Gadis Malang Jadi Milliader

Gadis Malang Jadi Milliader
Minuman apa ini


__ADS_3

Rudi yang ingin pertemuan kali ini berbeda, sudah menyiapkan menu sarapan bareng Niki, Rudi sengaja jam ketemu dimajukan membuat Rudi lebih leluasa mengatur semuanya sendiri. betapa kagetnya Rudi yang datang bukan Niki melainkan Zulkarnaen ayah kandungnya Niki.


" Selamat pagi pak Rudi, senang bisa bekerjasama dengan anda lagi." Ucap Zulkarnaen basa basi, Zulkarnaen senyum melihat aneka makanan yang sudah disusun rapih.


" Pagi juga pak, loh kenapa bukan Niki yang kesini pak?" Tanya Rudi berusaha tidak menunjukan rasa keselnya, karena rencana nya gagal total.


" Niki mengantarkan ibu angkatnya ke bandara yah sudah pekerjaan Niki Hari ini saya yang handel, termasuk proyek pertama Niki ini." Lanjut Zulkarnaen, rasanya ingin sekali menghajar wajah laki laki didepannya seenaknya punya niat jahat sama Niki.


" Oh seperti itu pak, silahkan dinikmati hidangan yang sudah tersedia." Lanjut Rudi, Rudi melotot saat melihat Zulkarnaen minum air yang sudah disiapkan untuk menjebak Niki


" Minuman apa ini, kenapa badan saya terasa sangat panas." Ucap Zulkarnaen merasa gerah dan bagian area sensitifnya berdenyut, Zulkarnaen yang bisa berfikir akhirnya tahu minum yang disediakan Rudi barusan.


Bugh


Satu tonjokan mendarat secara sempurna di pipi nya Rudi, membuat Rudi pegang pipinya yang dikasih tonjokan dari Zulkarnaen


" Saya batalkan proyek ini, saya akan kembali untuk membahas soal minuman ini." Bentak Zulkarnaen semakin tidak kuat menahan panas luar biasa dibadannya, akibat obat perang sangggg yang diberikan Rudi, Zulkarnaen pergi dengan membawa gelas yang berisi air campuran dari Rudi dan membiarkan Rudi berdiri ditempatnya.


" Sial, sial, kenapa jadi ketahuan seperti ini, apa memang karena Niki lagi di bandara membuat pak Zulkarnaen yang kesini, atau memang ini rencana pak Zulkarnaen itu artinya dia tahu rencana pertemuan hari ini." Batin Rudi gelisah apa lagi kalo opsi keduanya benar, bisa habis lah Rudi didepan keluarganya Niki

__ADS_1


Dilain sisi, Zulkarnain yang tidak bisa menahan gejolak panas didalam badannya, telefon Melati untuk siap siap ke kamar khusus Zulkarnain, Melati, dan Rika. yang ada di ruko, membuat Melati mengerti keinginan suaminya


" Iyah sayang, tahan yah sampai ke ruko, astagfirullah Rudi bener bener jahat sekali sama Niki." Ucap Melati tidak menyangka Rudi nekat mau jebak Niki


" Iyah sayang, untungnya aku yang datang kalo tidak, Niki dalam bahaya sayang, tolong bilangin bunda ke kamar juga yah. sudah yah sayang aku matikan teleponnya, bahaya nyetir dalam kondisi seperti ini." Ucap Zulkarnain diseberang telefon langsung mematikan telefon nya


Melati langsung menghampiri Rika untuk siap siap ke kamar, karena kondisinya Zulkarnain yang tidak baik baik saja.


" Ya Allah, Alhamdulillah sekali yah, bukan Niki yang minum air campuran itu, tolak semua yang berhubungan sama Rudi." Ucap Rika sedih, bisa bisanya ada orang yang punya niat jahat sama anak kandungnya.


" Itu pasti Rika, yah sudah kita siap siap dikamar sebelum ayah datang ke sini." Lanjut Melati yang jalan duluan ke kamar.


Dilain sisi, Nikola menertawakan kebodohannya Rudi, bisa bisanya jebakannya gagal total, bahkan dalam bahaya besar.


