pertama kalinya Niki ke apartemen milik Zulkarnaen untuk menenangkan hati dan pikiran. Niki tidak ingin pulang pulang mata bengkak karena habis nangis.
Dilain sisi, Rudi langsung merapihkan meja kerjanya, Rudi berencana ke kantornya Niki untuk bicara yang sebenarnya supaya tidak salah faham
Rudi keluar dari kantornya, dan jalan kearah kantornya Niki, berharap Niki belum pulang kerja. saat sampai di lobi kantor Rudi ketemu dengan salsa asistennya Niki yang baru mau masuk ke lift.
" Bu Salsa tunggu" Teriak Rudi menghentikan Salsa yang ingin masuk kedalam lift
__ADS_1
" Pak Rudi? perasaan tidak ada meeting pak? ada perlu apa bapak kesini?" Tanya Salsa bingung karena tidak ada agenda sama sekali dengan perusahaan Rudi.
" Saya kesini mencari Niki, apa Niki ada diruangannya?" Tanya Rudi penuh harapan kalo Niki belum pulang
" Tidak ada pak, tadi Bu Niki kirim pesan kalo beliau ada urusan, jadi dari makan siang tadi sampai sekarang Bu Niki belum kembali ke kantor pak, kalo boleh tahu ada urusan apa yah pak Rudi dengan Bu Niki?" Tanya Salsa penasaran, karena akhir akhir ini Niki dan Rudi semakin dekat
" Yah sudah saya kembali ke kantor, permisi." Lanjut Rudi, Rudi sengaja tidak menjawab pertanyaan Salsa, Rudi paling males membahas urusan pribadi ke orang lain.
Salsa menatap aneh kearah Rudi yang pergi begitu saja, Salsa berusaha cuek dan melanjutkan langkahnya ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Rudi terus mencari Niki, karena merasa bersalah sudah membuat Niki nangis seperti tadi. Rudi berharap Niki tidak pulang ke rumah orang tuanya.
__ADS_1
" Dimana kamu Niki? apa kamu sudah pulang ke rumah? ke rumah siapa yah kira kira ke rumah pak Zulkarnaen atau pak Wisnu yah? astaga Niki banyak sekali punya rumah." Ucap Rudi penuh tanda tanya, karena tidak mudah menemukan Niki. karena Niki punya dua rumah dan satu apartemen