
Di kediaman pak Arya.
Setelah percakapan dengan ayahnya selesai Arka keluar dari ruang kerja ayahnya dengan wajah santai, begitu juga dengan pak Aryanya dia masih senyum-senyum mengingat wajah malu Arka. Bu melinda, fahreza dan maharani melihat ke arah Arka dan pak Arya yang baru saja keluar dari ruang kerja dengan wajah santai, seolah tak ada masalah. Arka memasuki kamar yang di pakai lia tadi malam, dan pak Arya kembali duduk di samping istrinya.
"apa yang ayah bicarakan pada Arka" ucap bu melinda penasaran melihat wajah suami dan anaknya Arka nampaj berseri-seri.
"iyaa.. apa yang kaka ipar bicarakan, apakah Arka tidak akan membenci Icca ka" ucap reza.
Pak Arya tersenyum pada istrinya, dan mengalihkan pandangannya pada Reza dan berkata, "kau tenang saja Reza, Arka tidak akan membenci Icca" ucap pak Arya. "oh iya, bawalah Icca malam ini kemari, kita akan bicarakan ini padanya" ucap pak Arya.
"iyaa yah, mama sudah menyuruh reza untuk membawa Icca malam ini kesini" ucap bu melinda.
"oh yaa.. baguslah kalau begitu" ucap pak Arya merangkul bahu Istrinya dan tersenyum.
"mengapa ayah senyam-senyum trus begitu" ucap bu melinda heran. Ketika pak Arya akan menjawab datang Arka dengan tas ransel di bahunya.
"yah, mah.. Arka balik ke apartemen, paman ,bibi Arka balik duluan" ucap Arka pamit pada mereka semua.
"iyaa, hati-hati sayang di jalan" ucap bu melinda, pak Arya hanya melambaikan tangan sedangkan Fahreza dan Maharani hanya menganggukkan kepalanya. Arka melangkah keluar dan mencari seseorang yang selalu berjaga-jaga di depan rumah ayahnya.
Setelah melihatnya Arka mendekatinya "Beni ikutlah bersamaku, aku sudah memintamu pada ayah, untuk bekerja sama denganku" ucap Arka pada beni yang terlihat lebih muda dari yang lain, dan cukup gesit saat menghadapi musuh. Beni yang sedang kumpul dengan bodyguard yang lain sempat terkejut begitu juga dengan yang lain, mereka berdiri dengan rapi, dan memberi hormat dengan menundukkan badan mereka. Lalu Beni menjawab perkataan Arka.
"pekerjaan seperti apa tuan" ucap Beni bertanya.
"Jadi bodyguardku" ucap Arka singkat. Mereka semua saling pandang begitu juga dengan beni, beni sempat terdiam, tidak langsung menjawab karena merasa heran, biasanya Arka paling tidak suka slalu di buntuti oleh bodyguard tapi kali ini dia memintanya sendiri, dan menemui bodyguard di markas.
"Baik tuan, suatu kehormatan bagi saya, apakah hanya saya tuan" ucap Beni lagi bertanya.
"Iyaa.. hanya kau, jika aku meminta lagi tidak akan cukup orang andalan ayah untuk menjaga mension sebesar ini, kalian sudah bekerja keras selama ini terima kasih untuk kalian yang sudah menjaga keluarga saya", ucap Arka menundukkan kepalanya.
melihat tuannya menundukkan kepala pada mereka semua, mereka sedikit kaget serempak mereka berlutut termaksud beni "tuan kami tidak pantas mendapat hormat dari tuan, itu memang sudah menjadi tugas kami, dengan datangnya tuan muda ke markas kami saja itu sudah kehormatan bagi kami semua" ucap bodyguard yang paling tua di antara mereka dan yang paling lama melindungi keluarga Arka.
"tidak, berdirilah kalian semua pantas mendapatkannya" ucap Arka, tapi mereka masih saja berlutut "jika kalian tidak bangun maka aku akan marah" ucap Arka lagi meninggikan suaranya.
serempak mereka berdiri lalu menundukkan kepala. "bagus" ucap Arka. "aku akan membawa Beni bersamaku, beni siapkan bajumu" ucap Arka lagi. benipun keluar dari barisan mereka dan Arkapun keluar.
"Saya pamit, pasti akan terasa sepi tanpa kalian" ucap beni.
"tidak apa-apa, jagalah tuan muda dan kau masih bisa main kesini kapan-kapan, jika tuan muda main kesini" ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"iyaaa, jagalah tuan muda dengan baik" ucap salah seorang lagi.
"baiklah bang, Beni pamit" ucap Beni meninggalkan mereka semua, dan mengambil pakaiannya di kamar, yang sudah di siapkan khusus untuk para bodyguard di mension pak Arya. setelah selesai dengan pakaian yang akan iyaa bawa, beni menyusul Arka menuju mobil Arka, di lihatnya Arka sudah di dalam mobil.
"masuklah" ucap Arka, Benipun masuk kedalam mobil Arka di kursi penumpang sebelah Arka.
"tuan, apa tidak lebih baik jika saya saja yang menyetir" ucap beni pada Arka sopan, merasa tidak nyaman bahwa tuannya itu yang menyetir untuk dirinya.
