Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Ada yang mau nipu kita


__ADS_3

Wisnu melihat Zulkarnaen dan Nikola nikmati minumannya, membuat Wisnu lebih memilih melanjutkan pekerjaan, dari pada bosan menunggu Zulkarnaen dan Nikola selesai minum dan makan cemilannya.


" Sepertinya ada yang mau nipu kita nih" Ucap Wisnu membaca email dari clien


" Nipu seperti apa maksudnya?" Tanya Nikola, walupun setengah sadar, tapi Nikola mampu mendengar ucapannya Wisnu dengan baik.


" Ada perusahaan yang bilang jika perusahaan kamu tidak mengirim kan barang yang mereka butuhkan, aneh sekali, saat saya ketemu Rudi tidak ada pembahasan jika tidak ada barang yang tidak di kirim. Modus penipuan yang norak" Lanjut Wisnu merasa heran karena dijaman modern masih saja, ada orang yang ingin mengambil keuntungan yang tidak halal.


" Perusahaan mana pak? Berani sekali nipu seperti itu ke kita, saya selalu teliti dalam pekerjaan mana mungkin melakukan kesalahan seperti itu" Lanjut Nikola yang merasa yakin sudah bekerja semaksimal mungkin


" Kalo memang benar, mereka pasti bakal tindak lanjut, jika barang tidak kita kirim, jangan dibawa pusing hal seperti itu" Ucap Zulkarnaen santai, karena dulu Zulkarnen pernah mengalami hal yang sama, Zulkarnaen tidak ambil pusing dan membiarkan jika memang mereka benar, pasti langsung datang ke perusahaan untuk protes

__ADS_1


" Anda benar pak, abaikan saja deh, email tidak penting sudah ganggu waktu kita nih" Lanjut Nikola yang sudah mulai merasa ngantuk


" Oke deh, yah sudah kalian tidur saja, biar saya saja yang cek email dari dua perusahaan selama kalian tidur, untuk menghilangkan rasa pusing kalian" Lanjut Wisnu tidak tega jika memaksa Nikola dan Zulkarnaen melanjutkan kerja sedangkan mereka pusing karena kebanyak minum


Zulkarnaen dan Nikola dengan kompak memberikan dua jempol untuk Wisnu, mereka setuju jika mereka harus tidur beberapa menit saja, setidaknya menghilangkan rasa pusing.


Dilain sisi, Niki merapihkan baju setelah selesai berenang, Rudi melihat istrinya rajin membuat Rudi bangga dan bahagia, karena Niki bisa dengan rapih membereskan baju bajunya.


" Sayang, memangnya kamu tidak cape, habis berenang langsung beberes seperti ini?" Tanya Rudi heran, karena Niki tidak ngeluh sama sekali


" Pantas saja kamu biasa saja, aku bangga melihatnya sayang" Lanjut Rudi senyum melihat Niki yang rajin, membuat Rudi bangga melihatnya.

__ADS_1


Niki membalas senyuman Rudi, dan melanjutkan beberes sebelum mandi, Niki sebenernya sudah merasa ngantuk tapi Niki tahan karena sudah terbiasa diajarkan Rika, Melati, dan Gita.


Dilain sisi, Rika, Gita, dan Melati. memantau kebun yang akan mereka pakai, lagi dibersihkan oleh bodyguarnya Rudi dan Niki supaya cepet selesai.


" Jangan lupa dibanyakin pohon Mangga dan jambu yah, supaya panen bisa bikin rujak, di makan langsung, dan dibuat kan jus" Ucap Rika saat saluran telefon terhubung


" Baik nyonya, kita akan siap kan beberapa tambahan pohon buah yang anda ingin kan" Uucap Bodyuard disebrang telefon


" Jangan lupa ada toilet dan musola juga yah, supaya kita ada tempat ibadah disana" Ucap Melati, Melati ingin melakukan ibadah rutin selama ada di perkebunan, sambil menikmati pemandangan di perkebunan dan menikmati buah buahan yang ditanam.


" Baik nyonya, tuan Zulkarnaen sudah minta dibuatkan toilet dan musola disini." Lanjut Bodyguard disebrang telefon, sudah pesan barang barang yang akan dibutuhkan untuk membangun toilet dan musola.

__ADS_1


" Kalian siap kan ruangan luas yah, seperti aula pada umumnya yah, jika ada yang membutuhkan ruangan selama ada di perkebunan, kita sudah  punya ruangan besar dan nyaman" Ucap Gita yang ingin memiliki ruangan luas, jika ada yang ingin booking.


" Baik nyonya, akan kami buat kan juga, anda tinggal kirim kan saja desain yang anda inginkan, nanti kami sesuaikan untuk membangunnya." Lanjut bodyguard diseberang telefon, mencatat apa saja yang diingin kan Rika, Melati, dan Gita.


__ADS_2