Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Kedatangan Fahreza


__ADS_3

Kediaman Pak Arya


Setelah kepergian Arka dan Lia bu melinda dan pak Arya mengobrol.


"sayang, mereka berdua itu terlihat sangat lucu dan cocok sekali seperti tom n jerry saja" ucap bu melinda akhirnya tertawa. rupanya bu melinda dan pak Arya saat masuk kamar tidak langsung masuk ke kamar, bu melinda sengaja mengajak suaminya itu untuk melihat anaknya itu. karena bu melinda curiga dengan gerak gerik keduanya, Saat Lia di sentuh Arka dia sangat terlihat kaget, dan selalu ingin melepaskan diri.


"yaaah sepertinya, anak kita itu sangat menyukai lia" ucap bu melinda lagi.


"Iyaa sepertinya begitu"ucap pak Arya menanggapi. "tapi sepertinya Arya harus belajar dulu dari Ayah mah" ucap pak Arya lagi.


"iyaa yah.. Sepertinya Arka belum mendapatkan hatinya Lia, tapi bagaimana bisa Lia sampai mau di ajak Arka untuk berakting seperti itu yah" ucap bu melinda lagi. belum sempat Ayahnya berbicara


"pagi ka" ucap fahreza menghampiri mereka.


"Asyik banget pagi-pagi ngobrol, ngobrolin apa ka" ucap Reza sambil duduk begitu juga dengan maharani.


"tidak apa-apa, kami hanya bercerita tentang Arka dan Lia" ucap bu melinda tersenyum. "Ada apa, tumben sepagi ini sudah kerumah kaka zaa, icca tidak ikut kemari" ucap bu melinda lagi.


"tidak ka, dia masih tidur di rumah" ucap Maharani.


"ohh.. begitu, sebentar yaa kaka tinggal ke dapur dulu" ucap bu melinda beranjak kedapur untuk membuat teh. Para pembatu di rumahnya sibuk bersih-bersih rumah, bu melinda melakukannya sendiri, kalau itu hanya perkara mudah. Sedangkan bi imah belanja kepasar, di rumah pak arya bi imah tugasnya hanya mengurus makanan sedangkan pembatu lainnya bertugas membersihkan rumah, halaman depan, belakang dan lain-lain. Setelah selesai bu melinda membawa teh tersebut ke ruang tamu, dan membawa beberapa cemilan, maharani yang melihat kaka iparnya itu membawa teh dan camilan iya berdiri dan membantunya lalu meletakannya di meja.


"minumlah tehnya reza, rani" ucap bu melinda menuangkan air teh di gelas, iya juga memberikan segelas untuk suaminya.


"iyaa ka" ucap Reza dan Maharani bersama.


"Sepertinya Arka baru saja mengantar Lia pulang ka" ucap Reza.


"iyaa Lia minta di antar pulang" ucap bu melinda tersenyum saat mengingat kelakuan kedua anak itu.


"ka, aku langsung saja bercerita, kenapa sepagi ini reza sudah kesini" ucap Reza Akhirnya.

__ADS_1


"ada apa reza, kau terlihat khawatir sekali" ucap bu melinda.


"iyaa, ada apa" ucap pak Arya juga.


"bagaiman memulai ceritanya, aku juga sedikit bingung" ucap reza, mau memulai cerita darimana.


bu melinda dan pak Arya diam saling menatap, lalu maharani yang bercerita.


"begini ka, ini tentang putri kami Jessica" ucap maharani memulai cerita.


"ada apa dengan Jessica, apa terjadi sesuatu padanya" ucap bu melinda khawatir.


"tidak ka, tidak terjadi sesuatu pada Icca" ucap fahreza menyambung.


"Lalu... kenapa kalian terlihat sangat khawatir" ucap bu melinda lagi.


"Jessica menyukai Arka ka, sejak dia SMA" ucap fahreza Akhirnya.


"tapi ka, Jessica menyukai Arka lebih dari seorang kaka, dia jatuh cinta pada kakanya sendiri"ucap fahreza lahi Akhirnya.


"benarkah" ucap bu melinda, pak arya hanya menyimak.


"saya khawatir dia akan berbuat nekat pada Lia, dia membenci wanita yang dekat dengan Arya" ucap fahreza mengusap wajahnya prustasi.


Bu melinda dan pak Arya saling menatap satu sama lain.


"begini saja reza, nanti kaka bicarakan ini dengan Arka, dan bawalah icca kesini menemui kaka" ucap pak Arya akhirnya angkat bicara.


"tapi apa kah arka nanti tidak akan membenci adiknya, jika dia tahu,, Arka sepertinya sangat menyukai lia ka" ucap reza.


"tidak akan, nanti biar ka Arya yang bicarakan ini pada Arka" ucap pak Arya.

__ADS_1


"baiklah ka, kala begitu" ucap fahreza.


"apa yang akan ayah bicarakan pada Arka" ucap bu melinda.


"tenang saja mah, Arka sangat menyukai Lia, dia juga pasti tidak ingin sampai Lia kenapa-kenapa" ucap Pak Arya pada istrinya. bu melinda juga sangat menyukai lia.


setelah selesai membahas Jessica dan Arka mereka akhirnya membicarakan hal lain dengan santai, tak terlihat lagi kekhawatiran di wajah fahreza.


...****************...


Disisi lain Arka bersama Lia di dalam mobil, hanya saling diam tak ada sepatah kata pun keluar, entah itu dari Arka maupun Lia, Arka hanya fokus menyetir dan Lia menatap Jalan, sesekali Arka menoleh ke arah Lia, tapi Lia tak menghiraukannya. Arka kembali fokus menyetir sampai rumah. setelah beberapa menit sampailah Arka di rumah lia. Lia langsung masuk tanpa menyuruh Arka mampir, tapi Arka mengikuti Lia di belakang.


"assalamualaikum" ucap Lia.


"waalaikumsalam"bu meysa menjawab salam Lia. Lia salim pada ibunya dan langsung masuk kamar tanpa memperdulikan Arka.


"Lohh ... lia, ini ada nak arka kenapa langsung di tinggal" ucap bu meysa.


"tidak apa-apa bu, Apa Ardinya Ada bu" ucap Arka.


"duduklah nak Arka, Ardi di apartemennya nak Arka" ucap bu melinda sambil menuju kedapur.


"bu tidak usah repot-repot Arka mau langsung kembali saja, kalau Ardi tidak ada" ucap Arka pamit pada bu meysa.


"ohh.. begitu, baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, dan maafkan sikap lia tadi"ucap bu mesya.


"iyaa bu tidak apa-apa, Assalamualaikum"ucap Arka meninggalkan rumah Lia.


"waalaikumsalam" ucap bu melinda lagi.


Arkapun meninggalkan rumah lia, dengan sedikit kekecewaan pada sikap Lia padanya.

__ADS_1


__ADS_2