Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
1.Permulaan


__ADS_3

Author


tak... tak.. tak... suara kaki Lia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa, karena bangun kesiangan.


"pah, mah, Lia berangkat dulu yaa..!!!" sambil mencium satu persatu punggung tangan kedua orang tuanya.


"loh... ini makan dulu sarapanmu Lia..!!" ucap Meysa dengan lembut sambil menahan tangan putrinya lalu mengambil sepotong roti yang sudah ia beri selai dan memberikannya pada putrinya.


"maaaah...!!" Lia menunjukan wajah manjanya kepada ibunya, saat mengambil roti yang di berikan ibunya padanya lalu mencium pipi ibunya dan juga adiknya, lalu pergi dan tidak lupa memberi hormat dua jari pada ayahnya sambil mengerdipkan sebelah matanya.


Lia membuka pintu dan mengucapkan salam "Assalamu'alaikum mah, paah..!!"ucap Lia dan langsung meninggalkan rumahnya tanpa menunggu balasan salam dari kedua orang tuanya.


"Wa'alaikummusalam wr.wb.!!" jawab kedua orang tuanya bersamaan sambil menggelengkan kepala.


"lihat mah anakmu, selalu bangun kesiangan, bukannya setiap pagi mamah selalu bangunkan lia..!!" ucap pak Wahyu sambil tersenyum.


"iyaa... pah, memang benar setiap pagi mamah selalu bangunkan lia, tapi papah tau sendirilah anak papah yang satu itu gimana!!" jawab bu Meysa sambil tersenyum membalas senyuman suaminya.


Sandrina Aulia Putri adalah nama lengkap Lia, kedua orang tuanya Lia sangat menyayangi anak-anaknya. Lia mempunyai seorang adik perempuan bernama Andini Safitri yang baru berusia 3 tahun dan seorang kakak laki-laki yang sudah bekerja bernama Ahmad Ariadi.


...****************...


Disisi lain Arka Bima Prasetyo yang baru saja tiba di bandara berjalan dengan gagahnya, memiliki postur tubuh yang sempurna dengan tinggi 180cm, berkulit putih bersih, wajah yang rupawan dengan mata yang tajam. Arka baru saja menyelesaikan studynya di luar negeri dan baru saja kembali ke indonesia.


"Arkaaa... haii bro..!!" panggilan seseorang mengalihkan pandangannya.. yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri Riko Rihardi.


"Hemm...!!" jawab singkat Arka sambil melambaikan tangannya.


Arka langsung mendatangi sahabat-sahabatnya itu dan menepuk bahu sahabat-sahabatnya..


"Ayooo... mari kita sambut kedatangan sahabat kita yang satu ini, sudah lama kita tidak mengumpul" kata Adi sahabat Arka.


"Ayooo.. dimana kita mengumpul" sahut riko


"mari kumpul di apartementku saja sementara melepas rindu padaku,hahaa... sepertinya aku perlu istirahat sejenak , bagaimana kalau kita bikin pesta nanti malam saja" sahut Arka yang mengurungkan niat sahabat-sahabatnya, yang langsung di balas sahabat-sahabat dengan tinjuan pelan yang mendarat di bahunya.


"kau memang selalu begitu Arka apa kau mau mencari mangsa malam ini".. ucap Riko yang langsung di susul gelak tawa mereka bersama.


Obrolan yang di akhiri dengan gelak tawa mereka tak terasa mereka sudah di depan mobil mereka dan masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobil dan berhenti di lampu merah.


Arka memandang keluar jendela dan melihat seorang gadis baru saja berhenti di sebelah mobilnya duduk tidak tenang di atas motornya menunggu lampu merah terlihat jelas di wajahnya ketidak tenangan.. membuat Arka memperhatikannya dengan seksama. Tiba- tiba wanita itu menoleh padanya dan menunjuk matanya sendiri dengan dua jarinya lalu mengarahkannya pada Arka. Arka mengernyitkan alisx lalu berniat ingin membuka kaca jendela mobilnya namun gadis itu sudah berlalu begitu saja meninggalkannya karena lampu rambu- rambu sudah berwarna hijau.