" Saya tidak memperhitungkan ada pergantian seperti itu, soalnya kata sekretarisnya Niki sudah jalan ke tempat meeting yah sudah saya siap kan semuanya, ah yang muncul ayah kandung lagi bakal apes deh saya." Ucap Rudi menyesal tidak jaga jaga sebelumnya.


" Sekarang bayar orang untuk ngaku salah kasih obat, dan menjamin hidupnya kalo pak Zulkarnaen memperpanjang masalah." Tegas Nikola tahu kalo Rudi masih menginginkan rencana nya berhasil


" Yah sudah, sekarang kamu cari orangnya, dan siap siap ketemu sama pak Zulkarnaen pastikan semuanya aman jangan sampai pak Zulkarnaen ngamuk ke saya. syukur syukur mau damai." Lanjut Rudi harap harap cemas

__ADS_1


Nikola rasanya ingin sekali pentung kepalanya Rudi, supaya otaknya dipakai sedikit berfikir sebelum melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.


Dilain sisi, Wisnu menemani Niki bekerja, Wisnu yang mendapatkan kabar kalo tadi zulkarnain kena jebakannya Rudi membuat Zulkarnain langsung panjat pinang sama kedua istrinya.


" Papah bahagia sekali melihat Niki serius lagi bekerja seperti ini." Ucap Wisnu masih tidak percaya bayi malang yang diasuh dari lahir sampai dewasa, sudah jadi wanita sukses.


" Iyah pah, Niki kalo sudah bekerja atau belajar, mau bener bener fokus sama apa yang dilakukan." Ucap Niki, Niki biru kebiasaan Wisnu dulu saat ngajarin belajar Niki terlihat fokus


" Semangat terus yah nak, jangan pernah bilang capek yah, karena pekerjaan Niki sekarang jauh lebih bagus dari pada anak anak seusia Niki. jadi harus dipertahankan dan bikin semakin berkembang perusahaan ayah Zulkarnain yah." Lanjut Wisnu yang ingin Niki seperti sekarang selalu bahagia dan ceria, tidak banyak fikiran walaupun banyak pekerjaan.


Dilain sisi, Zulkarnaen yang sudah stabil kondisinya, efek dari obat yang dicampurkan sama Rudi akhirnya hilang juga, walaupun Zulkarnaen merasa sangat lelah karena gulet berkali kali sama Rika dan Melati.


" Aku lelah sekali astagfirullah" Ucap Zulkarnaen yang langsung duduk di sofa setelah berkali kali gulet, untungnya Melati dan Rika istri istri yang memaklumi kondisi suami walaupun sejujurnya lelah sekali.


' Sabar sayang, terus sekarang bagaimana langkah papi sekarang?" Tanya Melati merapihkan makeup nya.


" Papi bakal kumpulkan bodyguard papi, dan temen papi yang bisa membuat Rudi berkata jujur, karena papi yakin Rudi tidak akan ngaku sama niat jahatnya.' Lanjut Zulkarnaen geram sekali, baru kali ini ketemu sama client yang punya niat jahat sama keluarganya.


" Secepatnya sayang, bunda tidak mau anak kita terjadi apa apa, mulai sekarang Niki harus dikawal sama bodyguard yang bisa dipercayai keselamatan dan keamanan Niki selama diluar sayang." Ucap Rika bener bener kwartir sama keselamatan Niki selama bekerja maupun beraktivitas diluar

__ADS_1


" Iyah sayang, nanti aku cari bodyguard yang bener bener bisa dipercaya yah, kalian tenang tidak usah banyak fikiran dan panik berlebihan, jangan biarkan Niki tahu apa yang kita alami sekarang. biar anak kita tetep semangat menjalani aktifitasnya yah.' Lanjut Zulkarnaen merangkul bahunya Melati dan Rika yang sibuk pakai bedak


" Iyah sayang, kita harus bisa menjaga mental Niki, supaya tidak ada rasa trauma sama sekali.' Lanjut Melati, yang merasa yakin Niki akan trautama mengingat masa lalunya yang suram. Melati tidak mau Niki jadi sedih karena mengingat masa kecilnya yang sudah lewat


__ADS_2