"beni, dengarkan saya baik-baik, setelah kau keluar dari mension ini dan ikut bersamaku, semua peraturan berubah, kau paham ada hal yang lebih penting dari ini yang akan kau kerjakan, jadi duduklah saja" ucap Arka mulai menjalankan mobilnya. "cukup dengarkan perintah saya" ucap Arka lagi. Beni hanya menganggukkan kepalanya dan duduk dengan tenang.
"Beni, apa kau bisa mengendarai motor" ucap Arka di pertengahan jalan menuju dealer motor.
"bisa tuan" ucap beni melihat ke arah Arka.
"bagus...Beni, bersikaplah santai sedikit padaku, lagian kitakan seumuran, peraturanku tidak seketat peraturan ayah jadi santailah" ucap Arka tetap fokus kejalanan tidak lama merekapun sampai di dealer Arka menghentikan mobilnya.
"mengapa kita berhenti disini tuan" tanya Beni penasaran.
"aku akan membelikan kau motor, gajih awalmu untuk memulai bekerja, karena kau akan bekerja menggunakan motor, agar lebih mudah" ucap Arka memasuki dealer dan melihat-lihat.
"pilihlah, yang mana yang kau suka" ucap Arka lagi.
"pilihlah cepat" ucap Arka lagi geram karena beni hanya diam saja.
"baik tuan, saya pilih yang ini saja" ucap Beni.
"hemm,, mba" panggil Arka pada penjaga dealer. mba dealernya pun datang dengan semangat 45😁. "mana motor yang paling bagus disini" ucap Arka. Beni sempat heran kenapa tuannya bertanya seperti itu, bukankah dia sudah memilih.
"Oh.. yang ini mas, ini bla.. bla.. " mba dealernya menjelaskan panjang lebar.
"baiklah, saya ambil yang ini" ucap Arka.
setelah selesai dengan pembayaran dan yang lainya, Arka kembali pada beni yang terlihat diam saja.
"ini kuncinya, bawalah motornya" ucap Arka melempar kunci motor pada Beni dan beni menyambutnya. benipun menjalankan motor pesanan bos nya itu, di lihatnya Arka sudah memasuki mobil dan menjalankannya. di ikutinya mobil Arka sampai ke apartemen "sebenarnya aku harus menguntit siapa" ucap beni seorang diri.
...****************...
Disisi lain Lia masih berada di kamarnya baring di kasur, menatap langit-langit kamarnya. "apa sebenarnya yang terjadi padaku, mengapa aku selalu mengingat pria sinting itu" ucap Lia menerawang. "aku yakin, itu hanya karena aku terkenjut saja dengan sikap nya yang terlalu intim padaku, yaa aku yakin itu" ucap lia lagi ngomong sendiri. "aku tidak bisa berdiam diri trus begini di kamar, aku harus keluar" ucap Lia lalu bergegas bangun dan mengambil jaket dan tas sampingnya dia juga menelpon sahabatnya, Rossa.
__ADS_1
"Ros.. dimana" ucap Lia di telpon sambil keluar kamar dan menutup pintu kamar.
" gue.. di bandung say, kakek gue sakit" ucap Rossa.
"oh yaa.. ya sudah, semoga kakek lo cepat sembuh yaa" ucap Lia lagi berjalan keruang tamu dan melihat ibunya bersama andini.
"iyaa say.. amiin" ucap rossa.
"ya udah, gue mau nelpon Serly dulu"ucap Lia.
"oke" ucap Rossa lalu sambungan telponpun mati.
bu meysa melihat ke arah Lia,"mau kemana nak" ucap bu meysa yang melihat lia sudah rapi.
"bu, Lia pamit.. main sebentar yaaa" ucap lia salim pada ibunya dan mencium dini. "dini, kaka pergi dulu ya" ucap Lia mencubit pipi gemoy dini, dini hanya menganggukkan kepalanya karena sedang mengedot susu.
"ya sudah, hati-hati di jalan lia" ucap bu meysa, sebenarnya bu meysa ingin berbicara tapi ya sudahlah nanti saja batin bu meysa.
"assalamualaikum" ucap Lia.
"waalaikumsalam" ucap bu meysa.
Setelah keluar rumah, Lia menelpon Serly
"Halo ser" ucap Lia saat panggilan telpon tersambung.
"iyaa yaa... dimana lu" ucap serly.
"lu dimana" ucap lia tanya balik.
"yah, elu di tanya malah tanya balik, tadi gua telpon gak di angkat-angkat" ucap Serly.
"iyaa... sory, gue lagi mumet ni, jadi gak denger pas loe nelpon.. hehe" ucap Lia lagi menaiki sepeda motornya. "jadi lu sekarang dimana?" tanya lia lagi.
"gue lagi nongkrong di cafe Rendy ni" ucap Serly.
"ya udah,gue otw kesana" ucap lia lalu mematikan ponselnya tanpa peduli di seberang telpon memaki dirinya. Lia menyalakan motornya dan menjalankannya menuju ke cafe Rendy.
💥Jangan lupa Like n komennya dong ... biar semangat updatenya😊
__ADS_1