__ADS_1


"kejar motor itu" ucap Arka pada Adi, sedangkan Adi terlihat heran


"ada apa?" ucap Adi sambil memperhatikan motor yang di maksud Arka.


"sudah kejar saja, aku cuma penasaran dengan wanita itu berani sekali dia" ucap Arka gemas.


"memangnya kenapa dengan wanita itu, tapi sepertinya boleh juga dia bro"ucap Riko sambil memperhatikan sang pengendara motor.


"dia menatap tajam padaku rik, memangnya dia siapa, berani sekali dia begitu padaku"ucap Arka dengan nada marahnya.


Adi trus melajukan mobilnya namun tetap saja tak bisa mengejar motor yang di maksud Arka, gadis itu tidak lain adalah Lia.. karena Lia terburu-buru dan mengetahui bahwa ada yang mengikutinya Lia semakin menambah kecepatannya dan langsung melewati jalan potong untuk menghindari mobil yang mengikutinya dan sampai ketempat tujuannya yaitu kampusnya.


"haii... Ros, Ser" panggil Lia pada sahabat-sahabatnya. ketika tiba di kampusnya.


"kau Liaa.. ada apa denganmu" sahut Rossa dan Serly bersamaan.


"entahlah beb sepertinya tadi ada yang mengikutiku, beruntung aku bisa lolos, seandainya saja hari ini tidak ada mata kuliah pagi, pasti aku sudah langsung menuruni motorku untuk menghadapi mereka,dan menyuruh mereka keluar dari mobilnya,sebenarnya apa yang mereka mau sampai harus mengikuti aku" geram Lia mencurahkannya pada sahabat-sahabatnya.


sahabatnya hanya saling pandang terlihat kebingungan di wajah mereka, namun itu hanya beberapa saat, lalu kembali melihat ke arah Lia "mungkin loo ada buat salah kali yaa', sampai tu mobil ngikutin loo.." ucap serly.


"emang gue salah apa ser.. emang nampak di muka gue kalau gue buat masalah.. heemm" ucap Lia tersenyum pada sahabat-sahabatnya.. "yaa udalah ayoo kita masuk kelas" ucap Lia lagi sambil berjalan mendahului Rossa dan Serly, yang langsung di susul oleh Rossa dan Serly, tak ada percakapan lagi di antara mereka karena sudah memasuki ruang kelas.


...****************...


"sorry bro, jalanan nampak macet, dia pengendara motor bisa berkelit disela-sela mobil,laah sedangkan mobil yang kita naiki mau berkelit yaaa mana bisa bro.. hahaha"jawab Adi di susul dengan gelak tawanya.


"Adi benar kaa.. yaa sudahlah lupakan saja kejadian tadi, mendingan loo istirahat entar malam gue sama Adi balik lagi jemput lo.." sahut Riko.


Nampak terlihat jelas wajah kecewa Arka, namun Arka memilih diam dan duduk di sofa apartementnya dan memejamkan matanya, tanpa menghiraukan sahabat- sahabatnya.


"yaa sudah lo istirahat saja, gue sama Adi balik dulu, sepertinya suasana hati loo lagi kurang baik, jadi lebih baik kita pulang saja.. atau mau tetap di temani" ucap riko sambil tersenyum menggoda sahabatnya.


"yaa udah kalian balik aja, entar malam langsung ketemu di Bar xx saja jam 20:00Pm" sahut Arka masih memejamkan matanya.


"okelah kalau begitu..!!" jawab Riko sambil menepuk bahunya Arka " kalau begitu kami balik dulu bro" ucap riko yang hanya di balas acungan jempol dari Arka.


