
Nikola diminta untuk temani orang tuanya Niki untuk ke perkebunan yang sudah jadi, perkebunan buah buahannya Niki. Nikola melihat kursi belakang dan orang tua nya Niki lagi pada bermesraan dengan pasangan masing masing.
" Astaga mereka, sudah tua yah masih saja bermesraan, nasip jomblo yah begini nih melihat yang sudah berumur bermesraan saja jadi iri." Baatin Nikola merasa iri, selama ini Nikola lebih seneng kebebasan mendekati perempuan, dari pada serius dijadikan pasangan.
" Alhamdulillah sudah mendapatkan beberapa calon karyawan untuk di perkebunan kita, setelah urusan ijin selesai dan melengkapi yang kurang baru karyawan kita untuk datang ke perkebunan untuk di training dan setelah itu perkebunan siap dibuka." Ucap Zulkarnaen yang sengaja duduk paling belakang, supaya semakin leluasa bermesraan bersama dua bidadari surganya.
" Selain itu kita juga punya rumah untuk karyawan yang mau tinggal di Deket perkebunan, supaya yang rumahnya jauh bisa tinggal di Deket perkebunan, dan kita siap kan mobil untuk kendaraan operasional karyawan." Ucap Wisnu, yang setuju membeli rumah untuk dijadikan tempat tinggal karyawan.
" Yang tinggal disitu karyawan laki laki saja?" Tanya Gita penasaran, karena baru tahu ada rumah untuk karyawan.
__ADS_1
" Tidak juga bu, kita siap kan dua rumah untuk karyawan Bu, yang satu untuk karyawan laki laki dan rumah satunya untuk karyawan perempuan juga, selain itu kita sediakan cctv dan satpam untuk kedua rumah karyawan Bu, karena kan kita sebagai pemilik perkebunan punya tanggung jawab untuk melindungi karyawan yang rumahnya jauh Bu" Ucap Nikola melihat Gita dan yang lain dari kaca spion tengah.
" Selain itu kita kasih fasilitas alat dapur dan tempat tidur, di setiap kamarnya, ada juga lemari untuk karyawan yang mau tinggal disitu" Lanjut Zulkarnaen yang ingin memberikan fasilitas semaksimal mungkin untuk karyawan karyawan di perkebunannya nanti.
" Alhamdulillah sekali, yang jadi jadi karyawan kita nantinya." Ucap Melati merasa bersyukur karena suaminya menyiap kan fasilitas sebaik mungkin untuk karyawan karyawannya.
Dilain sisi, Niki dan Rudi menikmati makan siang didalam jet pribadinya, Niki melihat Rudi terlihat sibuk main handphone sambil makan.
" Sayang, kok main handphone sambil makan sih, aku nya dicuekin." Ucap Niki cemberut karena tidak diajak ngobrol
__ADS_1
" Maaf sayang, aku baca laporan dari Nikola, kalo orang tua kamu sudah sampai di Malang, dan lagi lihat perkebunan disana sayang." Ucap Rudi Yang akhirnya simpan handphone nya.
" Oh sudah jadi yah? yah sudah sekarang kita ke Malang saja yuk sayang,bulan madunya disana pas ada orang tua aku juga kan." Lanjut Niki langsung bahagia, dan Niki tidak sabar mau lihat perkebunannya sudah di bangun sesuai keinginan Niki.
" Jangan sekarang yah sayang, kita nikmatin dulu bulan madu Kita, pas hari terakhir saja bagaimana? sekalian kita pulang dan meresmikan perkebunan kita yah?" Tanya Rudi langsung pegang tangannya Niki
" Baik deh sayang, aku setuju akhir bulan baru kesana" lanjut Niki pasrah, tidak ingin paksa Rudi untuk ke kota Malang.
Rudi minta Niki untuk melanjutkan makanannya, sesekali Rudi mencium tangannya Niki. Rudi merasa bahagia sekali karena Niki tidak pernah egois setiap mengingin kan sesuatu.
__ADS_1