Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Astaga rambut mereka basah


__ADS_3

Zulkarnaaen dan Wisnu setelah puas keliling perkebunan, ngajak istri masing masing untuk istirahat di kamar khusus orang tuanya Niki.


Dua jam kemudian, Nikola cemberut kesel melihat Zulkarnaen, Rika, Wisnu, dan Gita. rambutnya basah sambil keluar dari kamar masing masing


" Astaga, rambut mereka basah, bukannya tidur pasti mereka habis olahraga indah didalam kamar masing masing." Protes Nikola kesel melihat orang tuanya Niki, katanya mau tidur ternyata gulet panas.


" Iri yah, sana nikah supaya bisa seperti ini kapan pun dan dimana pun bersama pasangan halal kamu." Ledek Wisnu melihat Nikola protes karena Wisnu dan Zulkarnaen rambutnya sama sama basah


" Ingat Nikola bersama yang halal, jangan cari yang bisa kamu bayar yah.' Ledek Zulkarnaen tahu kebiasaannya Nikola dan Rudi.


" Sial, yang berbayar juga bisa bebas bersama banyak perempuan dalam sehari kok." Lanjut Nikola dengan bangganya.


" Awas jatuh miskin kamu, dengan kebiasaan kamu seperti itu." Ucap Gita ikut ikutan ledekin Nikola

__ADS_1


" Astaga, sepertinya saya salah ledekin mereka deh." Lanjut Nikola merasa menyesal sudah ledekin Zulkarnaen dan Wisnu keluar kamar rambutnya sama sama basah


" Sudah sudah, jangan ledekin Nikola terus, nanti dia cari perempuan bayaran lagi. hahahaha" Ledek Melati ketawa puas


Rika nunduk malu jika ingat masa lalunya, yang perempuan bayaran, Rika tidak berani ledekin Nikola membuat Rika lebih memilih diam mendengar saudara saudaranya ledekin Nikola.


Dilain sisi, Rudi ngajak Niki ke dokter kandungan, Rudi diam diam ngecek handphone nya Niki membuat Rudi akhirnya ngajak Niki periksa kondisi kesehatannya.


" Kenapa minta ke dokter kandungan sayang?" Tanya Niki merasa bahagia karena Rudi sendiri yang minta ke rumah sakit.


" Karena aku mau cek kesehatan aku sayang, dan kesehatan kamu juga. supaya kita bisa mempercepat punya anak sayang, jika sudah di Jakarta kan kita sibuk dengan pekerjaan masing masing." Ucap Rudi tidak terus terang, Rudi tidak mau Niki kefikiran soal kandungannya.


" Oh seperti itu sayang, Iyah bener sih sudah di Jakarta kita pasti kerja kan. waktu kita akan sedikit untuk ngurus soal ini kan." Lanjut Niki semakin bahagia karena Rudi bener bener menginginkan pemeriksaan kondisi kesehatan Niki dan Rudi bareng.

__ADS_1


Rudi mencium Niki begitu mesra, membuat Niki tenang tidak ada rasa cemas sama sekali, Rudi gandeng Niki untuk jalan ke rumah sakit dan cek lengkap kondisi kesehatan untuk persiapan punya anak.


Dilain sisi, Zulkarnaen memberikan arahan untuk karyawan baru untuk perkebunan dan Wisnu memberikan posisi posisi untuk karyawan barunya sesuai pendidikannya


" Saya harap rekan rekan bisa bekerjasama dengan baik, jika ada yang ngeluh sakit jangan sungkan kasih tahu kita." Ucap Zulkarnaen diakhir penjelasan nya.


" Selain itu, kalian akan kita kasih jaminan kesehatan selama kerja disini, jadi kalian tenang saja untuk berobat tidak usah kwatir akan biaya nya yah." Ucap Wisnu yang setuju akan pemberian jaminan kesehatan untuk karyawannya


" Kita mengharap kan saling keterbukaan, jika ada yang butuh biaya apapun, bilang saja yah supaya tidak ada yang korupsi disini. karena kalo kalian curang, rugi diri sendiri dan keluarga pasti menanggung malu." Ucap Rika yang berusaha membantu masalah keuangan karyawannya.


" Berapa pun kebutuhan kalian, insya Allah kita bantu. jadi disini yang dibutuhkan kejujuran dan kerjasama nya untuk bekerja secara profesional selama di perkebunan ini." Ucap Melati, Melati tidak ingin kejadian karyawan di perusahaannya Zulkarnaen terjadi disini, ada karyawan yang tidak jujur akan kebutuhan biaya hidup nya.


Karyawan perkebunan ngangguk kompak setelah mendengarkan arahan dari pemilik perkebunan, semua karyawan merasa bersyukur karena di perkebunan selain di kasih tempat tinggal bersama, ada fasilitas kesehatan, kendaraan, dan terkadang diberikan makanan gratis.

__ADS_1


__ADS_2