
Di Kampus Lia
Serly dan Rendy sudah duduk bersama menunggu kedatangannya Lia, nampak Lia datang menghampiri mereka.
"Kalian udah pesankan makan siangku, makasih yaa sayang" Ucap Lia memeluk Serly.
"Lebay lu, btw kok lu bisa sampai telat?" Ucap Serly dan Lia duduk di sampingnya.
"Iyaa tadi gue antar CV gue di pt. xxx" jawab Lia lesu sambil menyuapkan makan siangnya.
"Trus lo di terima magang" Ucap Rendy ikut kepo.
"Enggak, gue juga heran kalau memang gak niat mau terima kenapa harus di tes kan aneh, makanya gue sampai telat" Ucap Lia kesal mengaduk-aduk makanannya.
"Iyaa ....kok gak jelas gitu sih", ucap Serly ikutan kesal.
"Ehh.. Ser, Rossa masih di bandung yaa?" Ucap Lia lagi.
"Iyaa.. katanya siihh hari ini dia balik, btw lu kenapa gak antar CV mu di kantor tempat abang lu kerja aja, tu perusahaankan, perusahaan gede" Ucap Serly antusias.
"Malas gue, bosnya rese'..", ucap Lia tanpa sadar.
"Emang lu kenal ama bosnya yaa'..?", ucap Serly berbicara lebih dekat ke Lia.
"Eehh,," Ucap Lia baru sadar, lalu tertawa.
"Bukan-bukan gitu maksud gue, gimana ya?" Ucap Lia lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lu gak mau cerita ke gue, jahat amat lu", Ucap Serly membalikkan badannya kesal.
"Gue bakal cerita semuanya, tapi entar saat ada Rossa juga" Ucap Lia membujuk Serly.
"Intinya aja yaa'..!!" Ucap Serly lagi.
"Iyaa gue kenal, lu juga tau orangnya yang pernah ikut kita ke taman hiburan" ucap Lia.
"Ohh.. iyaa, iyaa gue ingat" Ucap Serly akhirnya.
"Emang sedikit rese' sih orangnya" Ucap serly lagi ingat-ingat sikapnya Arka saat di taman hiburan.
"Tapikan lo gak bakalan ketemu sama bosnya juga yaa'.., yaa paling klw ketemu sekali dua kali" Ucap Rendy yang dari tadi nyimak doang.
__ADS_1
"Lu harus lebih fokus sama semester terakhirmu" Ucap Rendy lagi. "Jangan terbawa suasana, jalani aja sebagai mana mestinya" Ucap Rendy.
"Iya juga sih" Ucap Lia memikirkan ucapan Rendy.
"Ya udah gue balik duluan, kalian masih mau disini",ucap Rendy.
"Enggak, gue udah gak ada jam kuliah lagi" Ucap Lia.
"Iyaa, gue juga udah gak ada jam kuliah lagi, yaa' temani gue ke mall yuuk" Ucap Serly bangkit dari duduknya lalu menggandeng tangan Lia.
"Siap, sekalian cuci mata", Ucap Lia ikut bangkit dan mereka meninggalkan kantin. Sesampainya di parkiran.
"Yaa'..., naik mobil bareng gue aja, motor lu tinggal aja dulu di sini",Ucap Serly.
"Enak aja lu, si moli gue lu suruh tinggal di sini, bawa kendaraan masing-masing aja",ucap Lia menaiki motornya. Serly ke tawa "Emang dasar ya lu" Ucap Serly meninggalkan Lia lalu menuju mobilnya.
Merekapun ke mall membawa kendaraannya masing-masing. Sesampainya mereka di mall mereka memarkirkan kendaraan mereka dan masuk bersama sambil bercerita ngarang ngidul dan tertawa. Mereka langsung menuju pakaian yang menurut mereka menarik.
"Wah, bagus gak yang ini", ucap Serly menunjukan gaun cantik.
"Hmm, terlalu terbuka" ucap Lia.
"Aah, serah lo deh, gue mau ke toilet dulu, lo disini dulu ya jangan pindah sebelum gue datang" Ucap Lia lalu meninggalkan Serly.
