
Niki pertama kalinya ke dokter kandungan, membuat Niki merasa gugup dan pasrah akan kesehatannya. Rudi yang melihat Niki gugup berusaha menenangkan istrinya.
" Semuanya akan baik baik saja sayang, lagian kita menikah belum sebulan sayang, jangan terlalu cemas yah." Ucap Rudi merangkul Niki supaya tidak terlalu gugup
" Iyah sayang, aku percaya kok, tapi yah namanya pertama kali kesini sayang." Ucap Niki berusaha santai, Niki pegang tangannya Rudi supaya bisa menghilangkan rasa gugupnya.
" Ibu Niki" Ucap suster yang panggil nama Niki.
Niki dan Rudi masuk kedalam ruangan dokter kandungan, dokter langsung minta Niki untuk rebahan dan dimulai proses pemeriksaannya.
" Kondisi anda sehat Bu, dan bapak juga sehat, kemarin bapak sudah melakukan tes kesehatan dan hasilnya sehat pak tidak ada gangguan sama sekali, begitu juga ibu Niki juga sehat kondisi kesehatannya" Penjelasan dokter panjang kali lebar
" Apa saya bisa hamil dokter?" Tanya Niki berharap kondisi rahimnya sehat.
__ADS_1
" Tentu bisa Bu Niki, anda jangan kwartir akan hal itu, saya akan memberikan vitamin untuk ibu dan bapak supaya mempercepat kehamilan anda." Lanjut dokter memberikan resep vitamin untuk Niki.
" Serius dokter?" Tanya Rudi tidak kalah semangat dari Niki.
" Serius pak, sehari guletnya lebih dari dua atau tiga kali dalam sehari yah. supaya hasilnya topcer" Lanjut dokter memberikan resep untuk Rudi
" Alhamdulillah ada vitamin nya, baik dokter, saya akan melakukan guletnya sesuai saran anda." Lanjut Niki bahagia dan tidak masalah turutin keinginan Rudi demi bisa punya anak
Rudi mencium keningnya Niki didepan dokter, membuat Niki tersipu malu. dokter yang melihat kelakuan pengantin baru, berusaha memakluminya
" Jangan pakai lama yah, soalnya saya sudah tidak kuat melihat mereka bermesraan." Ucap Nikola melihat orang tuanya Niki, berpasang pasangan.
" Baik tuan, sebelum malam pasti sudah dapat perempuannya" Ucap bodyguard yang mengerti seleranya Nikola
__ADS_1
Bodyguard langsung pergi dan menjalan kan perintah dari Nikola, yang mendadak. sedangkan Nikola melanjut pekerjannya dari pada jadi nyamuk diantara orang tuanya Niki.
Dilain sisi, Zulkarnaen melihat Rika murung merasa heran, karena selama pergi Rika masih terlihat bahagia
" Bunda cuman kepikiran pembahasan yang tadi saja kok" Ucap Rika melihat Zulkarnaen dan Melati.
" Pembahasan yang mana?" Tanya Melati heran perasaan dari tadi ngobrol santai, kenapa Rika jadi kepikiran seperti ini
" Soal teman ranjang untuk Nikola, merasa malu sendiri jika ingat masa palu saya yang dijadikan teman ranjang." Lanjut Rika yang bawa perasaan, saat ngobrol bersama Nikola tadi.
" Astagfirullah bunda, itu kan masa lalu sayang, kenapa masih diingat sih sayang? lupakan saja yah sayang, kita kan hidup bahagia dan rukun kan jadi lupa kan masa lalu yang suram itu" Lanjut Zulkarnaen, langsung merangkul bahunya Rika
" Astagfirullah Rika, jangan setiap orang bahas teman ranjang, kamu seperti ini Rika, jangan sampai orang lain tahu masa lalu kamu, dengan sikap kamu seperti ini, apa lagi didepan Niki bisa ikut trauma nanti dianya. jadi santai saja yah jika ada yang membahas kebebasan guletnya panas dan teman ranjang." Penjelasan Melati panjang kali lebar, Melati tahu bagaimana trauma Rika akan masa lalunya.
__ADS_1
" Maaf kan saya jika saya terlalu bawa perasaan, insya Allah saya tidak akan seperti ini lagi." Lanjut Rika merasa bersalah, Rika selalu berusaha menghilang kan rasa trauma akan masa lalunya.