Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Ada tamu tak di undang


__ADS_3

Di kediaman Lia.


Arka duduk di ruang tamu, di temani oleh Andini, Arka menemani Andini bermain.


"bang Alka malam ini dini mau jalan sama ka lia ke taman hibulan, abang Alka ikut ya" ajak dini bergelayut di tangan Arka.


Arka yang mendengar hal itu pun , Arka berpikir ini kesempatan yang bagus untuk mendekati Lia.


"baiklah, bang Alka akan ikut" ucap Arka mengikuti dini yang tidak tembus menyebut r.


"hoooleeee, bang Alka ikut"Andini bersorak kegirangan.


Andini yang mendengar teriakan Andini pun keluar.


"kau.. kenapa kau masih disini?" heran Lia yang masih melihat Arka di rumahnya.


"begitukah caramu menyambut tamu" Arka duduk di sofa di ikuti oleh Andini.


saat Lia akan menjawab ucapan Arka kedua orang tua lia keluar dari kamar.


"Nak Arka.. maaf yaaa.. tadi tante tinggal sholat dulu"ucap bu melinda duduk berhadapan dengan Arka di ikuti oleh pak wahyu.


"tidak apa-apa tante, saya juga minta maaf, mengganggu waktu anda"ucap Arka pada bu melinda.


"oohh.. tidak mengganggu nak Arka, kalau gitu tante ke dapur dulu,sekalian makan malam bersama ya" bu meysa bangun dari duduknya menuju dapur.


"baiklah tan" ucap Arka melirik ke arah Lia.


Lia mengikuti ibunya kedapur, Sedangkan Ardi ikut bergabung dengan pak wahyu dan bosnya Arka, mereka berbincang santai. Lia membantu ibunya menyiapkan makanan di meja makan.


"Lia kau tadi kenapa berteriak" tanya bu meysa pada lia.


"itu bang Ardi sama temannya masuk ke kamar Lia, lia baru aja selesai mandi bu, lia kaget" ucap lia kesal.


"dia bosnya abangmu nak" ucap bu meysa memberi tahu.


"ohh yaa.. kenapa seorang bos main sampai kesini bu, gak ingat waktu lagi" ucap lia lagi.


"hush.. tidak boleh berbicara seperti itu, tidak baik, tidak enak kalau sampai terdengar oleh nak Arka" ucap bu meysa.

__ADS_1


"biarkan saja bu, ngomong-ngomong mulai kapan dia disini bu"tanya lia.


"tidak lama setelah lia masuk kamar abangmu datang bersama nak Arka" ucap bu mesya.


"ya sudah.. panggil semua kesini biar kita makan malam dulu" ucap bu meysa.


Lia menghampiri para pria yang sedang asyik ngobrol masalah pekerjaan.


"Yaahh.. bang .. ayok makan" ucap Lia tak menyebut nama Arka.


"ayo nak Arka, kita makan malam bersama" ucap pak wahyu sedangkan lia menggandeng andini ke meja makan.


Arkapun menuju meja makan duduk di sebelah pak wahyu, dan berhadapan dengan lia. makan malampun berlangsung tanpa suara.


selesai makan lia dan ibunya mencuci piring, sedangkan para pria kembali ke ruang tamu, andini masih di meja makan.


"ka Lia bang Alka akan ikut bersama kita kan" ucap andini tiba-tiba.


"tidak boleh" ucap lia tegas.


"aaaaaaaa hu hu hu" Andini menangis teriak keras.


orang rumah semua kaget, Ayah berlari menghampiri Andini, dan di ikuti oleh Ardi dan arka.


Lia yang di tepuk bahunya Hanya bengong, karema kaget juga tiba-tiba Andini menangis keras.


"kenapa kau menangis dini" ucap ayah khawatir.


"ka lia jahat yaah.. hu hu hu" ucap Dini masih menangis.


"kenapa dengan ka lia" tanya Ayah lagi.


"ka lia gak mau ajak bang Alka ke taman hibulan hu hu hu" ucap Andini.


Lia melengos, menyelesaikan cuci piringnya, sedangkan Ardi menatap bosnya itu dengan heran, dan Arka menatap punggung Lia, dengan tersenyum. Ardi menyenggol bosnya itu dan berbisiki.


"pak Arka kau akan ke taman hiburan, sejak kapan sedekat itu dengan andini"ucap Ardi heran andini sampai menangis.


"sejak tadi..!! aku punya ide untuk dekat dengan adikmu lia" Arka tersenyum puas kembali ke ruang tamu mengikuti pak wahyu dan bu meysa, sedangkan Lia masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Jam 07:45 Rossa dan serly datang ke rumah Lia.


"Assalamualaikum..tok ...tok.. tok..!!"Rossa mengetuk pintu.


"wa'alaikumsalam"bu meysa membuka pintu.


"masuk nak Rossa nak Serly"ucap bu meysa lagi.


"terima kasih tante, lianya ada tante?" tanya Rossa..


belum sempat bu meysa menjawab datang lia dari arah belakang ibunya.


"hai.. kalian sudah datang, ayo masuk dulu" ucap lia menghampiri teman-temannya.


Serly dan Rossa masuk keruang tamu dan sedikit kaget ketika melihat ada tamu.


"siapa"serly menyenggol lengan lia dan berbisik.


"bosnya bang Ardi"ucap lia berbisik.


serly membentuk o pada mulutnya, sedangkan Rossa sedikit gugup karena melihat ada Ardi di rumah. Lia menghampiri andini.


"dini sudah siap, ayo kita berangkat sekarang" ucap lia duduk jongkok menghadap adiknya.


"tapi bang Alya ikut yaaa?" Andini membuat penawaran.


"emmmm" lia tidak langsung menjawab.


Andini sudah mau menangis lagi.


"baik-baiklah... bang Alkanya ikut" ucap lia mengikuti cara bicara dini.


Akhirnya mereka berangkat di ikuti oleh Arka dan Ardi.


"bu.. yaahh.. lia brangkat dulu, ayo dini salim dulu sama ibu sama ayah" ucap lia pada Andini, dan dini pun cium tangan ayah dan ibunya.


Arka hanya memperhatikan gerak geriknya lia... yang sangat nyaman di pandang mata. Lalu mereka berangkat dengan 1 mobil, karena dini mau satu mobil dengan Arka dan lia.. Lia terpaksa mengikuti keinginan adiknya itu. mereka naik mobil Arka.


"bawa bang" ucap Arka melempar kunci mobil pada Ardi sambil tersenyum.

__ADS_1


Ardi yang di lempari kunci mobil mendengus.


"sejak kapan aku jadi abangmu" Ardi berkata dengan suara pelan, lalu memasuki mobil menyusul bosnya dan yang lain. Mereka menuju taman hiburan dengan pikiran masing-masing.


__ADS_2