"Iyaa jangan lama-lama" teriak Serly.
Lia berjalan tergesa-gesa menuju toilet. Setelah selesai buang air kecil, iya kembali mendatangi Serly. Di perjalanan menuju Serly Lia bertemu Daniel dosennya.
"Lia",ucap Daniel saat melihat Lia.
"Eehh.. Pak Daniel",ucap Lia sedikit kaget saat lihat dosennya ada di mall juga."Siang pak",ucap Lia lagi menundukkan kepala.
Daniel tersenyum"Sendiri aja Lia?", tanya Daniel menatap Lia.
"Tidak pak, saya bersama Serly",ucap Lia. Dari arah belakang Daniel datang seorang ibu paruh baya menghampiri Daniel dan menatap Lia ramah.
"Siapamu Nak?",ucap bu Dahlia pada Daniel.
"Mahasiswi saya bu, ibu sudah selesai memilihnya?", ucap Daniel ramah pada ibunya. Lia menatap dosennya dengan tatapan kagum, Lembutnya cara dosennya memperlakukan ibunya.
dreeet... dreeet... dreeet.. suara getar hp Lia.
__ADS_1
"Iya halo Ser", ucap Lia di sambungan telpon, sedikit menjauh dari dosen dan ibunya.
"Lama amat lu,pegel gue nungguin lu",ucap Serly kesal.
"Iyaa.. iyaa ni gue udah dekat kok, ya udah kalau gitu",ucap Lia mematikan sambungan telponnya.
"Pak, bu.. saya permisi udah di tunggu teman", pamit Lia menundukkan kepala dan tersenyum kearah Daniel dan ibunya.
"Iyaa, silahkan",ucap Daniel membalas senyuman Lia. Liapun meninggalkan mereka berdua.
"Gadis yang sopan, sepertinya dia gadis yang baik",ucap bu Dahlia melihat kepergian Lia.
"Iyaa, dia memang gadis yang baik bu",ucap Daniel pada ibu.
"Mengapa tidak di dekati Daniel, ambil hatinya",ucap bu Dahlia. "Kau itu sudah tua, belum juga mau menikah",ucap bu Dahlia lagi meninggalkan anaknya itu.
Daniel tersenyum mendengar ucapan ibunya, dan mengikuti ibu kemana perginya.
Disisi lain Lia yang baru saja sampai di tempat dimana Serly berada. "Sorry beb, gue tadi ketemu pak Daniel pas mau kesini.. kan gak enak mau langsung gue tinggal gitu aja",ucap Lia tersenyum menampakkan giginya saat melihat wajah kesal Serly.
"Oh yaa, sama siapa Pak Daniel yaa",ucap Serly pada Lia.
"Sama ibunya Ser",ucap Lia. "So sweet banget memang dosen kita yang satu ini, lembut banget cara dia memperlakukan ibunya, dan mau menemani ibunya dengan sabar di mall",ucap Lia mengagumi Dosennya.
"Iyaalah, pujaan hati gue",ucap Serly menarik pelan rambut Lia agar sadar.
"Auh.. gila lu yaa,main tarik aja",ucap Lia kesal. Serly hanya menjulurkan lidahnya dan membawa barang-barangnya."Btw udah ni belanjanya",ucap Lia.
"Ni, buat lo.. di pake yaa, awas kalau gak di pake gue gak bakalan mau temenan sama lo lagi",Ucap Serly memberikan satu paper bag ke Lia dengan nada mengancam.
"Ih, gitu amat lo",ucap Lia tertawa kecil menampak deretan giginya. "Iyaa, kapan-kapan gue pake puas lo, btw makasih deh",ucap Lia pada Serly.
"Ya, udah ayo kita balik",ucap lia.. merekapun akhirnya meninggalkan mall bersama dengan tersenyum manis di wajah mereka.
Di sisi Lain nampak seseorang kesal saat melihat laporan di hpnya, nampak gadis bersikap manis dan memandang pria lain dengan mata berbinar.
Jangan Lupa Like n komen yaa🥰
Semoga kalian suka😘
Semangat membaca😊
__ADS_1