
Niki senyum bahagia saat melihat Rudi turun dari mobilnya dan jalan menghampirinya, Rudi basa basi bahas soal pekerjaan bersama Zulkarnaen dan Melati memang dikenal sepasang suami istri pembisnis tiada lawan di masanya.
" Kami dulu memang suka sekali dengan bekerja, kalo ada tender tidak ingin kalah begitu saja, tapi yah namanya dunia bisnis menang kalah memang sudah biasa." Ucap Zulkarnaen jadi ingat bagaimana berjuangnya Melati membantunya dulu memimpin perusahaan, walaupun sering pulang malam bahkan tiga hari sekali baru pulang.
" Saya juga merasakan hal itu pak menang dan kalah dalam dunia bisnis sudah biasa, saya tidak menyangka bisa kenal anda dan keluarga sejauh ini diluar agenda rapat antar perusahaan." Ucap Rudi tidak menyangka bisa semakin dekat dengan Niki
" Yah sudah Niki berangkat kerja dulu yah" Ucap Niki ramah, Niki langsung Salim ke Zulkarnaen, Rika, dan Melati.
" Kalian hati hati dijalan yah" Ucap Rika senyum bahagia, melihat Niki sekarang didekati dengan laki laki dan bisa mandiri melakukan aktifitasnya sendiri tanpa harus dikawal lagi.
Niki dan Rudi jalan ke mobil dan masuk kedalam mobilnya Rudi, perlahan mobilnya Rudi meninggalkan rumahnya Niki. selama perjalanan ke kantor Rudi berusaha mendekati Niki dengan obrolan santai dan membuat Niki nyaman
" Harapan kamu di tahun besok apa?" Tanya Rudi penasaran, karena Rudi ingin sekali ngajak Niki jalan jalan berdua.
" Harapan saya, bisa selalu membanggakan orang tua saya, selalu bahagia, dan mendapatkan jodoh yang baik." Ucap Niki malu ditanya harapan tahun besok oleh Rudi
__ADS_1
" Harapan kamu sederhana sekali, tapi sangat so sweet yah ke orang tua kamu." Lanjut Rudi kagum karena Niki, memposisikan orang tua diatas segala galanya.
" Iyah memang sederhana, saya tidak ingin punya harapan hidup yang berlebihan sih." Lanjut Niki, bagi Niki kebahagian kelima orang tuanya segalanya
Rudi terus ngajak ngobrol Niki, Rudi dengan sabarnya menghadapi macetnya di Ibu kota, dengan padatnya kendaraan di jalan raya.
Dilain sisi, Gita dan Wisnu siap siap buka toko, Gita menghitung kembali sisa barang yang ada didalam toko.
" Sayang, apa papah setuju kita pindah ke rumahnya Rika dan Melati?" Tanya Gita yang merasa tidak enak satu rumah karena Niki
" Ya sudah nanti kita bahas bersama mereka yah, mamah juga tidak tega dengan Niki yang harus bulak balik tempat tinggal seperti ini terus.
Dilain sisi, Niki berencana berkunjung ke kantornya Rudi, sambil makan siang bersama Rudi didepan kantornya.
" Kasih surprise ah ke Rudi, supaya bisa makan siang bersama " Ucap Niki, entah kenapa Niki ingin sekali ke kantornya Rudi.
__ADS_1
Niki siap siap ke kantor nya Rudi, Niki sengaja tidak kasih tahu Rudi supaya kasih surprise untuk Rudi.
Dilain sisi, Nikola lagi lagi membahas rencana Rudi ke Niki, karena bagi Nikola menggantungkan rencana itu tidak seru apa lagi rencana tidak bener.
" Saya sepertinya tidak jadi ajak Niki gulet panas, kasihan dia perempuan baik baik harus dirusak dengan cara tidak bener." Ucap Rudi semakin tidak tega menjebak Niki lagi, apa lagi sudah menjalankan hari hari bersama
" Saya tidak menyangka niat awal kamu deketin saya karena itu" Tegas Niki, Niki sudah mendapat kan ijin dari sekretarisnya Rudi kalo mau ketemu dengan Rudi masuk saja ke ruangannya karena Rudi dan Nikola lagi santai bersama
" Niki, kenapa kesini tidak kasih kabar?" Tanya Rudi panik, karena Niki masuk ke ruangannya padahal tadi yang ketuk pintu sekretarisnya
" Mau kasih surprise sama kamu, mau ajak makan siang bersama, ternyata yang mendapatkan surprise justru saya setelah tahu niat sebenarnya kamu mendekati saya. saja jijik sama kamu " Bentak Niki tidak menyangka niat jahatnya Rudi mendekati Niki, Niki bahagia sekali punya temen pertama setelah lulus kuliah, tapi tidak menyangka temen barunya justru punya niat jahat. Niki langsung keluar dari ruangannya Rudi, dengan amarah yang luar biasa.
" Niki tunggu, jangan berfikir buruk tentang saya." Teriak Rudi, Rudi merutuki dirinya membahas rencana awal kenal dengan Niki
" Astaga Niki marah ke anda pak, berjuang lah meluluhkan hatinya Niki." Ucap Nikola, Nikola tahu betul sekarang Rudi marah besar terhadap Nikola, karena asisten lucknut nya membahas rencana awalnya dan kini Niki tahu rencana jahatnya.
__ADS_1