"makasih bro udah jemput gue di bandara".. ucap Arka membuka matanya melihat sahabat- sahabatnya akan meninggalkannya seorang diri.


"santai saja bro.. kita udah seperti keluarga" jawab Adi dan mengernyitkan sebelah matanya.


Riko dan Adi meninggalkan apartemennya Arka, sedangkan Arka masih duduk dan mengambil ponselnya yang berdering.

__ADS_1


" halo yaah.." jawab Arka pada telponnya yang ternyata adalah ayahnya.


"iyaa yaaah, Arka baru saja sampai" ucap Arka lagi


" baik yaaah besok sajalah Arka baru mampir kerumah yaahh, hari ini Arka mau di apartement dulu istirahat"ucap Arka lagi, dan telponpun terputus.


Arka bangun dari tempat duduknya dan mengambil air minum di dapur, disana pembantunya sedang menyusun bahan makanan ke dalam kulkas. "bii, bibi masak apa hari ini" tanya Arka pada wanita paruh baya yang tidak lain pembantu di rumahnya sejak iya masih bayi, bi imah atau Fatimah namanya.


"saya memasak kesukaan tuan, ini silakan tuan di isi dulu perutnya, mungkin tuan belum ada makan apapun mulai tadi pagi"ucap bi imah.. sambil memberikan piring dan mengisinya dengan nasi untuk tuannya.


"benar sekali bi.. ini udah jam 09:40 dan saya belum ada mengisi apapun di perut saya bi, saya lapar sekali".. ucap Arka pada bi imah dan mengambil piring yang diberikan bi imah padanya. dan menambahkn sayur dan lauk pauk pada piringx, Arka makan dengan lahap tanpa suara.


selang beberapa menit Arka sudah menyelesaikan dengan urusan perutnya, Akra menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur. tak lama ada suara ketukan dari luar..


tok... tok.. tok.." tuan ini koper anda, boleh saya masuk tuan" ucap pak Tejo.


"silahkan pak, pintunya tidak di kunci" ucap Arka. pak Tejo masuk dan meletakan koper Arka di samping tempat tidurnya. pak Tejo menundukan kepalanya pada Arka dan langsung keluar dari kamar Arka. Arka turun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di dalam kamar mandi Arka merendam tubuhnya dan memejamkan matanya kembali lalu mengingat kejadian di lampu merah.


"ada apa dengan gadis itu, kenapa dia berani sekali memberi dua jari dari matanya lalu ke mataku, apa dia menyadari kalau aku tadi memperhatikannya..?" ucap Arka pada dirinya sendiri. setelah mengucapkan kata - kata itu Arka menyelesaikan acara mandinya.. tak terasa waktu sdah menunjukan pukul 12:00.


"lebih baik aku tidur dulu"ucap Arka setelah selesai memakai baju.


...****************...


Lia dan sahabat sahabatnya baru saja selesai makan siang di kantin kampusnya, dan akan segera pulang.


"lo mau kemana habis ni yaa..??" ucap Rossa


"gue mau ke tempat kerjanya ka Ardi ros, lo mau ikut hehehe" sahut Lia sambil tertawa jahil ke Rossa.. lia mengetahui perasaan Rossa ke abangnya.


"enggak ahh.. malu gue ketemu ma abang loo" ucap Rossa.


Lia dan Serly tertawa melihat wajah malu sahabahnya.


" emang loo gak rindu sama bang Ardi Ros" ucap serly


"gue suka salah tingkah kalau ketemu sama abang lo ya".. ucap Rossa lagi malu-malu.


Lia dan serly merasa lucu melihat tingkah sahabatnya itu, saat ini mereka sedang menuju parkiran.

__ADS_1


"yaa udah gue duluan yaaa say" pamit Lia pada sahabatnya.


"iyaaa hati-hati kami juga mau langsung balik kerumah ni" ucap Serly dan Rossa melambaikan tangan lalu masuk dalam mobil masing-masing.


__ADS_2