
Waktu terus berlalu, Niki dan Rudi semakin dekat karena kerjasama yang terus Rudi rencanakan semakin mendekati diri ke Niki.
" Pak, apa rencana anda sekarang? anda dan Niki semakin dekat? apa rencana anda sama dengan rencana awal?" Tanya Bowo mengingatkan Rudi akan rencana awalnya
" Entah lah Bowo, saya jadi bingung dengan keinginan saya sendiri, melihat kebaikan dan kepolosan Niki membuat saya tidak tega merusaknya seperti itu." Ucap Rudi terus terang, karena Rudi tahu selama ini Niki bener bener menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar selama sekolah, tidak pernah main sama siapapun, dan setelah lulus kuliah langsung memimpin perusahaan. tentu membuat Niki seperti kuper alias kurang perhatian.
" Jangan kelamaan bingung pak, takutnya ada yang bener bener mencintai Niki sepenuh hati, anda akan menyesal kehilangan perempuan seperti Niki, perempuan yang bisa diajak sederhana tapi cerdas pak. kesempatan yang langka mendapatkan perempuan sesempurna Niki." Lanjut Bowo yang tidak ingin melihat Rudi, galau karena penyesalan kelamaan menyatakan hatinya
" Lihat bagaimana nanti saja Bowo, saya perlahan lahan tapi pasti, apa lagi sekarang kelima orang tuanya tidak se overprotektif dulu kan. sudah memberikan kepercayaan ke saya.' Lanjut Rudi merasa lega karena Wisnu dan Zulkarnaen tidak lagi rese seperti awal awal ketemu, setelah kejadian campuran minuman yang akhirnya Zulkarnaen yang minum
__ADS_1
Dilain sisi, Rika dan Melati melihat Niki senyum senyum sendiri didalam kamar, sudah curiga kalo anak mereka lagi jatuh cinta. karena akhir akhir ini Niki lagi dekat dengan Rudi rekan kerjanya.
" Sepertinya kamar ini lagi banyak bunga yah mami." Sendir Rika sambil masuk kedalam kamarnya Niki
" Iyah nih, bikin berbunga bunga yah, padahal bunganya tidak ada. aneh sekali yah." Sindir Melati ikut ikutan, karena Melati sudah menyadari perubahan kebiasaan Niki selama Deket dengan Rudi.
" Apa sih bunda dan mami? kenapa bicara seperti itu? Niki bingung jadinya?" Tanya Niki yang gagal faham maksud kedua orang tuanya.
" Kok bunda tahu sih, jadi malu deh Niki." Lanjut Niki yang tersipu malu karena ketahuan oleh kedua orang tuanya
__ADS_1
" Kita tahu sayang, kita sih bahagia sekali, akhirnya Niki punya temen Deket walaupun laki laki, dan tidak melarang Niki untuk jatuh cinta. tapi untuk memilih suami jangan sembarangan pilih yah sayang." Lanjut Melati sambil merangkul Niki yang senyum senyum malu
" Karena pilihan sekarang akan menentukan masa depan Niki, akan bahagia atau sebaliknya. kami sebagai orang tua kasih kasih kebebasan untuk Niki untuk memilih, tapi kami akan ikut campur jika Niki merasa disakiti dan sedih karena pilihan sendiri." Lanjut Rika, Rika tidak ingin anaknya merasakan kegagalan dalam rumah tangga
" Insya Allah bunda mami, Niki tidak akan salah pilih untuk pendamping hidup Niki, Niki ingin bahagia bersama pendamping Niki menua bersama." Lanjut Niki optimis, Niki ingin merasakan kebahagian seperti Rika, Melati, dan Zulkarnaen yang tidak pernah berantem sama sekali, begitu juga dengan Wisnu dan Gita. Niki ingin rumah tangganya kelak seperti orang tuanya yang selalu harmonis dan selalu bahagia.
*************&&&&&&&&&&&**********&&&&&&
Waktu terus berlalu, Rudi siap siap untuk menjemput Niki untuk berangkat kerja bareng, walaupun perusahaan Niki dan Rudi cukup jauh tidak membuat Rudi malas menjemput dan mengantar pulang Niki.
__ADS_1
" Begini kah rasanya jatuh cinta dengan biasa, tanpa ada kontak fisik sama sekali, rasanya jauh lebih bahagia sekali." Ucap Rudi sambil mengemudikan mobilnya, menuju rumahnya Niki, Rudi selama dekat dengan Niki tidak pernah modus apa lagi pegang pegangan tangan.