
Untuk pertama kalinya Niki ketemu Rudi, Niki berusaha santai walaupun takut saat ketemu dengan Rudi, tapi berusaha keras untuk tetap berteman dengan Rudi.
" Apa kabar Niki, sudah lama kita tidak ketemu. maafkan saya atas ucapan saya yang membuat kamu sedih dan takut dengan saya." Ucap Rudi terus terang, Rudi ingin melanjutkan pertemanannya bersama Niki.
" Alhamdulillah baik, saya memberikan kamu kesempatan untuk berteman dengan saya, saya harapkan kamu bisa konsisten untuk tidak menjebak saya." Ucap Niki, Niki tidak ingin punya musuh, cuman karena masalah pribadi.
" Terimakasih atas kesempatan yang kamu berikan, saya janji tidak akan melakukan kontak fisik apapun bersama kamu. karena saya tulus ingin berteman dengan kamu." Lanjut Rudi terus terang, karena Rudi tidak tega merusak perempuan baik baik seperti Niki.
" Oh yah, apa kamu punya kenalan yang lagi jual tanah?" Tanya Niki berusaha mencari topik pembicaraan.
" Saya punya tanah cukup luas apa mau kamu beli?" Tanya Rudi, tanah warisan pemberian kakek buyutnya yang tidak dipakai Rudi sama sekali.
" Serius? dimana? rencananya saya dan orang tua saya ingin membuka perkebunan buah buahan?" Tanya Niki semangat, Niki ingin sekali berkebun mengisi waktu libur kerjanya
__ADS_1
" Daerah kota Malang, disana tanahnya cukup luas dan udaranya sejuk sekali. sepertinya cocok sih dijadikan perkebunan disana." Lanjut Rudi bahagia, dan bangga karena Niki mau mengembangkan bisnisnya.
" Kapan kita bisa kesana? sekalian saya ajak orang tua saya ke sana? sekalian penyerahan harga tanah yang kamu ingin, jadi bisanya kapan?" Tanya Niki tidak sabar ingin proses perkebunannya dimulai.
" Akhir bulan bagaimana? biar kita bisa kesana lebih santai?" Lanjut Rudi, sejujurnya Rudi ingin sekali ke kota Malang berdua dengan Niki sambil menikmati kuliner disana.
" Boleh juga, ya sudah nanti saya kabarin yah kesannya. kamu nanti kabarin yah harga tanahnya berapa, supaya saya bisa siap kan uangnya." Lanjut Niki bahagia karena akhirnya mendapat kan tanah juga, walaupun jauh tidak masalah bagi Niki yang penting punya kebun sendiri.
" Nanti saja deh, tidak enak mereka lagi sibuk kerja." Batin Rika, Rika pelan pelan keluar dari ruang kerjanya Melati.
Rika terkadang merasa malu saat ditengah tengah Melati, Niki, dan Gita. saat membahas materi yang akan diajarin untuk murid murid bimbelnya.
Dilain sisi, Zulkarnain mendapat kan kabar kalo makam bosnya Rika dulu bekerja akan digusur, membuat Zulkarnain langsung ajak Wisnu untuk datang ke TPU
__ADS_1
" Boleh juga, hayo kita kesana sekarang, ada ada saja deh yah, makam di gusur segala, karena kena banjir terus menerus." Protes Wisnu kesal, walaupun dimasa lalu bosnya Rika sangat jahat, tapi karena bosnya membuat Wisnu bisa minta Rika mempertahankan kandungannya.
' Kasihan kan, yah sudah kita saja yang kesana sekarang, Niki kan lagi kerja dan bunda pasti sibuk juga." Ucap Zulkarnain yang ingin mengurus pindahan makam cuman berdua saja.
Zulkarnain dan Wisnu merapihkan meja kasir dan siap siap ke makam tanpa kasih tahu Melati, Rika, dan Niki. setelah semuanya selesai diurus rencana nya Zulkarnain baru kasih tahu kalo makam sudah pindah.
Dilain sisi, Niki dan Lala menyiapkan bahan untuk rapat, Niki merasa lelah dan ngantuk langsung ambil minuman segar didalam kulkas.
" Mau minum apa La?" Tanya Niki, Niki sengaja menyediakan banyak minuman segar didalam kulkas di ruangannya.
" Minuman orange saja" Ucap Lala, Lala langsung jalan menghampiri Niki untuk ambil minuman yang diinginkan nya.
Niki dan Lala setelah selesai minum langsung melanjutkan pekerjaannya lagi, Niki berusaha fokus walaupun merasa ngantuk.
__ADS_1