Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Kenapa mereka lebih overprotektif sih


__ADS_3

Niki tanpa sengaja dengar obrolan Gita, Wisnu, Zulkarnaen, Melati, dan Rika. Niki kembali lagi ke restoran Jepang gabung sama orang tua sebelum kembali ke rumahnya.


" Kenapa lebih overprotektif yah,.sebenarnya apa sih yang terjadi?" Tanya Niki didalam hati


" Hayo kita pulang, hari ini jadwal ke rumah mamah dan papah. sampai ketemu nanti ayah, bunda, dan mami.".Ucap Niki meluk orang tuanya satu persatu


" Iyah sayang, Niki mau bantu ngajar tidak buat besok hari pertama ulangan?" Tanya Melati yang tahu besok hari liburnya Niki.


" Mau dong mami, masa Niki tidak mau ngajar sih, nanti Niki ke tempat bimbel bareng mamah yah, jadi kita ketemu disana saja." Lanjut Niki peluk Zulkarnaen, Rika, dan Melati gantian.


" Yah sudah kalian hati hati dijalan, sampai ketemu besok sayang." Ucap Zulkarnaen sedih waktu anaknya bener bener tidak puas, tapi Zulkarnaen tidak bisa melarang Wisnu untuk Niki tetep tinggal bersamanya


Zulkarnaen, Rika, melati, Niki, Gita, dan Wisnu. jalan ninggalin restoran menuju mobil masing masing demi pulang ke rumah masing masing


Didalam mobil, Gita membahas pekerjaannya selama tinggal di US, membuat Wisnu melihat Gita langsung senyum bangga melihat istrinya masih mau ngajar

__ADS_1


" Luar biasa, temen mamah masih kasih kepercayaan untuk ngajar disana, padahal mamah kan translater pribadi bukan translater untuk ngajar. tapi mereka suka sekali peforma mamah." Ucap Gita bahagia dikasih kepercayaan sama temen temennya


"Ngajar disana apa kesulitannya?" Tanya Niki penasaran, karena belum pernah ngajar di negara orang.


" Menyatukan berbagai bahasa sayang, karena kebanyakan disana bukan asli dari orang Amerika, tapi kebanyakan pendatang sedangkan bahasa mereka berbeda, ada yang bahasa Inggrisnya fasih ada yang tidak bisa, begitu juga dengan tulisan juga. sedikit kesulitan. tapi disitu lah tantangannya sayang, kesabarannya lebih besar saat dikelas." Lanjut Gita ingat betul betapa pusingnya saat ngajar murid muridnya sesuka hati, karena mereka tidak sepenuhnya faham sama materi yang disampaikan Gita.


" Wow, papah jadi tidak bisa membayangkan pusingnya mamah, fokus mendengar ucapan mereka satu persatu dan pusing menjawabnya." Ucap Wisnu, dulu waktu sekolah dasar, gurunya saja sudah pusing menjawab pertanyaan muridnya yang macem macem walaupun bahasanya sama, tidak bisa membayangkan menjawab banyak pertanyaan dengan bahasa yang berbeda.


" Bener, pasti rasanya ingin menyerah, tapi sudah didalam kelas harus bisa bersikap profesional sepusing apapun, dan sesudah apapun jawaban yang harus dikasih." Lanjut Niki membayangkan saja sudah bikin Niki pusing, belum lagi langsung terjun langsung untuk ngajar


" Bener sayang, pusing sekali, apa lagi ucapan mereka yang cepat sedangkan temen temennya memberikan pertanyaan tidak ingin gantian. rasanya ingin menangis ditempat sayang." Lanjut Gita pernah satu hari dimana kondisi kelas rame dan Gita bener bener pusing, tidak tahu harus menjawab pertanyaan pertanyaan yang mana dulu.


" Yah, ditinggal tidur mana enak sih astaga, yah sudah deh mereka mungkin kelelahan bekerja apa yah. maafkan aku sayang sayang ku, tapi kalian sendiri yang mau ngajar dan jualan bareng. Niki sudah minta kalian jadi ibu rumah tangga biasa, tapi ditolak." Batin Zulkarnaen merasa tidak tega, melihat wajah kelelahan dari wajahnya Rika dan Melati


Mobilnya Zulkarnaen jalan dengan kecepatan sedang, dan tanpa nyalip kendaraan lain, karena tidak ingin mengganggu istirahat kedua istrinya.

__ADS_1


Dilain sisi, Niki membantu Gita merapihkan ransel berisi kertas kertas, yang berisi soal soal yang dikasih Gita saat mengajar selama beberapa hari di US.


" Astaga tulisan mereka, bener bener berbeda yah, tapi rapih rapih." Ucap Niki memuji tulisan pelajar yang ada di US


" Iyah sayang, mereka memang rapih rapih, tapi ada beberapa tulisan yang salah dan harus dibenerin lagi sama mereka, supaya mendapatkan nilai yang bagus." Ucap Gita, Gita lebih bahagia mengajar untuk mahasiswa lebih mudah diatur, dibandingkan yang masih SMU.


" Yah sudah Niki, papah dan mamah istirahat dulu yah, besok kita jalan jalan yah menikmati hari libur Niki." Ucap Wisnu


" Selamat istirahat mamah dan papah, sampai ketemu besok." Lanjut Niki yang ingin berlama lama sebenernya sama Gita dan Wisnu, tapi Niki tidak mau egois karena Gita baru pulang dari luar negeri.


Dilain sisi, Rudi senyum bahagia sambil kasih amplop coklat ke Nikola, sambil minum dirumahnya ditemani wanita bayarannya masing masing.


" Kamu bagus sekali Nikola, ngikutin asistennya Niki belanja dan meninggalkan perempuan ini, cukup lama demi mengorek informasi tentang Niki." Ucap Rudi bahagia, karena rencana selanjutnya pasti lebih aman.


" Yah dong pak, saya tidak mau melewatkan kesempatan saya, untuk banyak bertanya walaupun Salsa sempet curiga, tapi saya berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Salsa mau melanjutkan obrolan kita." Ucap Nikola bangga, karena tidak pernah gagal menjalankan perintah Rudi

__ADS_1


" Bagus, oh jadi Niki pernah makan daging babi selama tinggal di US toh, memang disana makanan halal sulit didapat lebih banyak makanan seperti itu. nekat juga yah orang tua kandungnya begitu taat pada ajaran agamanya yang baik dan bener." Puji Rudi, kagum sama Niki yang cuek cuek saja


" Iyah pak, walaupun begitu tapi Niki tidak seenaknya sih, katanya pak Wisnu lebih galak sama Niki setiap kali temen temennya ngajak ke club malam, karena trauma akan masa kecilnya Niki. makannya sampai sekarang Niki sudah kerja pak Wisnu lah yang memberikan perhatian yang lebih ke anak angkatnya.' Lanjut Nikola, mendapatkan informasi lengkap tentang Niki membuat Rudi sangat puas sama info yang diberikan Rudi barusan


__ADS_2